News

copyright by Fokus Batulicin @ 2011. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Latest Post

Pencanangan Perbaikan Jaringan Irigasi Di Desa Sungai Danau

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 23 Januari 2015 | 15.19



BATULICIN – Program pencanangan perbaikan jaringan irigasi di Kabupaten Tanah Bumbu dilaksanakan di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, Selasa (20/1) kemarin.


Pencanangan perbaikan jaringan irigasi tersebut dapat terlaksana dengan adanya kerjasama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan bersama dengan KODIM 1022 Tanah Bumbu dan didukung oleh Dinas Pekerjaan Umum Tanah Bumbu.


Peletakan batu pertama pencanangan jaringan irigasi di Desa Sungai Danau ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. H. Riduan dan oleh Kasdim 1022 Tanbu Mayor Eko Budiono.


Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Tanbu, Abdul Karim,MM mengatakan pencanangan perbaikan jaringan irigasi di Desa Sungai Danau merupakan rangkaian dari program nasional Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI yang dilaksanakan secara serentak diseluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.


"Pencanangan ini merupakan rangkaian dari pencanangan secara nasional yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Dan untuk didaerah, Kabupaten Tanah Bumbu juga ikut melaksanakan program serentak itu di Desa Sungai Danau," Kata Abdul Karim.


Menurut Abdul Karim, kegiatan pencanangan perbaikan jaringan irigasi merupakan langkah awal dari kerjasama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dengan KODIM 1022 Tanah Bumbu yang kemudian akan dilanjutkan lagi dengan program lainnya seperti optimalisasi lahan, GPPTT, penerapan gerakan tanam serentak dengan tekhnologi pertanian, pembentukan brigade olah tanah, olah tanam, pengendalian orgasme pengganggu tanaman (hama), brigade panen, dan pembangunan sarana dan prasarana pertanian beserta optimalisasi program pasca panen.  


Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. H. Riduan menyambut baik dengan dilaksanakannya kerjasama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dengan TNI dibidang ketahanan pangan.


Diharapkan dengan adanya kerjasama tersebut target swasembada ketahanan pangan ditahun 2017 dapat tercapai. Terlebih untuk Kabupaten Tanah Bumbu yang menargetkan pada tahun 2015 sudah swasembada beras. Dan diikuti pada tahun 2016 tanah bumbu menargetkan swasembada kedelai serta 2017 tanah bumbu swasmbada jagung.

Dengan tersedianya jaringan irigasi dan ditunjang dengan ketersediaan pupuk, bibit benih, alsintan, ketersediaan lahan, perubahan prilaku petani dan aparat pertanian maka target swasembada dapat tercapai khususnya swasembada beras ditahun 2015 dengan target produksi 130.000 ton GKG/Tahun.


Pencanangan perbaikan jaringan irigasi di Desa Sungai Danau dihadiri Kasdim 1022 Tanbu Mayor Eko Budiono beserta Danramil dan Babinsa, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan H. Riduan, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hamaluddin Taher, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu H. Rahmad, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Peternakan Perikanan Perkebunan dan Kehutanan Tanah Bumbu H. Mustaing, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tanah Bumbu Roy Rizali Anwar, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tanah Bumbu Andi Hasdar, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tanah Bumbu Hanif Faisol Nurrofiq, Camat Satui H. Setia Budi, Kades Sungai Danau, Muspika, Gapoktan, Poktan, Mantri Tani, dan PPL. (relhum)

Taman Kehati BLHD Tanbu Terlantar

Tanah Bumbu -
Program Taman Keanekaragaman Hayati BLHD Tanbu di Desa Bayansari Kecamatan Angsana Tanah Bumbu Tahun 2013 lalu, kini merana dan terlantar.

Sedianya pada Tahun 2013 lahan seluas 1 hektar tersebut akan ditanami berbagai jenis tanaman obat dan tanaman pohon Meranti, Gaharu, Sungkai, Jabon, Durian, Langsat dan Rambutan, namun saat ini lahan tersebut tampak gersang dan tak ditumbuhi oleh tanaman yang dimaksud.   

Menurut Kepala Desa Bayansari, Misransyah beberapa waktu lalu kepada kru media mengatakan, terlantarnya Taman Kehati tersebut karena tak terpelihara dan terbengkalai.

"Kami pihak desa menyiapkan lahannya, sedangkan bibit disiapkan oleh pihak BLHD Tanbu. Anggaran pemeliharaannya tidak ada, jadi begitulah hasilnya," ujar Misransyah.

Pantauan dilapangan, diareal lokasi Taman Kehati yang terlantar tersebut terpasang papan plang nama BLHD yang berbunyi, 'Desa ini termasuk Desa Binaan Lingkungan Hidup sebagai Percontohan Desa Sadar Lingkungan'.

Kepala BLHD Tanah Bumbu, H Erno Rudi Handoko melalui Kepala Seksi Pelaksanaan Pengelolaan Kualitas Lingkungan, Fatimah saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (22/01/15) mengakui terlantarnya Taman Kehati tersebut.

"Iya, kemaren saya ada lewat dan melihat Taman kehati itu gersang dan tak terpelihara," ucapnya.

Menurut Fatimah, program itu adalah dalam rangka kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup, dan kebetulan Desa Bayansari adalah desa percontohan, setelah melalui pertemuan dan rapat maka ditetapkan proyek tersebut dibangun disana.

"Anggarannya sekitar Rp 8,35 juta, dan kita datangkan bibit sebanyak 450 batang tanaman. Selain itu, kita bangun pula pagarnya, dan bahkan pada Tahun 2014 sempat kita salurkan bantuan pupuk tanaman," jelasnya. 

"Memang sih tak ada anggaran pemeliharaannya, tapi itu kan milik desa, karena kami hanya pencetus saja, sedang kepemilikannya adalah pihak desa," tambahnya.
  
Melihat dengan tidak berhasilnya program tersebut, pihak BLHD akan berpikir ulang untuk mengadakan proyek Taman Kehati tersebut didesa lainnya.

Entah BLHD Tanbu yang kurang sosialisasi pembinaan dan tanggung mengganggarkannya, atau pihak desa yang kurang kesadaran lingkungan untuk memelihara dan merawatnya, namun yang jelas Taman Kehati tersebut faktanya saat ini terlantar dan gersang.(M12) 

  Pesan Asli

Bandar Shabu Sampurna Dibekuk Polres Tanbu

Tanah Bumbu -
Tak main main genderang perang yang digaungkan oleh jajaran Satnarkoba Polres Tanah Bumbu dalam memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Tanah Bumbu.

Kembali salah seorang Bandar Shabu ditangkap dan diamankan beserta barang buktinya oleh Satnarkoba Polres Tanah Bumbu pada Rabu (21/01/15) malam pukul  23.00 Wita.

Maryono alias Yono bin Parjono tak berkutik ketika tertangkap tangan oleh jajaran Satnarkoba Polres Tanbu saat ingin mengantarkan shabu seberat 5 gram kepada calon pembeli.

Oleh Satnarkoba kemudian dilakukan lagi penggeledahan dirumah kontrakannya di jalan Sampurna Desa Barokah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, dan berhasil menemukan belasan paketan shabu siap jual.

Tersangka Maryono alias Yono bin Parjono (30 thn), warga yang KTP nya  beralamat Jalan transmigrasi RT 03 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat tersebut, akhirnya tak berkutik dan tak mampu mengelak lagi dengan barang bukti yang berhasil ditemukan.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dan diamankan oleh jajaran Satnarkoba saat itu, sebanyak 25 paket shabu dengan total berat 87,5 gram, 1 tempat kacamata hitam, 1 bungkus tempat tic tac, 1 buah  timbangan digital merk EHQ, 1 buah handphone merk Samsung dan uang tunai sebesar Rp 550 ribu, serta 1 unit Mobil Honda Jazz Putih DA 1626 YY.

Menurut Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Iwan Sonjaya melalui Kasat Narkoba, AKP Shanty mengatakan, tersangka diduga merupakan seorang residivis dan telah lama diincar gerak geriknya, karena sebelumnya pernah ditangkap dengan kasus yang sama di Sungai Danau pada Tahun 2009.

"Tersangka tertangkap tangan saat akan mengantarkan barang, kemudian kami lakukan penggeledahan dirumahnya, dan ditemukan lagi paketan shabu dilantai rumah serta didalam kotak kacamata hitam," jelasnya.

Sementara pengakuan dari tersangka Maryono menyebut, barang haram diperoleh dari seorang teman saat dirinya berada didalam di LP Karang Intan Martapura berinitial UJ.

"Barang biasanya saya ambil di Banjarmasin melalui kontak HP, ketemuan dijalan di Banjarmasin. Kadang di KM 5 atau KM 10, tak tentu dan selalu berubah tempat," aku nya.

Ditambahkannya, dalam 1 bulan barang haram tersebut dibelinya mencapai 1 hingga 2 ons, dengan pembayaran sistem DP seharga Rp 120 juta per ons nya.

"Dulu saya kerja dipelabuhan batubara, tapi karena sepi, saya beralih bisnis ini. Baru juga sekitar 5 bulan menjalaninya," ungkap Maryono yang berdalih melakukannya karena himpitan ekonomi.

Nasi telah menjadi bubur. Maryono terpaksa harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya yang secara jelas melanggar hukum, yakni dengan mengedarkan narkoba yang bisa merusak masa depan generasi muda, bangsa dan negara.

Untuk perbuatannya itu, Maryono dijerat Pasal 114 Ayat 2 junto 112 Ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan minimal 5 Tahun penjara kurungan.(M12) 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

  Pesan Asli

BK DPRD Tanbu: Bagai Buah Simalakama

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 22 Januari 2015 | 07.02

Tanah Bumbu -

Serba salah dan bagai 'Buah Simalakama' Demikian diungkap oleh Badan Kehormatan DPRD Tanah Bumbu, Mahyuddin Mkc ketika dikonfirmasi terkait banyaknya dan seringnya anggota DPRD yang tidak hadiri dan terlambat datang dalam acara Sidang Paripurna, Rabu (21/01/15).

Menurut Mahyuddin, seringnya ketidakhadiran anggota DPRD dalam acara sidang atau rapat, bukan hanya di Tanah Bumbu Saja, tapi didaerah Kabupaten lain pun hampir sama.

"Ada 2 kemungkinan terkait ketidakhadiran dan harus dipanggil dulu baru berhadir, yaitu masalah utang piutang saat pencalegan dan dirinya seorang pengusaha. Bisa saja mereka menjadi anggota DPRD hanya untuk mencari nama," Mahyuddin diruang kerjanya.

Ditambahkan Mahyuddin, setelah menyampaikan teguran, sanksi akan diberikan jika para anggota DPRD selama 6 kali berturut-turut tidak menghadiri sidang tanpa alasan yang jelas, baik sakit atau tanpa ijin.

"Kami sudah sering melakukan peneguran terhadap para anggota DPRD yang melanggar Tata Tertib, namun tidak mempan dan diacuhkan.
Bukan cuma itu saja, pakaian mereka tidak rapi saja, kami tegur," terangnya.

Untuk itu, dengan banyaknya para anggota DPRD Tanbu yang kurang disiplin dan melanggar tata tertib, pihak BK DPRD Tanbu berencana akan membangun koordinasi BK se Kalimantan Selatan. Selain itu, BK akan bekerjasama dengan Media untuk mempubliksikan para anggota DPRD yang tidak hadir tanpa alasan dalam acara rapat atau sidang DPRD Tanah Bumbu.

"Sebagai efek jera, akan kita siarkan dan umumkan melalui radio, biar masyarakat tahu kinerja dan disiplin para wakil mereka. Saya harap itu bisa menjadi tamparan bagi mereka yang suka membolos," pungkasnya.(M12)

  Pesan Asli

Peringkat Adipura Tanbu Semakin Membaik

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 21 Januari 2015 | 16.33



BATULICIN – Penilaian Adipura atau Penghargaan Kebersihan Lingkungan Kabupaten/kota tahun 2013-2014 telah dinilai. Dan menempatkan Kabupaten Tanah Bumbu berada diperingkat ke enam dari 13 Kabupaten/Kota di Propinsi Kalimantan Selatan.

Dengan telah dinilainya Adipura tersebut tentunya posisi Kabupaten Tanah Bumbu terus membaik setiap tahunnya. Sebelumnya peringkat Adipura Tanah Bumbu berada di peringkat ke 11 terkait kebersihan lingkungan perkotaan. Dan pada tahun 2014, peringkat Kabupaten Tanah Bumbu semakin membaik dengan berada diperingkat ke 6.

Membaiknya peringkat Kabupaten Tanah Bumbu tentunya disambut baik oleh berbagai pihak. Hal tersebut tentunya menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu serius pada pengelolaan kebersihan lingkungan.

Berbagai upaya tentunya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) setempat seperti melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Pekerjaan Umum , Dinas Tata Kota Bangunan, Dinas Pasar dan Kebersihan, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait lainnya dan pihak swasta serta masyarakat yang sangat mendukung.

Kepala BLHD Tanah Bumbu, Ir. Erno R Handoko, melalui Kepala Bidang Analisis Pengelolaan Kualitas Lingkungan, H. Tinus mengatakan membaiknya peringkat Adipura Kabupaten Tanah Bumbu dikarenakan peran serta masyarakat tentang kesadaran kebersihan lingkungan.

Kemudian, semakin membaiknya penataan kota, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, keteduhan kota dan tanaman pohon pelindung, serta adanya TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

"Ada 36 titik yang dinilai oleh Tim Penilai seperti kebersihan sekolah, kebersihan kantor, jalan, TPA, pertokoan, sungai, tanaman dan lainnya," ujar H. Tinus, Rabu (21/1) di Gunung Tinggi, Batulicin seraya mengatakan yang menjadi penilaian yaitu wilayah perkotaan.

Untuk meningkatkan prestasi agar lebih baik lagi pada tahun 2014-2015, BLHD Tanbu baru-baru tadi menggelar rapat gabungan bersama SKPD terkait untuk merumuskan perencanaan memperbaiki kekurangan pada tahun yang lalu serta membuat himbauan kepada masyarakat dan menyebarluaskan informasi melalui media Radio. (relhum)

Distanpanak Kembangkan Budidaya Tanaman Pangan

BATULICIN – Pemerintah KabupatenTanah Bumbu (Tanbu) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) terus berupaya mengembangkan budidaya tanaman pangan. 
Hasil produksi tanaman pangan yang selama ini didominasi oleh jenis tanaman padi, akan lebih dikembangkan lagi  dengan budidaya lainnya seperti tanaman kedelai, jagung, cabe besar, dan kacang tanah yang dikelola para petani. 
"Tanah Bumbu sangat berpotensi untuk mengembangkan budidaya tanaman tersebut. Terbukti hampir setiap tahun jumlah produksi kedelai saja terus mengalami peningkatan," kata Kepala Distanpanak, Abdul Karim melalui Kepala Bidang Bina Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Zainal Abidin di Batulicin Senin (19/1) kemarin. 
Mulai tahun 2011, katanya, jumlah produksi kedelai di Tanbu mencapai kisaran 20 ton. Menginjak akhir 2012 jumlahnya meningkat menjadi  29 ton dan sepanjang  tahun  2013 menjadi sekitar 49 ton. 
Meski di tahun 2014 jumlah produksi kedelai sempat mengalami penurunan manjadi  47 ton akibat kemarau panjang, namun tahun ini Distanpanak optimis bahwa produksi kedelai petani akan kembali mengalami peningkatan. Produksi kedelai pada tahun 2015 ini ditargetkan menjadi  624 ton dengan sasaran luas tanam yang mencapai sekitar 500 Ha.  
Tidak hanya itu, Distanpanak juga akan menambah luas tanam padi sekitar 300 Ha, tanaman kacang tanah seluas 50 Ha, cabe besar 8 Ha, dan tanaman jagung seluas 600 Ha.  Perluasan lahan tanam ini juga diprakarsai dari hasil kerja sama dengan jajaran TNI dibidang ketahanan pangan.
Kerja sama pemerintah daerah dengan jajaran TNI, tambah Zainal sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu dan merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kementerian Pertanian dan  TNI ditingkat kabupaten.

Bupati Tanbu, Mardani H Maming sangat mendukung atas terjalinya  kerjasama tersebut. Kerjasama antara pihak Kementerian Pertanian dengan TNI itu diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap peningkatan hasil produksi dilapangan yang secara tidak langsung juga akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. 
kerjasama tersebut meliputi pelaksanaan optimalisasi lahan tidur, program cetak sawah, hingga penerapan tekhnologi dan pemanfaatannya.
"Semoga kerja sama ini bisa berjalan lancar. Agar hasil produksi petani semakin meningkat dan kehidupan keluarganya menjadi lebih sejahtera," tegas bupati.  (relhum). 


BBM Turun, Premium Eceran Menghilang Tiga Hari

Written By Fokus Batulicin on Senin, 19 Januari 2015 | 16.23

Batulicin Sejak Jumat (16/1) lalu, turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari harga Rp 7.600 menjadi Rp 6.600‎ mengakibatkan sejumlah pedagang BBM Premium eceran di sepanjang jalan Kota Pagatan - Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, tidak lagi menggelar dagangannya. 

Selain Pedagang eceran, ternyata sejumlah SPBU di Kota Pagatan dan Batulicin juga banyak yang tutup alias tidak menjual Premium lagi sejak Sabtu (17/1) kemarin, seperti yang terjadi di SPBU Pelajau Kecamatan Simpang Empat Batulicin ditempat ini hanya menjual Pertamax, sementara untuk BBM Premium sudah habis sejak Jumat, dan tidak mengambil pasokan BBM Premium dari Pertamina.

"kan mau naik, jadi mengabiskan stock bbm yang ada saja" ujar salah seorang petugas SPBU di Pelajau ini.

Tak beda, dengan SPBU Simpang Tiga Ferry Batulicin, ditempat ini sejak hari sabtu kemarin sudah tidak menjual premium, bahkan untuk hari Jumat, satu hari sebelumnya hanya buka setengah hari saja. Alasannya tidak jauh berbeda, yakni BBM Premium yang ada di SPBU ini sudah habis, dan menunggu penurunan BBM, baru kemudian akan mengisi stok lagi.

Apix, warga kota Pagatan yang akan berangkat kerja ke Batulicin, mengaku terkejut dengan menghilangnya Premium eceran hingga Senin (19/1) pagi ini. jika sebelumnya terlihat cukup banyak kios dan toko serta warung warung yang berjejer di pinggiran jalan nenjual Premium dengan harga Rp 9000 perliter, kini lenyap bak ditelan bumi, jerigen yang terpampang tersusun rapi di kios dan warung itu kosong.

"Seharusnya, BBM turun lebih mudah di cari, bukan sulit seperti ini. ini sangat berbeda terbalik, kalau BBM naik, justru BBM mudah dicari" ujar Apik. (ley)


Petani Tanbu Diminta Gunakan Tekhnologi Modern




BATULICIN -  Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), Mardani H Maming meminta para petani agar dapat mengunakan teknologi modern menyusul  disalurkannya berbagai macam bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada mereka. 

Bahkan lebih dari itu, pihaknya tidak ingin masih ada sejumlah kalangan petani yang bekerja menggunakan cangkul untuk mengolah sawah, sementara bantuan Alsintan berupa Hand Traktor dan sejenisnya sudah pernah mereka terima dari pemerintah daerah.  

"Saya tidak ingin petani masih sulit mengolah sawal karena menggunakan cangkul. Dengan adanya Alsintan kami berharap para petani bisa mengolah sawah dengan peralatan modern," kata bupati pada saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Karang Intan, Kecamatan Kuranji  belum lama tadi. 

Penyaluran Alsintan seperti jenis Hand Traktor, tambahnya, adalah bagian dari program pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi petani.  Program ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani di daerah.  

Secara terpisah, Kepala Distanpanak , Abdul Karim melalui Kabid Sarana Prasarana dan Hasil Usaha Agribisnis, Lamijan, mengatakan pada tahun 2015 masih ada 190 handraktor yang akan kembali disalurkan kepada kelompok tani.
Penyaluran bantuan tersebut adalah lanjutan program pemerintah daerah tahun 2014 yang tujuanya tidak lain untuk lebih meningkatkan jumlah produksi petani. 

Dengan adanya handtraktor, diharapkan lahan petani bisa tergarap secara maksimal. Sehingga, tak ada lagi istilah lahan tidur yang tidak dimanfaatkan petani.  

Pada tahun ini pula, tambah Lamijan, Distanpanak juga akan menyalurkan dua unit  mesin penanam padi. Dua unit mesin yang nilainya mancapai kisaran Rp.70 juta tersebut rencana ditempatkan di daerah yang lebih banyak memiliki potensi di sektor pertanian.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan menyalurkan lima unit mesin panen padi . Bantuan mesin panen tersebut dimaksudkan untuk mempercepat sekaligus meningkatkan kualitas gabah kering panen yang dihasilkan petani.
"Mesin Panen Padi  dapat meminimalisir faktor hilangnya jumlah produksi di saat pasca panen. Sebab dengan menggunakan arit (alat pemotong padi secara manual) bisa menyebabkan rontok dan banyak terbuang. Namun dengan mesin panen jumlah hasil panen bisa lebih maksimal," kata Lamijan. (Rel Hum)
Selamat Datang Di Portal Surat Kabar Elektronik Tanah Bumbu (Tanbu Cyber Magazine)

REDAKSI

Foto Saya
Batulicin, Kalsel, Indonesia
Pendiri : Muhammad Fadly Al Faritzi, Penerbit : Edha Kencana Corp. Penasehat Hukum : Novri Aritonang SH, Pemimpin Perusahaan : Chandra.H, Pemimpin Redaksi : M. Fadly A.F, Pusat Data dan Analisis : Rudi. H. Kontributor :Fadly, Rahmiadi, M. Ilham Zulkarnain Alamat Redaksi : Jl Raya Pelajau Komplek Perum. Sampoerna Desa Barokah Simpang Empat Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Email : fadlybatulicin@gmail.com. HP. 081349473347

Mari Kenali Lebih Dekat Bersama Mardani H Maming di WWW.MARDANI-CENTER.COM

 
Support : Creating Website | EDHA KENCANA CORP | Batulicin
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved