News

copyright by Fokus Batulicin @ 2011. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Latest Post

ADVERTORIAL Pemkab Tanam Ribuan Pohon Di Pantai Angsana

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 30 Oktober 2014 | 14.03


BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) mulai menanam ribuan pohon di kawasan Pantai Angsana, Kecamatan Angsana yang menjadi salah satu ikon wisata daerah.  
 
Ribuan jenis pohon yang ditanam di lokasi tersebut antara lain pohon Palm, Pohon Glodokan, Pohon Tanjung dan Pohon Angsana yang sifatnya dapat lebih memperindah suasana pemandangan obyek wisata.  
 
"Sedikitnya ada 1500 bibit pohon yang ditanaman di Pantai Angsana. Dengan tanaman pohon ini diharapkan lebih memperindah suasana pemandangan pantai," kata Kepala Disporabudpar, Drs. H M Thaha, M.Pd pada saat melakukan penanaman pohon di Pantai Angsana kemarin.
 
Thaha pun menambahkan, tidak hanya Pantai Angsana  yang menjadi target pemerintah dalam upaya pengembangan obyek wisata di daerah. Namun obyek wisata yang lain seperti kawasan Pantai Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir dan keberadaan  Gua Bukit Bangkai di Kecamatan Mantewe juga menjadi terget pengembangan wisata selanjutnya.  
 
Pengembangan obyek wisata yang saat ini dilakukan melalui program penanaman pohon pada dasarnya dimaksudkan untuk lebih meningkatkan daya tarik wisatawan. Program ini sesuai dengan visi dan misi bupati yang menginginkan daerah Tanbu menjadi ikon kota wisata terbesar di wilayah Kalimantan Selatan seiring berjalannya program ekonomi kerakyatan.
 
Atas dasar visi dan misi bupati tersebut, katanya, pihak Disporabudpar akan terus berupaya melakukan pembenahan agar potensi wisata didaerah Tanbu juga menjadi sektor obeyk wisata unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
 
Berbagai upaya pembenahan yang dilakukan itu antara lain berupa perbaikan dan penambahan fasilitas pengunjung seperti pebuatan pendopo, pembangunan gazebo, pos penjagaan, dan fasilitas WC umum serta tempat-tempat berjualan souvenir yang secara tidak langsung akan dapat menumbuhkan sektor usaha kecil masyarakat lokal.     
 
Terkait program penanaman pohon, menurut Thaha, adalah bagian Program Penghijauan Sadar Wisata dan Sapta Pesona agar masyarakat sekitar turut peduli menjaga kelestarian dan keindahan pantai angsana.  Ini juga sekaligus bagian promosi terhadap lokasi wisata Pantai Angsana yang cukup terkenal di wilayah Kalimantan Selatan dengan keindahan bawah lautnya.  
 
Menanggapi kegiatan tersebut, Bupati Tanbu Mardani H Maming melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. H.M. Riduan menyatakan sangat berterimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya warga Desa Angsana yang turut berpartisipasi menjaga keindahan Pantai Angsana.
 
Partisipasi ini adalah wujud kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya keberadaan lokasi objek wisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dimasa datang.
 
"Gerakan penghijauan jangan terhenti sampai disini saja. Untuk itu pemerintah daerah juga akan terus membuka diri bagi pihak-pihak swasta yang ingin turut mengembangkan potensi objek wisata,"katanya.(Adv/relhum)
 
KETERANGAN :

FOTO 1. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir.H.M. Riduan saat melakukan penanaman pohon di Pantai Angsana Kecamatan Angsana. Ribuan pohon ditanam dikawasan pantai Angsana untuk memperindah pemandangan  objek wisata tersebut.

FOTO 2. Pantai Angsana Kabupaten Tanah Bumbu menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Selain pantainya yang indah, wisatawan juga dapat melihat keindahan wisata bawah laut berupa terumbu karang yang mempesona.
 


Pengelola Koperasi dinilai Kurang Transparan

Tanah Bumbu -
Sejak berdiri dan beroperasi, pelaksanaan pembagian persentase pembagian dana bagi hasil untuk warga oleh Koperasi Jasa Sebamban Baru Mandiri (SBM) dinilai tak sesuai.

Berdasarkan Surat Rekomendasi yang diterbitkan oleh Pjs Kades Sebamban Baru Nomor 050/-/Sbb/II/2014 Tanggal 19 Februari 2014, yang ditujukan kepada Pimpinan PT Borneo Indo Bara
Menyebutkan bahwa Koperasi Jasa Sebamban Baru Mandiri (SBM) adalah benar milik masyarakat Desa Sebamban Baru Kecamatan Sungai Loban.
Dalam surat tersebut, Pjs Kades Sebamban Baru memohon pihak perusahaan PT BIB agar berkenan bekerjasama dalam hal pengadaan armada angkutan batubara, karena hasil yang diperoleh akan dibagikan oleh koperasi kepada para warga.

Adapun pembagian hasil tersebut, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh pihak koperasi menyebut, untuk anggota koperasi akan mendapatkan sebanyak 40 persen, untuk pengurus 5 persen, Aparatur Desa 5 persen, masyarakat 40 persen, tempat ibadah 5 persen dan untuk dana cadangan sebanyak 5 persen.

Informasi yang diperoleh dari warga menyebut, dari 720 Kepala Keluarga warga Desa Sebamban baru, cuma 400 KK saja yang dapat bagian, itu pun nilainya tak sesuai dengan total hasil yang diperoleh oleh koperasi.
Demikian pula dengan para anggota koperasi yang berjumlah sekitar 200 orang mendapat bagian tak sesuai pula.

Menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan, selama koperasi tersebut berjalan, dirinya cuma 3 kali menerima, yaitu sebesar Rp 25 ribu 2 kali dan Rp 50 ribu sekali, padahal kegiatan koperasi sudah berjalan selama 6 bulan.
"Seingat saya, baru 3 kali menerima hasil pembagian, 2 kali Rp 25 ribu dan satu kali sebesar Rp 50 ribu," ujarnya, Rabu (29/10/14).

Pjs Kades Sebamban baru, Fahrudin saat ditemui, Rabu (29/10/14) mengaku terkejut dengan adanya keberatan warga tersebut.
"Saya sendiri tidak tahu bila ada warga yang keberatan, karena selama ini yang saya tahu untuk pembagian hasil lancar - lancar saja," sebut Fahrudin.

Sementara Ketua Koperasi SBM, Kusnan Effendi saat dikonirmasi terkait adanya warga yang tidak mendapatkan dana bagi hasil berdalih telah membagikan dana bagi hasil tersebut kepada warga yang berhak dan terdaftar didalam naungan koperasi.
"Ada sebanyak 570 Kepala Keluarga yang kami berikan dana bagi hasil tersebut.Diluar itu memang ada warga yang terdaftar pada koperasi lain, karena bila tak salah ada sejumlah 4 koperasi untuk Desa Sebamban Baru yang masing masing punya program berbeda," jelasnya.

Ditambahkannya, untuk Koperasi Sebamban Baru Mandiri mempunyai 238 anggota dan menaungi 570 Kepala Keluarga dengan mendapatkan hasil sebesar 40 persen dari total penghasilan koperasi.
"Karena ini baru berdiri dan berjalan, pada intinya sesuai visi misi kami selaku pengurus koperasi, diusahakan tiap warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan, meskipun sedikit dan itu akan bertambah seiring berkembangnya program koperasi nanti," tambahnya.

Terkait dengan tidak sesuainya nilai bagi hasil yang diterima oleh warga, Kusnan beralasan dana tersebut dipotong untuk keperluan operasional petugas dilapangan.
"Untuk besaran nominalnya saya tidak tahu, namun yang jelas bila ada pembayaran dari pihak perusahaan, setelah dipotong biaya operasinal maka dana untuk warga diserahkan pada masing masing Ketua RT untuk membagikannya," pungkasnya.

Sayangnya, apa yang disampaikan oleh Kusnan Efendi disanggah oleh salah satu warga lainnya yang mengatakan, kinerja dan tata cara pembagian dana bagi hasil tersebut tidak sesuai persentasinya.
Menurut warga tersebut, sebagai anggota koperasi dirinya menilai keberadaan koperasi SBM takkan bertahan lama, terlebih dengan sistem dan tata cara pelaksanaanya yang tak sesuai dengan apa yang disampaikan kepada masyarakat.

"Akan kita lihat dulu perjalanannya beberapa bulan kedepan, karena nantinya akan kita audit untuk membuktikan adanya penyimpangan dan ketidakberesan kinerja koperasi," ujarnya.(MIZ)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pedagang Dilarang Berjualan Diatas Trotoar -Satpol PP Gelar Penertiban PKL

BATULICIN – Para pedagang khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL) dihimbau untuk tidak menjadikan trotoar sebagai tempat berjualan. Himbauan tersebut seiring dengan upaya Pemerintah KabupatenTanah Bumbu (Pemkab Tanbu) untuk mewujudkan tatanan kota agar terlihat rapi dan bersih.

Hal tersebut seiring pula dengan keinginan Pemkab Tanbu untuk menjadikan kota Batulicin terlihat indah dan menjadi kota yang nyaman bagi penduduknya.

Demikian dikatakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Tanah Bumbu, Drs.H. M. Idj'rai, M.Pd pada saat melakukan penertiban sekaligus sosialisasi kepada para PKL dan pengguna jalan, Rabu (29/10) didampingi Kasatpol PP dan Linmas Tanbu, Drs. Herlambang.

Menurut H.M. Idj'rai, trotoar dibangun agar dapat memudahkan para pejalan kaki. Bukan digunakan untuk menjadi tempat berjualan bagi PKL bahkan dijadikan sebagai tempat parkir.
Lebih lanjut, dikatakan H.M. Idj'rai pemerintah daerah sedang giat-giatnya melaksanakan pembangun infrastruktur.

Seperti pelebaran jalan, penataan perkotaan, pembangunan drainase serta trotoar.

Untuk itu, diminta kepada semua pihak agar dapat secara bersama-sama menjaga bangunan tersebut sehingga dapat bertahan dan berfungsi dengan lama.

"Sangat disesalkankan jika trotoar yang baru saja selesai pengerjaannya tersebut rusak dan tidak bertahan dengan lama karena diatasnya dijadikan tempat berjualan bagi PKL dan tempat parkir," Ujar H.M. Idj'rai.

Sementara itu, Kasi Ops dan Penindakan pada Satpol PP dan Linmas Kabupaten Tanah Bumbu, Sarmidi,S.Sos selaku Ketua Rombongan pelaksanaan penertiban PKL mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut dalam rangka melakukan penertiban terhadap para pedagang yang berjualan diatas trotoar dan melebihi badan jalan.

Hal tersebut seiring dengan upaya pemerintah daerah untuk menata wilayah perkotaan agar terlihat rapi dan tidak terkesan kumuh.

Terkait pelaku pelanggaran, dikatakan Sarmidi pihaknya akan memberikan teguran kepada para pedagang untuk tidak berjualan diatas trotoar dan bahu jalan. Jika teguran tersebut tetap dilanggar maka akan dilakukan tindakan yang lebih berat seperti penyitaan barang dagangan.

Adapun kegiatan penertiban PKL tersebut dilaksanakan oleh Tim Gabungan terdiri dari Dinas Tata Kota dan Bangunan (Distabanan), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Dinas Pasar dan Kebersihan (Dispashan), Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP dan Linmas), serta Kecamatan Simpang Empat. Sedangkan tempat yang menjadi kawasan penertiban PKL yaitu disepanjang Jalan Raya Batulicin, Pusat Niaga Bersujud, Jalan Raya Tungkaran Pangeran Pasar Sabtu, dan Jalan Transmigrasi Plajau Kecamatan Simpang Empat.

Terkait pelaksanaan razia PKL, tim gabungan dibagi menjadi dua tim untuk melakukan pengawasan dan tindakan disejumlah jalur yang telah ditentukan sebelumnya. Penertiban PKL tersebut dimulai sejak jam 09.00 wita sampai 13.00 wita. Kemudian dilanjutkan kembali pada jam 14.00 wita sampai dengan jam 17.00 wita.

Himbauan jangan berjualan diatas trotoar jalan harus segera dilakukan. Hal tersebut seiring dengan gencarnya pemerintah daerah melakukan pembangunan infrastruktur disegala bidang. Jika tidak diatur dari sekarang, maka kedepannya akan susah untuk ditertibkan dan akan menimbulkan masalah baru kedepannya nanti. (relhum)

Kuota BBM Nelayan Bakal Ditambah.



Tanah Bumbu -
Untuk memperlancar aktivitas nelayan dan meningkatkan kesejahteraannya, Dinas Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu akan ajukan penambahan kuota BBM Bersubsidi buat para nelayan.

Bertempat diruang pertemuan Kantor Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu areal Pelabuhan PPI, Selasa (28/10/14) diadakan pertemuan dan pembahasan terkait penambahan dan penggunaan BBM bersubsidi buat para nelayan.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu, Ir Bakhriansyah MM mengatakan, penambahan kuota bbm bersubsidi ditujukan untuk para nelayan laut dan petani tambak/budidaya yang tidak memiliki SPBN didaerah tinggalnya.
"Ada 3 SPBN yang melayani bbm untuk para nelayan, namun itu tidak mencukupi. Untuk itu, kita akan arahkan mereka di tiap SPBU yang berada diwilayah Kabupaten Tanah Bumbu," jelasnya.

Masih menurut Bakhriansyah, untuk mendapatkan bbm bersubsidi tersebut di SPBu itu nantinya para nelayan akan diberikan Surat Rekomendasi yang diterbitkan oleh Disperindagkop Tanah Bumbu.
"Berbeda dengan sebelumnya rekomendasi dikeluarkan oleh beberapa pihak.Untuk yang akan datang melalui satu pintu, yakni dari Disperindagkop," tambahnya.

Pertemuan yang dihadiri oleh Kadis beserta para Kabid Dinas Kelautan dan HNSI beserta anggota, nelayan laut dan petani tambak/budidaya tersebut membahas cara pengaturan pengambilan bbm ditiap SPBU, apakah oleh nelayan atau perkelompok, atau oleh bagian lain yang khusus menangani pengambilan dan penyalurannya. 

Sementara Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Tanah Bumbu, HM Kasim sangat menyambut gembira atas rencana yang digagas oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu.
Disebutkannya, para nelayan yang bernaung di bawah bendera HNSI sangat kekurangan bbm untuk melakukan aktivitas dilaut. Dengan penambahan kuota tersebut diharapkan bisa mensejahterakan kehidupan para warga nelayan. Hanya saja menurutnya, untuk pengambilan bbm harus disertai dengan surat surat kapal yang masih berlaku.
"Untuk menghindari adanya penyimpangan, alangkah baiknya tiap pengambilan bbm di SPBU para nelayan harus menyertakan surat-surat kapalnya sebagai bukti bahwa mereka memang memerlukan bbm tersebut untuk kelaut," ujar Kasim.

Hanya saja menurut Kasim, tidak semua nelayan mempunyai kapal, dan tidak semua kapal yang mempunyai kelengkapan surat menyurat, hingga bila tak disertai dengan hal tersebut maka penyalahgunaan bbm bersubsidi bisa saja terjadi.
"Bila dengan hanya memiliki Kartu Nelayan bisa mendapatkan bbm bersubsidi di SPBU, takutnya akan disalahgunakan nanti," pungkasnya.(M12) 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Batu Bacan: Batu Mulia Istimewa dari Maluku Utara, ‎Ternate

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 25 Oktober 2014 | 12.12


Dari sekian banyak kekayaan alam yang dihadirkan di Maluku Utara, adalah bacan sebuah nama pulau, nama kerajaan, sekaligus juga nama batu mulia yang telah melambungkan namanya ke mancanegara. Untuk yang terakhir itu, bacan sebagai nama jenis batu mulia telah tersohor hingga ke luar negeri bukan hanya di masa sekarang melainkan sejak abad pertengahan dimana kawasan ini menjadi pusat rempah-rempah dunia.

Meski pamor batu bacan menguat beberapa tahun belakangan di kalangan peminat batu mulia namun sebenarnya orang di kawasan empat kerajaan Maluku (Terante, Tidore, Jailolo, dan Bacan) sudah mengetahui jauh sebelumnya. Nama pulau penghasil batu bacan sendiri adalah Pulau Kasiruta. Akan tetapi, penisbahan nama bacan diawali dari tempat pertama kali batu itu diperdagangkan, yaitu Pulau Bacan yang tidak seberapa jauh jaraknya dari Pulau Kasiruta.

Batu bacan merupakan 'batu hidup' karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam bentuk cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.

Sebagai contoh, batu bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah lagi dalam proses 'pembersihan' sehingga menjadi hijau bening seperti air. Untuk mempercepat proses tersebut  biasanya pemilik batu bacan akan terus-menerus memakainya hingga berubah warnanya.

Tidak hanya mampu 'hidup' berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunya muncul bintik-bintik emas.

Kemampuan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok. Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang harganya sangat mahal serta kurang logis bagi orang awam.

 Penambangan batu bacan sendiri di Pulau Kasiruta tidaklah mudah karena perlu penggalian tanah hingga lebih dari 10 meter. Penambang batunya perlu mencari di tanah terdalam demi mencari urat-urat galur batu bacan. Meski lebih identik dengan warna hijau, batu bacan sebenarnya memiliki ragam warna lain seperti kuning tua, kuning muda, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan, keunguan, coklat, bahkan juga beragam warna lainnya hingga 9 macam.

Batu bacan diketahui telah menjadi perhiasan hampir setiap warga sejak masa empat kesultanan (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) di Maluku Utara, baik itu oleh pria maupun wanita. Bahkan, batu bacan terbaik menjadi penghias mahkota para sultan yang masih ada hingga saat ini seperti pada mahkota Kesultanan Ternate. Sering pula batu ini menjadi hadiah bagi tamu yang menyambangi pulau-pulau di Maluku. Tahun 1960 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Pulau Bacan dihadiahi warga di sana berupa batu bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat, yaitu Barrack Obama berupa cincin batu bacan saat berkunjung ke Indonesia.

Apabila Anda menyambangi Ternate, Tidore, Jailolo, atau pun Pulau Bacan maka pastikan mendapatkannya untuk sebuah cenderamata. Akan tetapi, perlu kecermatan memilih atau mintalah saran orang yang memahaminya terkait keasliannya. Hindari pula membeli batu bacan 'mati' yang dibentuk jadi mata kalung atau mata cincin dimana terkadang batu tersebut tidak akan proses lagi.

Sebagai panduan singkat bahwa jenis batu bacan berkualitas yang umum dikenal dan beredar di pasaran ada dua, yaitu bacan doko dan bacan palamea. Bacan doko kebanyakan berwarna hijau tua sedangkan bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan. Nama palamea dan doko sendiri diambil dari nama desa di Pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut memiliki deposit batu bacan cukup banyak selain di desa Imbu Imbu dan Desa Besori. Batu bacan sendiri merupakan jenis batu krisokola yang kebanyakan berwarna hijau kebiruan. Kekerasan awal batu ini berkisar antara 3-4 pada skala Mohs. Batu Bacan berkualitas adalah yang telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasannya mencapai 7 pada skala Mohs. Batu bacan yang sudah memproses alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah. ‎

ADVERTORIAL Bupati Bersama DPRD Tandatangani Nota KUAPBD Dan PPAS Tahun 2015

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 24 Oktober 2014 | 15.33


BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUAPBD) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2015.

Menyusul ditandatanganinya KUAPBD tersebut Mardani berharap, dokumen KUA PPAS itu bisa menjadi pedoman bagi jajaran  pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai acuan pembahasan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2015.   

 "Dengan KUPBD ini artinya pemerintah daerah sudah mempunyai arah rancangan program pembangunan daerah yang akan dilaksanakan tahun depan," kata Mardani H Maming usai penandatanganan nota kesepakan tersebut.  

Penetapan KUAPBD tahun 2015, jelas bupati, merupakan amanat dari Undang-Undang nomor :25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional yang setiap pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyusun KUAPBD pada masing-masing daerah.

Penyusun KUAPBD sendiri, tambah bupati, pada dasarnya merupakan salah satu tahapan dari proses penyusunan APBD Tanah Bumbu  Tahun 2015. KUAPBD ini disusun sebagai pedoman dalam menentukan arah kebijakan anggaran dalam kurun waktu satu tahun.

"Isi dari KUAPBD adalah memuat kerangka ekonomi makro daerah, asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan APBD, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah, dan kebijakan pembiayaan daerah," katanya. 

Berdasarkan KUAPBD tersebut pendapatan sebesar Rp.1,295.333.685.833.00. Dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.104.024.882.012.00, dana perimbangan Rp.816.700.362.035.00, dan pendapatan daerah lainya yang sah Rp.374.608.441.786.00.

Sedangkan belanja sebesar Rp.1.579.993.104.200.69. Berasal dari belanja tidak langsung sebesar Rp.649.505.717.506.00 dan  belanja langsung  sebesar Rp.930.487.386.694.69.

Dari pendapatan dan belanja tersebut pemerintah daerah mengalami defisit sebesar Rp.284.659.418.367.69. Namun hal ini tertutupi dengan adanya penerimaan pembiayaan daerah lainya sebesar Rp. 284.659.418.367.69.

Pada hari yang sama, Rapat paripurna DPRD dalam rangka penandatanganan nota kesepakan KUAPBD dan PPAS tahun anggaran 2015 kemudian dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD dalam rangka penyampaian enam raperda tahun 2014.

Ke enam raperda tersebut antara lain Raperda tentang retribusi tempat rekreasi dan olah raga, Raperda tentang perubahan kedua atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 1 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum, dan Raperda tentang retribusi perpanjangan ijin memperkerjakan tenaga kerja asing.

Ditambah lagi dengan Raperda tentang perubahan kedua atas Perda nomor: 17 tahun 2007 tentang pembentukan, kedudukan, tugas pokok, dan sususan organisai lembaga teknis daerah, Raperda tentang perubahan ketiga atas Perda nomor: 14 tahun 2007 tentang pembentukan, kedudukan, tugas pokok, dan susunan organisasi sekretariat daerah dan sekretariat DPRD, serta Raperda tentang retribusi Rumah Potong Hewan (RPH).

Ke enam Raperda tersebut, diharapkan  dapat menjadi bahan acuan pembahasan lebih lanjut bagi DPRD. Sehingga setelah ditetapkan menjadi sebuah Perda, produk hukum tersebut menjadi dasar kuat pelaksanaan program pembangunan yang lebih baik di masyarakat.      

Seperti adanya Raperda tentang retribusi tempat rekreasi dan olah raga. Raperda tersebut diharapkan menjadi dasar hukum yang kuat untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pengelolan retribusi daerah. Tentunya retribusi tersebut akan diberlakukan bagi siapa saja baik pribadi maupun badan hukum yang menyediakan sarana rekreasi dan olahraga bagi masyarakat.

Demikian pula dengan adanya Raperda tentang retribusi RPH. Raperda ini diharapkan kedepanya menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah daerah untuk menaungi keberadaan RPH yang saat ini mulai banyak di manfaatkan masyarakat.

"Sama halnya dengan tujuan pengusulan Raperda yang lain. Harapan kami, pihak DPRD dapat menyetujui ke enam raperda tersebut untuk dijadikan Perda sebagai dasar pelaksanaan program pembangunan yang lebih baik di masa yang akan datang," tegas bupati. (Adv/relhum).

Keterangan :

FOTO 1. Bupati Tanbu, Mardani H Maming bersama Ketua DPRD Tanbu H. Supiansyah ZA, SE,MH  menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUAPBD) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2015 pada saat Rapat Paripurna di DPRD Tanbu.

FOTO 2. Bupati Tanbu Mardani H Maming saat penyampaian enam raperda tahun 2014 pada saat Rapat Paripurna dihadapan Anggota DPRD Tanbu.



PT MJIS Bantah Beroperasi.

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 22 Oktober 2014 | 07.54



Tanah Bumbu -
Adanya keresahan warga 3 desa, yaitu Desa Sarigadung, Mekarsari dan Manunggal yang protes dan menduga adanya aktifitas kembali dilakukan oleh PT Meratus Jaya Iron & Steel, dibantah oleh pihak perusahaan.

Menurut Kepala Security PT MJIS, Mangku Aslan menyebut, Senin (20/10/14), kegiatan aktivitas pengolahan bijih besi dihentikan sejak Tanggal 10 Oktober kemaren, karena sudah ada kesepakatan yang terjadi antara warga dengan pihak perusahaan yang dimediasi oleh BLHD Tanah Bumbu beberapa waktu lalu.

Sebelumnya memang ada klaim dan protes warga terkait pencemaran udara yang ditimbulkan oleh cerobong asap pabrik milik PT MJIS, namun adanya pertemuan dan kesepakatan pada akhir September lalu yang menyatakan bahwa, jika managemen PT MJIS tak bisa menghilangkan pencemaran udara tersebut, maka pada Tanggal 10 Oktober segala kegiatan akan dihentikan.
"Tak ada kegiatan sejak tanggal 10 kemaren, yang ada cuma pembersihan dan service alat sambil menunggu pesanan pengganti sparepart mesin yang rusak," jelas Mangku.

Ditambahkannya, adanya semburan asap hitam yang dikeluhkan oleh para warga, itu adalah dampak dari kegiatan bersih bersih dan service alat mesin pabrik.
"Mungkin adanya endapan yang keluar saat kita melakukan pembersihan, hingga mereka menduga aktivitas pabrik kembali berjalan.Yang jelas, kami tidak beroperasi, karena selain menunggu komponen mesin pengganti juga ketiadaan bahan baku," pungkasnya.(MIZ)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Langit Langit Pasar Manunggal Kembali Ambruk.

Written By Fokus Batulicin on Senin, 20 Oktober 2014 | 20.13

Tanah Bumbu -
Meskipun sudah diserah-terimakan dan akan diresmikan, bangunan Pasar Manunggal Blok A Karang Bintang kembali mengalami kerusakan.

PT Meratus Jaya Utama selaku pelaksana proyek bernilai hampir Rp 5 milyar tersebut diduga bermasalah dan tersandung pailit, hingga pengerjaannya pun molor dan banyak kekurangan sana sini.
Selain molornya waktu penyelesaian, kualitas bangunannya pun diragukan, karena banyaknya kerusakan yang terdapat dibeberapa bangunan.
Adapun kerusakan awal antara lain, ambruknya langit langit bangunan, amblasnya pondasi tanah hingga menyebabkan retaknya lantai, serta rusaknya rolling door kios hingga tidak bisa difungsikan.

Kepala Desa Manunggal, Pairan mengungkapkan, akan melaporkan hal tersebut kepada Dinas Pasar, terkait kembali ambruknya langit-langit bangunan pasar tersebut.
"Saya akan laporkan dan koordinasi dengan pihak Dinas Pasar, apalagi bangunan itu belum difungsikan dan diresmikan," sebutnya.

Menurut Kasi Pengembangan dan Pembangunan Dinas Pasar Tanah Bumbu, Ronne Haryadi ST menyebut, setelah proyek pembangunan pasar tersebut diserah-terimakan kepada Dinas Pasar, maka untuk pengelolaannya diserahkan lagi kepada pihak desa.
"Untuk pengelolaan dan penggunaannya, kami serahkan kepada pihak desa," ujarnya, Senin (20/10/14) usai memeriksa keadaan lokasi pasar yang langit-langit bangunannya kembali ambruk.  

Masih menurut Ronne, karena proyek itu sudah diserahterimakan ke Dinas Pasar dan diserahkan lagi pengelolaannya kepada pihak desa, maka segala kerusakan yang kembali terjadi bukan tanggungjawab pihak kontraktor lagi, namun untuk perbaikannya tetap akan dikoordinasikan dengan pihak kontraktor.
"Akan dihitung dulu materialnya, berapa yang diperlukan untuk memperbaikinya, dan ada kemungkinan bahannya akan kita ganti," pungkasnya.(MIZ)

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selamat Datang Di Portal Surat Kabar Elektronik Tanah Bumbu (Tanbu Cyber Magazine)

REDAKSI

Foto Saya
Batulicin, Kalsel, Indonesia
Pendiri : Muhammad Fadly Al Faritzi, Chandra H, Edy Wardana. Penerbit : Edha Kencana Corp. Penasehat Hukum : Novri Aritonang SH, Pemimpin Perusahaan : Chandra.H, Pemimpin Redaksi : M. Fadly A.F, Redaktur Pelaksana : Akbar Maulana, Pusat Data dan Analisis : Rudi. H (Dir. LSM Lintah Indonesia,Staff Redaksi : Tato S, Iwan, Didi, Rahmiadi ,Haryadi, Eliza Rosliani S, Fatharani, Akbar M. Photographer : Avix, Alamat Redaksi : Jl Raya Pelajau Komplek Perum. Sampoerna Desa Barokah Simpang Empat Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Telp (0813) 4947 3347 Email : fadlybatulicin@gmail.com

Mari Kenali Lebih Dekat Bersama Mardani H Maming di WWW.MARDANI-CENTER.COM

 
Support : Creating Website | EDHA KENCANA CORP | Batulicin
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved