News

copyright by Fokus Batulicin @ 2011. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Latest Post

Cuci Darah, Cukup Di RSUD AAN Tanbu

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 23 Januari 2019 | 16.24

fokusbatulicin.com - Pelayanan perdana pasien rawat jalan hemodialisa atau pengguna alat cuci darah di RSUD AAN Tanbu  mulai dilakukan hari ini.
Menurut Direktur RSUD AAN, Dr Arman Jaya, saat ditemui wartawan wartatanbu.co.id Rabu(23/1/19) pagi tadi di ruang Hemodialisa. Pengoperasian alat cuci darah ini diberikan setelah keluarnya sertifikasi dari Perkumpulan  Nefrologi Indonesia (Pernefri) Surabaya,dimana dengan sertifikasi tersebut RSUD Tanah Bumbu telah memberikan pelayanan cuci darah bagi pasien rawat jalan.
"Hari ini ada tiga pasien yang kita layani, meskipun memang ada 4 unit alat cuci darah yang kita miliki, namun untuk pelayanan perdana ini kita gunakan 3 unit,sementara satunya kita siapkan mengantispasi jika terjadi sesuatu,namun kedepannya ke empat alat tesebut akan kita gunakan untuk melayani pasien gagal ginjal,"terangnya
Ia menambahkan,untuk pelayanan cuci darah tersebut,pihak rumah sakit telah menempatkan 4 tenaga perawat,1 Dokter umum dan Dokter spesialis serta dokter konsultan dari RSUD Ulin Banjarmasin. Hemodialisa atau alat cuci darah ini merupakan program pemerintah daerah,khususnya untuk membantu para pasien yang menderita gagal ginjal.
" Mudah mudahan tahun depan kita ada penambahan enam unit alat cuci darah lagi, saat ini kita fokus mempersiapkan ruang Hemodialisa dulu,"terangnya, seraya menambahkan saat ini ada 20 pasien rawat jalan yang membutuhkan penanganan cuci darah rutin
Dengan dioperasikannya  alat cuci darah ini di RSUD Tanah Bumbu ini,maka tentunya pasien rawat jalan tidak perlu lagi melakukan cuci darah ke Kotabaru ataupun Banjarmasin. (Tfb)//foto: detikhealt

Disdag Sidak, Toko "Kadaluarsa" Tutup

Belum lama ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Tanah Bumbu menerima laporan dari masyarakat terkait adanya toko yang masih memajang produk makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa.

Menyikapi laporan masyarakat tersebut, maka Disdagri bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembanguan Suhartoyo, serta Bagian Perekonomian Setda Tanbu, terjun kelapangan mendatangi toko yang dimaksud.

Setelah tiba ditempat tujuan, toko yang dilaporkan tersebut sedang tutup atau libur berjualanPemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri) menghimbau kepada pemilik toko yang menjual produk makanan untuk dapat memperhatikan masa kadaluarsa.

Mengingat produk makanan yang kadaluarsa tersebut berbahaya jika dikonsumsi oleh konsumen.

Selain itu, para konsumen juga dihimbau untuk lebih waspada dan selektif terhadap produk makanan kadaluarsa.

"Kami menghimbau pemilik toko dan juga konsumen untuk selektif melihat masa kadaluarsa saat membeli makanan dan minuman," kata Kepala Disdagri Tanbu, Deny Haryanto melalui Kabid Perdagangan, H Akhmad Heriansyah, Selasa (22/01) di Batulicin.

Selain itu, kepada pemilik toko juga diminta untuk menarik produk makanan yang sudah lewat masa kadaluarsanya sehingga tidak merugikan dan membahayakan konsumen. (Tfb)


10 TANDA MATINYA HATI, NO 6 ........

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 22 Januari 2019 | 20.25

Hati yang mati dapat didefinisikan sebagai hati yang tidak memiliki kehidupan di dalamnya. Hati yang mati tidak akan mengenal Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW, sehingga hati yang mati tidak akan menyembah Allah dan menjalankan perintah-Nya. Ia hanya akan menuruti hawa nafsu dan hanya mengejar dunia. Bahkan ia tidak akan peduli pada amalan baik apa yang sudah ia kerjakan seakan ia bakal hidup di dunia untuk selamanya. Ia tidak akan dapat menerima nasehat baik dan tidak dapat menerima kebenaran yang jelas sudah pasti adanya. Karena Allah telah menutup mata hatinya dan menutup pintu hidayah untuknya. Astaugfirulloh. Berikut beberapa tanda-tanda hati yang telah mati diantaranya:

1. Berani meninggalkan sholat "Tarkush sholah".

Hati yang telah mati tidak akan mengingat Allah sehingga akan berani meninggalkan sholat yang wajib hukumnya. Hati yang berani meninggalkan sholat akan merasa tenang-tenang saja ketika meninggalkan sholat. Padahal perintah untuk wajib untuk melakukan sholat telah tertuang dalam Al Qur'an yaitu:

Dalam QS. Al Baqarah ayat 277:


(إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (٢٧٧


Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati. "

Perintah sholat itu wajib, juga tertuang dalam QS. An-Nisa ayat 103 yaitu:



فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا ١٠٣ 



Artinya: "Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

 2. Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar. "Adzdzanbu bil farhi".

Tenangnya orang yang sedang berbuat dosa dan maksiat itu karena hatinta tidak lagi merasakan jeleknya perbuatan dosa yang dilakukan. Sehingga dosa yang dikerjakan menjadi suatu kebiasaan baginya. Lebih parah lagi dia tidak akan peduli dengan pandangan Allah dan Rasul dan dia tidak akan malu pada manusia serta mengacuhkannya. Dia akan bangga terhadap maksiat yang dilakukannya.

Jika sudah seperti ini dia tidak akan dimaafkan. Sebagaimana berita dari Rasulullah :



كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْـمُجَاهِرِيْنَ، وَإِنَّ مِنَ الْـمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَََّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ عَلَيْهِ فيَقُوْلُ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَة كَذَا وَكَذَا. وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ


"Setiap umatku akan dimaafkan kesalahan/dosanya kecuali orang-orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan. Dan termasuk berbuat dosa dengan terang-terangan adalah seseorang melakukan suatu dosa di waktu malam dan Allah menutup perbuatan jelek yang dilakukannya tersebut2 namun di pagi harinya ia berkata pada orang lain, "Wahai Fulan, tadi malam aku telah melakukan perbuatan ini dan itu." Padahal ia telah bermalam dalam keadaan Tuhannya menutupi kejelekan yang diperbuatnya. Namun ia berpagi hari menyingkap sendiri tutupan (tabir) Allah yang menutupi dirinya."
(HR. Al-Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 7410)

Bila dosa telah menumpuk, hatipun akan tertutup dan mati, hingga ia termasuk orang-orang yang lalai. Allah berfirman:


كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ


Artinya: "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (Al-Muthaffifin: 14)


3. Tidak tersentuh hatinya bahkan menjauhi ayat-ayat Al-Qur'an "Karhul Qur'an".

Hati yang telah mati, ketika disampaikan nasehat dan ancaman Allah ia tidak akan tersentuh hatinya. Dia juga tidak akan terpengaruh, tidak mendengar, lalai membaca Al-Qur'an sehingga berpaling dari Al Qur'an. Padahal AL-Qur'an adalah sebenar-benarnya petunjuk dari Allah untuk menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam QS. Muhammad: 24 yaitu:


أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا 


Artinya: "Maka apakah mereka tidak memper-hatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci." (QS. Muhammad:24)

4. Terus menerus berbuat maksiat. "Hubbul ma'asyi".

Lalai sungguh merupakan penyakit yang berbahaya, ketika ia sudah menajalar dalam hati dan bersarang dalam jiwa manusia maka ia akan menutup hati seorang hamba dan menjadikan anggota badan saling mendukung untuk menutup datangnya hidayah, sehingga hati akan terkunci rapat. Hati yang terkunci rapat akan selalu dapat berbuat maksiat. 
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman: 


(أُولَئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (108


Artinya: "Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai" (QS. An-Nahl:108)

5. Sibuknya mengumpat, fitnah, dan berburuk sangka "Asikhru".

Berbicara itu mudah, yang berat adalah mempertanggungjawabkan apa yang telah keluar dari mulut kita. Sebenarnya apa yang keluar dari mulut kita menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Perkataan yang buruk menunjukkan keburukan kita sendiri dari pada orang yang kita hina. Sedangkan eprkataan yang baik adalah pembuktian kemusliman seseorang. Hendaknya kita dapat memastikan apa yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang baik-baik dan bermanfaat. Sibuknya mengumpat, memfitnah, dan berburuk sangka perlahan-lahan akan menutupi hati dan membuatnya mati.
Berdasarkan Al-Qur'an dalam surat Al-Hujuraat ayat 6 yang berkaitan dengan larangan berburuk sangka dan menggunjing berbunyi sebagai berikut :


(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (٦


Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu".

Hal ini sesuai dengan Al-Qur'an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 11 yang berbunyi sebagai berikut :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (١١


Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim".

Hal juga sesuai dengan Al-Qur'an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (١٢


Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang".

Dalam Al-Qur'an berdasarkan surat Al-Israa ayat 36 yang berbunyi sebagai berikut:

(وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (٣٦ 

Artinya : "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya". 

Dalam Al-Qur'an berdasarkan surat Al-Fath ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut:


بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا (١٢ 


Artinya : "Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selamanya, dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa."

Dalam Al-Qur'an berdasarkan surat Al-Qalam ayat 10 - 11 yang berbunyi sebagai berikut:

وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلافٍ مَهِينٍ (١٠) هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ (١١

Artinya : "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah".

Hal ini juga sesuai dengan Al-Qur'an berdasarkan surat Al-Humazah ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut:


وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (١
Artinya : "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi 
pencela".

 6. Sangat benci dengan nasihat baik dan para ulama "Ghodbul ulamai". 

Orang yang telah tertutup hatinya akan memiliki hati yang membatu, hatinya keras dan tidak mempan dengan berbagai macam nasehat. Ia jugasangat membenci nasihat-nasihat baik dan para ulama. Hati dan anggota tubuhnya sudah tidak bisa menerima kebenaran. Ia mempunyai mata namun untuk melihat yang maksiat dan tidak melihat kebenaran. Mereka punya telinga, namun tidak untuk mendengar kebaikan apalagi mendengar kitabullah serta mereka hanya mendengarkan kebatilan.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩



Artinya: " Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."
(QS. Al-A'raf ayat 179)


7. Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan, dan akhirat "Qolbul hajari".

Hati yang telah mati tidak akan merasa takut walaupun telah ada peringatan tentang kematian, azab kubur, dan azab di akherat nanti. Sungguh hati yang telah mati, tidak akan melihat peringatan-peringatan tersebut. Hati yang tidak memiliki rasa takuts edikitpun akan peringatan-peringatan itu akan menyesal dikemudian hari.

Allah berfirman dalam QS. As-Sajdah / 32:12 yaitu:



وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ


Artinya: "Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), "Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin." (As-Sajdah/32:12)

8. Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa "Himmatuhul bathni".

Sesungguhnya hidup didunia hanyalah sementara. Namun bagi hati yang telah mati, hidup didunia adalah selamanya. Ia tidak akan merasakan bahwa kematian sedang setiap detik sedang mengejarnya. Tanpa peduli juga akan dosa-dosa yang telah ia lakukan. Dia telah terlena pada dunia yang fana dan terlalu mendewakan apa yang ia dapatkan didunia.
Firman Allah SWT :

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٣٢ 

maksudnya : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"  (Surah Al-An'Am ayat 32)

Firman Allah SWT juga dalam al-Quran :


وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الإنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الإنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا 

الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ (١٢٨)وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (١٢٩


Artinya : "Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata; 'Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan, dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.' Allah berfirman.'Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.' Sesungguhnya, Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui. Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan". (Surah al-An'aam ayat 128-129).

Allah SWT juga berfirman:


تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ (٨٣ 



maksudnya : "Kebahagiaan di kampung akhirat itu Kami sediakan hanya bagi mereka yang tidak suka menyombongkan diri dan melakukan kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakw"
(Surah al-Qashash ayat 83).

9. Senang melihat orang susah dan menderita "Anaaniyyun".

Hasud ( dengki ) adalah sikap batin tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya dari orang tersebut.

Rasululloh s.a.w. bersabda :

ﺩَﺏﱠﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْﺩَﺍۤﺀُﭐْﻷُﻣَﻢِﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْﺑَﻐْﻀَﺎﺀُﻭَﺣَﺴَﺪٌﻫِﻲَﺣَﺎﻟِﻘَﺔُﭐﻟﺪﱢﻳْﻦِﻻَﺣَﺎﻟِﻘَﺔُﭐﻟﺸﱠﻌْﺮِ

( ﺭَﻭَﺍﻩُﺃَﺣْﻤَﺪُﻭَﭐﻟﺘﱢﺮْﻣِﺬِﻱﱡ )


Artinya : "Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit-penyakit umat terdahulu (yaitu) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut". (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)


10. Tidak pernah bersyukur kepada Allah "Kufur Nikmat".

Ketika hati telah mati, jelas sulit untuk bersyukur pada Allah barang sedetikpun. Hati yang telah mati akan senantiasa mengeluh dan mengeluh. Ia tidak akan pernah merasa cukup karena tidak pernah ia bersyukur. Kufur lah nikmatnya dan tidak tenanglah hatinya. Melimpahnya harta dan tingginya jabatan tidak pula membuatnya cukup. Maka Allah telah mencabut kenikmatan yang seharusnya ia dapatkan.
Bersyukur merupakan perintah Allah Ta'ala.

Dalam QS. Al-Baqarah: 152 Allah berfirman bahwa:


فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ



Artinya: "Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur." (QS. Al Baqarah: 152)
Pada ayat tersebut Allah memerintahkan khusus untuk bersyukur atas nikmat-Nya.

Sedangkan dalam QS. Adh Dhuha: 11 Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji Allah Ta'ala: 


وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ



Artinya: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)". (QS. Adh Dhuha: 11)

Lain dalam QS. Ali Imran bahwa Allah akan memberikan balasan kepada orang yang bersyukur sebagaimana firman Allah Ta'ala sebagai berikut:

وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ


Artinya: "Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur"
(QS. Ali Imran: 145)

Begitu pula Allah berfirman dalam QS. Ibrahim: 7 sebagai berikut:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


Artinya: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih"
(QS. Ibrahim: 7).

60 Personil Satpol PP/Damkar "Masuk Kandang"



sebanyak 60 personil Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Tanah Bumbu mengikuti Pendidikan Dan Latihan Peningkatan Aparatur Satuan Polisi selama 5 Hari di Kompi BWU 623 Tanah Bumbu.

Diklat tersebut ditandai dengan pemasangan pita secara simbolis kepada peserta diklat sekaligus dibuka Asisten Bidang Administrasi Umum H. Mustaing, kemarin.

Mustaing mengatakan, kegiatan ini merupakan proses pembelajaran melalui pendidikan dan latihan, serta keterampilan sikap dan membentuk perilaku, guna mencapai kompetensi aparatur dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

"Diharapkan melalui kegiatan ini mampu meningkatkan fisik, mental dan disiplin, serta jiwa korsa yang tinggi, bagi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Bumbu, didalamnya termasuk pembinaan teritorial, peningkatan wawasan kebangsaan, mekanisme penegakan peraturan daerah, pelatihan Dalmas, pelatihan PHH, pelatihan PBB dan pengibaran bendera, pelatihan SAR dan pengenalan bahan peledak, maupun pelatihan pembinaan jiwa korsa dan kemampuan perorangan," jelasnya. ( Tfb)


Januari Harga Bahan Pokok Setabil

fokusbatulicin.com - "Jika ditemukan harga diluar kewajaran, maka Disdagri akan melakukan sidak untuk menstabilkan harga," sebut Kepala Disdagri Tanbu, Deny Haryanto, melalui Kabid Perdagangan, H Akhmad Heriansyah, Selasa (22/01) di Batulicin.

Selain bahan pokok, sebut H Heri, yang dipantau pergerakan harganya yaitu bahan penting seperti semen, LPG, dan lainnya.

Untuk bulan Januari 2019 ini, kata H Heri, harga bapok disejumlah pasar tradisional terpantau dalam kondisi stabil.

Terkait rencana kedepannya, sebut H Heri, Disdagri Tanbu akan mengadakan papan informasi digital yang memuat bapok beserta daftar harga. Dimana data tersebut akan selalu update setiap harinya. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu melakukan pemantauan pergerakan harga bahan pokok (bapok) setiap satu minggu sekali.

Pemantauan ini penting dilakukan dalam upaya menstabilkan harga bapok serta kelancaran distribusi barang di pasar-pasar tradisional.

Pemantauan ini dilakukan dibeberapa pasar tradisional di Kabupaten Tanah Bumbu seperti Pasar Harian Kecamatan Simpang Empat, Pasar Bumi Pangeran Kecamatan Kusan Hilir, dan Pasar Sidan Raya di Kecamatan Satui. (Tfb)


2018, BPJS Tenaga Kerja Batulicin Setor 32,4 M

Tahun 2018 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Cabang Batulicin mengaku membayarkan klaim jaminan kepada pesertanya sebesar Rp. 32,4 milyar dalam 3.552 kasus.

Hal ini diungkapkan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batulicin, Aris Priyo Wibowo kepada mc.tanahbumbukab.go.id belum lama ini seraya menambahkab pembayaran tersebut terdiri atas empat program, yaitu, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

"Kami mengharapkan seluruh pekerja atau ahli waris penerima manfaat dapat terbantu hingga dapat mengurangi beban yang dialami setelah terjadinya risiko sosial tersebut seperti kecelakaan kerja maupun meninggal dunia dan lainnya," ungkap Aris.

Berdasarkan catatan BPJS Ketenagakerjaan cabang Tanah Bumbu total pembayaran klaim sebesar Rp. 32,467,595,867.79 dengan total kasus 3.552 tersebut terdiri dari, Jaminan Hari Tua dengan kasus 2.472 dengan santunan sebesar Rp. 25,787,995,930.00, Jaminan kematian dengan kasus 105 dengan santunan sebesar Rp. 2,712,000,000.00. (termasuk 14 tenaga honorer yang terdaftar).

Kemudian, Jaminan Pensiun dengan kasus 607 dengan santunan sebesar Rp. 501,375,841.00 dan Jaminan kecelakaan kerja dengan jumlah kasus 368 dengan santunan sebesar Rp.3,466,224,096.00.

Untuk diketahui jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan 2018 yaitu Badan Usaha/Perusahaan sebanyak 975 perusahaan, tenaga kerja aktif sebanyak 68.217 tenaga kerja, Penerima upah sebanyak 58.778 tenaga kerja, bukan penerima upah sebanyak 3.689 tenaga kerja, dan jasa kontruksi sebanyak 5. 750 tenaga kerja. (Tfb) // foto : mc.tanahbumbukab.go.id


Puskesmas Sebamban 1 Layak PRA

fokusbatulicin.com - Puskesmas Sebamban 1 Kecamatan Sungai Loban dinilai layak dijadikan sebagai Puskesmas Ramah Anak (PRA) di Kabupaten Tanah Bumbu, setidaknya ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Tanbu, Narni.

Hal ini diungkapkan Narni saat melaksanakan monitoring dan verifikasi kesejumlah Puskesmas yang ada di Tanah Bumbu. Hal ini berkaitan dengan upaya Pemkab Tanbu untuk menjadikan Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Indonesia Ramah Anak.

Lebih lanjut Narni, mengatakan Puskesmas Ramah Anak adalah sarana layanan kesehatan yang bisa memenuhi hak-hak anak. Menurutnya ada beberapa kriteria agar bisa PRA yaitu jaminan tersedianya tenaga medis yang memahami tentang hak dan kesehatan anak, tersedianya ruang pelayanan khusus untuk anak dan konseling bagi anak, tersedianya komunikasi informasi dan edukasi (KIE) tentang kesehatan anak, Puskesmas tersebut memiliki ruang laktasi yang higienis dan mampu melaksanakan inisiasi menyusui dini (IMD) untuk Puskesmas yang melayani persalinan, tersedianya ruang bermain bagi anak yang berjarak aman dari ruang tunggu pasien, terdapat poli manajemen terpadu balita sakit (MTBS), pembentukan dan pelaksanaan kelompok pendukung ibu untuk meningkatkan ASI Ekslusif, dan kawasan tanpa rokok.

"sebagian besar atau lima puluh persen sekolah di wilayah kerja Puskesmas UKSnya telah memenuhi klasifikasi standar, UKBM Aktif, tersedianya cakupan pelayanan kesehatan anak meliputi cakupan ASI tinggi, peningkatan asupan gizi, layanan anak sakit HIV Aids, imunisasi dasar lengkap, serta layanan kesehatan reproduksi" beber Narni.

Hal lainnya adalah melihat ketersedianya layanan Terapeutic Feeding Center (TFC), Fasilitas dan advokasi kader kesehatan desa, menerima rujukan anak korban kekerasan, ketergantungan obat, sanitasi lingkungan memenuhi standar kesehatan, dan tersedianya data tentang pemenuhan hak anak yang terpilah sesuai usia, jenis kelamin, serta permasalahan kesehatan. (Tfb)/ foto: kominfo Tanbu

APA ITU QANTHARAH...? QANTHARAH ADALAH

Qantharah, suatu istilah yang mungkin masih asing di telinga kita. Padahal, setiap orang beriman tentu mendambakan diri untuk bisa sampai di qantharah. Bagaimana tidak, qantharah adalah suatu tempat antara surga dan neraka yang dilalui manusia setelah selamat melewati shirath, yaitu jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam. Oleh karena itu, dalam tulisan ini kami akan sedikit membahas tentang qantharah, sehingga siapa pun yang berharap masuk surga, bisa mengenal suatu tempat yang akan dilewatinya, yaitu qantharah.

Hadits tentang "Qantharah"

Setelah orang-orang beriman selamat melewati shirathmereka akan berhenti di suatu tempat bernama "qantharah". Dari Abu Sa'id Al-Khudhri radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَخْلُصُ المُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ، فَيُحْبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيُقَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمُ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمْ فِي دُخُولِ الجَنَّةِ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَأَحَدُهُمْ أَهْدَى بِمَنْزِلِهِ فِي الجَنَّةِ مِنْهُ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا

"Setelah orang-orang beriman diselamatkan dari neraka (selamat melewati shirath, pen.), mereka tertahan di qantharah yang ada di antara surga dan neraka. Maka ditegakkanlah qishash di antara mereka akibat kedzaliman yang terjadi di antara mereka selama berada di dunia. Setelah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diijinkan masuk surga. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh mereka lebih mengetahui tempat mereka di surga daripada tempatnya ketika berada di dunia." [1]

Apakah yang Dimaksud dengan "Qantharah" ??

Para ulama berbeda pendapat tentang "qantharah". Sebagian ulama berpendapat bahwa qantharah adalah bagian paling ujung dari shirath sebelum masuk ke surga. Pendapat ke dua menyatakan bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri yang berbeda dengan shirath, dan letaknya di antara surga dan neraka.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,

الذي يظهر أنها طرف الصراط مما يلي الجنة ويحتمل أن تكون من غيره بين الصراط والجنة

"Yang tampak bahwasannya qantharah adalah ujung dari shirath sebelum surga. Dan ada kemungkinan bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri antara shirath dan surga." [2]

Di antara ke dua pendapat tersebut, pendapat yang lebih tepat adalah pendapat ke dua, yaitu bahwa qantharah adalah jembatan tersendiri dan tidak termasuk bagian dari shirath. Hal ini karena orang yang selamat melewati shirath, berarti dia telah selamat melewati dan melintasi shirath secara keseluruhan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh dalil-dalil yang ada.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ، فَأَكُونُ أَنَا وَأُمَّتِي أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُهَا

"Dan dibentangkanlah shirath di antara dua punggung neraka jahannam. Maka aku dan umatku yang pertama kali melintasinya." [3]

Demikian pula kalau melihat hadits tentang qantharah di atas, maka dijelaskan bahwa orang-orang mukmin telah selamat melewati shirath (secara keseluruhan)[4]

Qishash yang Terjadi ketika Manusia berada di "Qantharah"

Di qantharah, terjadi qishash untuk menghilangkan rasa dendam, hasad dan rasa dengki di antara orang-orang yang beriman. Dan ketika telah bersih, mereka akan masuk ke dalam surga. Allah Ta'ala berfirman,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

"Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." (QS. Al-Hijr [15]: 47]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,"Jika mereka telah melewati shirath, mereka berhenti di qantharah yang berada di antara surga dan neraka. Sebagian mereka pun diqishash atas sebagian yang lain. Ketika telah dibersihkan dan dibebaskan, mereka pun diijinkan untuk masuk ke dalam surga." [5]

Qishash di qantharah berbeda dengan qishash yang terjadi di padang Mahsyar. Qishash yang terjadi di padang Mahsyar bersifat umum, terjadi antara orang beriman dan orang kafir, atau antara calon penduduk surga dengan calon penduduk neraka, atau antara sesama calon penduduk neraka. Qishash ini adalah dengan menyerahkan pahala kepada pihak yang didzalimi; dan jika pahalanya sudah habis, maka dosa pihak yang didzalimi akan diserahkan kepada pihak yang mendzalimi. Sedangkan qishash di qantharah hanya terjadi di antara orang beriman (setelah mereka selamat melewati shirath) untuk menyucikan hati mereka sebelum masuk ke dalam surga.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

فإذا وصلوا إلى الجنة لم يجدوها مفتوحة الأبواب، على خلاف أهل النار، فإنهم إذا وصلوا إلى النار فتحت الأبواب ليسوءهم العذاب والعياذ بالله، أما الجنة فلا تكون مفتوحة الأبواب، وإنما يوقفون هناك على قنطرة، وهي الجسر الصغير فيقتص لبعضهم من بعض اقتصاصاً غير الاقتصاص الأول الذي في عرصات القيامة، فيقتص لبعضهم من بعض اقتصاصاً يزيل ما في صدورهم من الغل والحقد؛ لأن الاقتصاص الذي في عرصات القيامة اقتصاص تؤخذ فيه الحقوق، وربما يبقى في النفوس ما يبقى، لكن هذا الأخير اقتصاص للتطهير والتهذيب والتنقية، حتى يدخلوا الجنة وما في صدورهم من غل.

"Jika mereka sampai ke surga, pintu surga masih tertutup. Berbeda dengan penduduk neraka. Ketika mereka sampai di neraka, pintu neraka dibuka sehingga mereka langsung merasakan adzab. Adapun surga, maka pintunya masih tertutup. Mereka menunggu di qantharah, yaitu suatu jembatan yang kecil. Sebagian mereka pun diqishash atas sebagian yang lain, dengan qishash yang berbeda dengan qishash yang pertama terjadi di padang Mahsyar. Mereka diqishash untuk menghilangkan rasa dendam dan rasa dengki. Hal ini karena qishash yang terjadi di padang Mahsyar bertujuan untuk mengembalikan hak (yang didzalimi atau dirampas, pen.), dan terkadang masih tersisa rasa (dendam) di hati. Qishash yang ke dua ini adalah qishash untuk mensucikan dan membersihkan (apa yang ada di dalam hati), sehingga mereka pun masuk surga tanpa ada rasa dengki dalam hati mereka." [6]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah melanjutkan penjelasan beliau,

وبهذا نجمع بين النصوص الواردة بأن هنا اقتصاصين، الاقتصاص الأول في العرصات ويقصد منه أخذ الحقوق، وهذا الاقتصاص الأخير والمقصود به التنقية والتطهير من الغل.

فإن قال قائل: أفلا يحصل ذلك بأخذ الحقوق؟ قلنا: لا، فلو أن رجلاً اعتدى عليك في الدنيا ثم أخذت حقك منه، فإنه قد يزول ما في قلبك عليه وقد لا يزول، فإحتمال أنه لا يزول وارد، لكن إذا هذبوا ونقوا بعد عبور الصراط ودخلوا الجنة على إكمال حال، قال تعالى: (وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَاناً عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ) (الحجر: 47)

"Dengan demikian, kita gabungkan dalil-dalil yang ada bahwa terdapat dua qishash. Qishash pertama terjadi di padang Mahsyar dan dimaksudkan untuk mengembalikan hak (pihak yang didzalimi, pen.). Qishash yang ke dua (di qantharah) ini dimaksudkan untuk membersihkan dan mensucikan (hati) dari rasa dendam. Jika ada yang bertanya, bukankah hilangnya dendam sudah terwujud dengan dikembalikannya hak? Kami katakan, tidak. Seandainya ada seseorang di dunia yang merampas hakmu, kemudian Engkau mengambil kembali hakmu dari orang tersebut, maka terkadang hilanglah apa yang ada dalam hatimu (misalnya rasa dendam atau dengki, pen.) dan terkadang tidak hilang. Maka ada kemungkinan bahwa belum hilang (rasa dendam tersebut, pen.). Akan tetapi, jika rasa dendam ini dibersihkan dan dihilangkan, maka mereka pun masuk surga dalam keadaan yang sempurna. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), 'Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.'" [7]

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam.

***

Diselesaikan setelah isya', Sint-Jobskade Rotterdam NL, Jumat 11 Dzulhijah 1436

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

___

Catatan kaki:

[1] HR. Bukhari no. 6535.

[2] Fathul Baari, 5/96.

[3] HR. Bukhari no. 806.

[4] Al-Imaan bimaa Ba'dal Maut, hal. 250-251.

[5] Majmu' Fataawa, 3/147.

[6] Syarh Al-'Aqidah As-Safariyaniyyah, 1/477 (Maktabah Syamilah).

[7] Syarh Al-'Aqidah As-Safariyaniyyah, 1/477 (Maktabah Syamilah).

Artikel ini dikutip dari Muslim.or.id




Selamat Datang Di Portal Surat Kabar Elektronik Tanah Bumbu (PT. Media Fokus Batulicin, Tanbu Cyber Magazine)

REDAKSI

Foto saya
Batulicin, Kalsel, Indonesia
Penerbit : PT. MEDIA FOKUS BATULICIN. SK Menteri Hukum dan Ham RI No AHU -2459644. AH.01.01. TAHUN 2015. Penasehat Hukum : Novri Aritonang SH, Pemimpin Perusahaan & Pemimpin Redaksi : Muhammad Fadli, Pusat Data dan Analisis : Rudi. H. Redaktur : M. Ilham Zulkarnain. Devisi Periklanan : Ayu Hapsari. Kontributor : Didi, Iwan, Ewin. Anto. Ilham. Alamat Redaksi : Jl. Manggis Kelurahan Batulicin. No 212 Rt 8 Kab. Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Email : fadlybatulicin@gmail.com.
 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved