News

copyright by Fokus Batulicin @ 2011. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Latest Post

Mendagri : " Masih Banyak Konsumen Diperdayai"

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 20 Maret 2019 | 09.18

Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/03). Kegiatan itu dirangkai dengan  Pameran Perekonomian yang diikuti oleh lembaga yang memiliki layanan pengaduan konsumen seperti instansi pemerintah, lembaga perlindungan konsumen, BUMN/BUMD, operator telekomunikasi dan perbankan. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat peringatan Harkonas menyatakan masih banyak konsumen yang diperdayai. Karenanya, perlu adanya upaya dari pemerintah untuk mendorong industri agar lebih bertanggung jawab.

"Makin lama konsumen itu sudah mengetahui hak-haknya. Dan cukup banyak konsumen yang masih dalam tanda kutip diperdayai atau apa yang dibeli tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan," kata Mendag.

Mendag juga menekankan edukasi soal hak konsumen. Peringatan Harkonas bisa dijadikan momentum bagi konsumen untuk lebih mengetahui hak-haknya.

"Lalu kita mendorong para produsen untuk bertanggung jawab, karena kalau mau berusaha dengan baik, maka penuhi janji dan komitmennya. Kalau tidak, maka pada satu titik dia akan ditinggal oleh konsumennya," ujarnya.

Selain pameran, juga akan dilakukan peresmian Kantor/Unit Metrologi Legal, Launching Juru Ukur Timbang, Pemberian Penghargaan Pemda Terbaik Peduli Konsumen dan Peresmian Pasar.

Puncak acara rencananya dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2019, yang akan menghadirkan Presiden RI Joko Widodo beserta 3.000 orang konsumen untuk minum kopi bersama.

Dalam Kegiatan itu Bupati Tanah Bumbu yang juga turut  menghadiri peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas), berharap kegiatan ini berdampak positif terhadap perkembangan Dunia Perekonomian di Daerah. ( TFB// Foto : ist)

Ready Kambo, Awali Kerja Dengan Silaturrahmi

fokusbatulicin.com - Setelah dilantik pada Minggu 17 Maret 2019 lalu di Banjarmasin, Ia mulai bekerja di Ruang Wakil Bupati, di Lantai 3 Kantor Bupati pada Selasa (19/03/2019) pagi. 

Wakil Bupati Tanah Bumbu H Ready Kambo yang baru saja dilantik mengawali hari kerjanya dengan bersilaturrahmi dengan sejumlah pejabat di lingkup Pemda Kab. Tanah Bumbu.

IMG_20190319_111307

Ia juga secara khusus, menerima kunjungan Staf Ahli Bupati, Asisten dan Kabag di lingkup Sekretariat Daerah untuk bersilaturrahmi diruang kerjanya

Setelahnya berdiskusi sebentar di ruangannya, ia bersama para pejabat yang ada berkeliling ke ruangan-ruangan di Kantor Bupati.

IMG_20190319_110823

Diantaranya ke ruangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, 9 Bagian pada Sekretariat Daerah, Perusahaan Daerah dan Radio Swara Bersujud.

Ia juga menyempatkan menyapa para Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruangan-ruangan yang dikunjunginya, sembari dengan santai, berdiskusi ringan tentang kondisi yang dihadapi.

IMG_20190319_110259

Ready Kambo juga berpesan untuk para ASN yang ditemuinya untuk terus memberikan pelayanan terbaiknya. (TFB/ foto : ist)

1000 Pohon, Ditanam Di Hari Bakti Rimbawan

Written By Fokus Batulicin on Senin, 18 Maret 2019 | 16.59

fokusbatulicin.com - 1000 pohon ditanam dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 36 Tahun 2019 di Kabupaten Tanah Bumbu. 1000 pohon itu disebar di Desa Sari Mulya, Kecamatan Mantewe, penanaman pohon diawali oleh Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, HM Thaha, (16/03) pagi.

Kemudian dilanjutkan oleh TNI, Polri, Pimpinan SKPD, Camat, Kades, pihak Perusahaan, pemerhati lingkungan, pelajar, dan masyarakat.

IMG_20190316_143915

Kepala KPH Kusan, diwakili Kepala Seksi Perlindungan Hutan, Dawan, S.Hut, MP, mengatakan peringatan Hari Bakti Rimbawan merupakan agenda rutin tahunan yang diperingati setiap tanggal 16 Maret sejak tahun 1983.

Adapun tema yang diangkat pada peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 36 Tahun 2019 yaitu Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat.

Tema tersebut sejalan dengan semangat dan misi keberadaan serta jati diri dari rimbawan dalam perjuangan pembangunan kehutanan dan lingkungan.

"Pembangunan kehutanan dan lingkungan ini sebagaimana ditegaskan oleh Presiden RI Joko Widodo pada April 2018 lalu, bahwa reklamasi dan rehabilitasi hutan besar-besaran dimulai dari tahun 2019," sebutnya.

Untuk itulah, maka harus dilakukan gerakan penanaman secara nasional diseluruh Indonesia.

Ia menambahkan, rehabilitasi dan penanaman pohon ini diorientasikan untuk penyelamatan danau, waduk, pemukiman, serta penyediaan kayu rakyat, dan berbagai manfaat ekonomi lainya bagi tabungan masyarakat dimasa depan.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan kegiatan penanaman pohon di Hari Bakti Rimbawan ke 36 di Tanah Bumbu terlaksana atas kerjasama KPH Kusan, Pemda Tanah Bumbu, dan pihak lainya.

Adapun jenis pohon yang ditanam yaitu pohon trembesi, mahoni, dan tanjung.

"Semoga kegiatan penanaman pohon ini menjadi pelopor dalam melestarikan lingkungan sekitar dan tempat tinggal kita," sebutnya.

IMG_20190316_143828

Sementara itu, Staf Ahli Bupati HM Thaha, menyampaikan permohonan maaf ketidakhadiran Bupati Tanbu dan Sekda pada acara Hari Bakti Rimbawan ke 36 dikarenakan sedang melaksanakan tugas diluar daerah.

Namun, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para rimbawan yang merupakan sosok yang teguh, tangguh, kuat dan disipilin dalam perjuangan pembangunan kehutanan dan lingkungan.

"Atas nama pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, menyambut baik dan sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan penanaman pohon ini sebagai langkah menjaga keberlangsung ekosistem hutan di daerah ini, serta ikut melaksanakan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 7 Tahun 2018 tentang gerakan Revolusi Hijau," sebutnya.

Selanjutnya berkenaan dengan kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, juga menghimbau kepada para pemerhati dan seluruh lapisan masyarakat, mari bergabung bersama-sama turut serta mewujudkan hutan dan lingkungan alam yang baik dan lestari. ( TFB/ foto : Ist)

Ready Kambo Resmi Dilantik

fokusbatulicin.com -  H. Ready Kambo resmi dilantik Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor atas nama Menteri Dalam Negeri RI, sebagai Wakil Bupati Tanah Bumbu mendampingi Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor.

Pelantikan "dihari libur" ini dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila bersamaan dengan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tabalong,  (17/03), di Banjarmasin.

Sejumlah Pejabat Forkopimda Tanah Bumbu, Anggota DPRD Tanah Bumbu, para Kepala SKPD, para camat, lurah dan Kepala Desa dilingkungan Pemkab Tanah Bumbu serta sejumlah pejabat instansi vertikal juga menghadiri kegiatan pelantikan.

IMG_20190317_195906

Dengan demikian, Ready Kambo resmi menjadi Wakil Bupati Tanah Bumbu pada sisa masa jabatan priode 2016-2021 setelah mengisi kekosongan Wakil Bupati kurang lebih selama 8 bulan.

Dia menggantikan Wakil Bupati Tanbu H. Sudian Noor yang naik menjadi Bupati definitif setelah mundurnya Mardani H. Maming sebagai Bupati Tanah Bumbu ditengah periode kepemimpinan berjalan.

IMG_20190317_195840

Setelah melantik, Gubernur Kalimantan Selatan mengingatkan para Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik agar senantiasa melanjutkan estafet kepemimpinan didaerahnya. Serta mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik. Serta mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Di kesempatan itu dia mengingatkan bahwa jabatan yang dipegang saat ini adalah sebuah mandat rakyat.

"Jabatan tersebut adalah amanah rakyat tentu tidak mudah menjaga kepercayaan tersebut," kata Paman Birin.

Sebelumnya lanjut dia, para Bupati dan Wakil Bupati sudah menempuh sebuah proses demokrasi yang panjang. Hingga dilantik hari ini.

Proses tersebut tambahnya merupakan awal perjuangan untuk mewujudkan cita cita memajukan daerah serta memakmurkan rakyatnya.

Terkait dengan kebijakan dalam menjalankan program pembangunan dia pun berharap agar tetap dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebutnya lagi, berdasarkan undang-undang maka setiap kepala daerah dan wakilnya wajib menjalankan program yang sudah digariskan pemerintah pusat.

"Melalui pelantikan ini kita semua berharap penuh sebagai Kepala Daerah dan Wakilnya yang dipilih langsung oleh rakyat maka saudara juga wajib menjalankan pemerintahan sesuai keinginan atau aspirasi rakyat," tandasnya.

"Hal ini perlu harmonisasi dalam menyusun kebijakan daerah. Maka itu jalankanlah tugas tugas secara profesional serta optimalkan kewenangan yang saudara miliki," tutupnya.

Untuk diketahui, Ready Kambo merupakan putra kelahiran Majene Sulawesi Barat 12 April 1941, berpasangan dengan Husna R Kambo (Almh), dengan memiliki 4 orang putra dan 2 orang putri.

Sebelumnya, lelaki alumni Universitas Hasanuddin Makassar ini sudah lama berkarir di lembaga Kejaksaan Agung RI, dengan mengakhiri masa purna tugas tahun 1997 sebagai Kasubbag TU di Pusdiklat Kejaksaan Agung RI (TFB/ Foto : Ist)


1.955 Peserta Pawai Ta’aruf Meriahkan Pembukaan MTQ S Loban.

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 16 Maret 2019 | 08.24

fokusbatulicin.com - Pelaksanaan pawai ta'aruf MTQ ke XVI Tingkat Kecamatan Sungai Loban berlangsung sangat meriah.

Sebanyak 1.955 peserta pawai ta'aruf dari 15 Desa se-Kecamatan Sungai Loban memadati lapangan Desa Biduri Bersujud, Jum'at (15/03/2019).

Peserta pawai ta'aruf dilepas langsung oleh Camat Sungai Loban, Samsir, didampingi Anggota DPRD I Wayan Sudarma, Ketua TP-PKK Sungai Loban, Unsur Muspika, lintas sektoral, Ketua MUI Sungai Loban, dan perwakilan Perusahaan di wilayah Kecamatan Sungai Loban.

Pada saat pelepasan pawai, Camat Sungai Loban, Samsir, dalam sambutanya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan MTQ di Kecamatan Sungai Loban.

Pada kesempatan itu pula, Camat mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Sungai Loban untuk menjaga persatuan dan kesatuan sehingga harmonisasi di Kecamatan Sungai Loban tetap terjaga. ( TFB/foto:ist)

IMG-20190315-WA0019


34 Club Futsal Berlaga Di PWI Tanbu CUP I

Sebanyak 34 Club Futsal yang ada di Tanah Bumbu dan juga berasal dari Luar Kabupaten Tanah Bumbu, ikut andil dalam ajang penjaringan Kejuaraan Futsal tingkat Provensi ( Porprov) melalui Kompetisi Futsal Kabupaten PWI Cup I, yang digelar di gedung Futsal Tamara BKW, (15/3) tadi.

Antusias peserta ini mendapat Apresiasi yang tinggi dari Ketua PWI Tanah Bumbu, Muhammad Fadli Munakif. Ia berharap ajang kompetisi ini bisa membawa manfaat positif bagi Prestasi dan perkembangan dunia olahraga di Kabupaten Bumi Bersujud. Tentunya hal itu akan diharapkan dengan adanya kegiatan semacam ini, akan terus melahirkan calon bintang futsal yang baru, yang juga mampu mengharumkan nama Bumi Bersujud di kancah Nasional.

" kita harapkan ini dimanfaatkan dengan baik, sehingga ketika lolos dari ajang penjaringan ini, mereka para atlit dapat mengembangkan talentanya di tingkat provensi hingga ke tingkat nasional" ucapnya.

Fadli sapaan Ketua PWI Tanah Bumbu ini menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan bidang olahraga pada organisasi Jurnalistik ini. selain Bidang Olahraga, diketahui juga saat ini Bidang Pendidikan PWI Tanbu sedang melakukan persiapan peluncuran "Program PWI Masuk Sekolah" yang akan digeber mulai pekan depan Bulan Maret ini ke sejumlah sekolah sekolah yang ada di Tanah Bumbu.

Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor, diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik, H Muhammad Thaha membuka secara resmi PWI Tanbu Futsal Cup 2019, Jum'at (15/03/2019) bertempat di Lapangan Futsal Tamara Sport Center Batulicin.

Futsal Cup 2019 ini digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka pencarian atlet berbakat khususnya pada olahraga futsal.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Tanbu Bidang Pemerintahan dan Kesra, HM Thaha saat membacakan sambutan tertulis Bupati Tanbu berpesan kepada tim yang bertanding untuk dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Selain itu, dengan digelarnya Futsal Cup ini, sebutnya, bukan hanya dijadikan sebagai wahana menjalin silaturahmi saja, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian PWI Tanah Bumbu untuk turut mensukseskan program di bidang keolahragaan khususnya melalui olahraga Futsal.

"Semoga kegiatan ini dapat menjaring bibit olahragawan yang berkualitas dan mampu mengharumkan nama daerah," ucapnya. ( TFB//foto ist)





"

Dua Mesjid Di Selandia Baru Mendapat Serangan Hebat

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 15 Maret 2019 | 15.47

fokusbatulicin.com  | Serangan teror beruntun melanda setidaknya dua masjid di Christchurch,  kota terbesar di Pulau Selatan Selandia Baru dan pusat wilayah Canterbury. Serangan teror terhadap mesjid di Dean's Road dan Linwood Avenue ini setidaknya menewaskan sembilan orang.

Polisi Selandia Baru mengkonfirmasi ada beberapa korban. Petugas polisi juga mengatakan satu tersangka ditahan, tetapi situasinya masih berlanjut dan ini adalah situasi penembak aktif.

Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan itu adalah "situasi yang sangat serius dan gawat" serta memperingatkan warga untuk tidak meninggalkan rumah mereka. "Tutup pintumu sampai kau mendengar kabar dari kami lagi," kata Bush.

Seorang pria yang berada di masjid selama insiden itu mengatakan kepada TVNZ bahwa dia kehilangan istrinya, yang juga berada di masjid pagi ini, sejak penembakan. Pria itu, menggunakan kursi roda dan menyelamatkan dirinya ke tempat parkir, menuturkan kisah mengerikan tentang pagi menjelang salat Jumat, 15/3/19 itu.

Dia mengatakan dia berada di ruang samping dan imam baru saja memulai khotbahnya ketika penembakan dimulai. "Sangat damai, tenang dan sunyi, seperti saat khotbah dimulai, Anda bisa mendengar suara jepitan bergesek.

Lalu tiba-tiba penembakan dimulai. Itu dimulai di ruang utama ... Saya berada di ruang samping, jadi saya tidak melihat siapa yang menembak tetapi saya melihat bahwa beberapa orang berlari ke kamar saya di mana saya berada, saya melihat beberapa orang berlumuran darah di kamar mereka. tubuh dan beberapa orang pincang. Pada saat itulah saya menyadari bahwa semuanya benar-benar serius.

Jadi saya mencoba keluar juga dan mendorong diri saya ke belakang di mana mobil saya berada, dan dari sana saya mendengar suara tembakan, itu berlangsung enam menit atau lebih, saya bisa mendengar teriakan dan tangisan, saya melihat beberapa orang jatuh mati, beberapa orang sedang melarikan diri, saya berada di kursi roda, jadi saya tidak bisa ke mana-mana.

Dia melakukan pembantaian di dalam masjid."

Pria itu kemudian menggunakan kursi roda kembali ke masjid setelah penembakan berakhir, berusaha menemukan istrinya, dan membantu orang lain.

"Saya mendorong diri saya kembali ke masjid. Di sebelah kanan, saya melihat sekitar 20 orang lebih, ada yang mati, ada yang menjerit. Di sebelah kiri ada 10 plus orang, ada yang mati.

Saya melihat peluru di lantai, ratusan."

Wilayah kota Christchurch terletak di pantai timur Pulau Selatan, berpenduduk 404.500 jiwa, kota terpadat ketiga di Selandia Baru di belakang Auckland dan Wellington.

Informasi ini dikutif dari media MoeslimChoice

Mengenal Sosok Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 13 Maret 2019 | 08.43

Lebih mudah menerima kelebihan dari mengakui kekurangan pribadi. Rendah diri, banyak orang yang bisa melakukan. Namun tidak semua orang mampu merendahkan diri serendah-rendahnya. Serendah bumi; diinjak, dihina dilupakan. Pembaca yang budiman, rubrik sirah kali ini mengangkat kehidupan Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Ulama kharismatik "penyambung" garis dakwah bumi Hadramaut di Indonesia. Berikut rangkumannya.

Cucu ke 13 dari Syekh Abubakar bin Salim lahir sejak lahir fajar Senin, 4 Muharram 1383 (27 Mei 1963) dari pasangan Zahra binti Ahmad dan Muhammad bin Hafidz. Bakat dan kecerdasan Umar dalam ilmu agama sudah tampak sejak kecil. Ia hafal al-qur'an sejak masih kanak-kanak. Berkat didikan yang baik di lingkungan sains, iman dan akhlaq mulia, ia pun tumbuh sebagai pemuda yang bergemar bagi ulama terkenal, seperti ayahanda beliau, yang saat itu menjadi mufti Tarim, Habib Muhammad bin Alwi bin Syihab, Habib Munshib Ahmad bin Ali bin Syekh Abi bakar, Habib Abdullah bin Syekh Alaidrus, Habib Abdullah bin hasan bilfaqih (ahli tarikh) Habib Umar bin Alwi Al-Kaf (Ahli tarikh dan lughat) Habib Ahmad bin Hasan Al Haddad, termasuk saudaranya sendiri, Habib Ali Masyhur bin Hafidz. juga Habib Salim Assyatiri, Syekh Mufti Fadl bin Abdurrahman Bafadl,

Sejak usia muda selain giat menimba ilmu beliau juga mengajar dan berdakwah. Habib Umar bin Hafidz mulai mengajar dan berdakwah sejak usia 15 tahun sambil terus menimba ilmu.

Saat tekanan komunis bertambah sengit memerintah bumi, Hadramaut beliau memutuskan pindah ke daerah Baydo 'Yaman. Peristiwa ini terjadi pada awal Shafar 1402 / Desember 1981. Di Baydo 'dia tetap melanjutkan belajar pada pengasuh Ribath Al Haddar Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar dan Habib Zein bin Smith. Dia sangat bersemangat berdakwah dan membuat halaqah keilmuan, meminta berdakwah di daerah-daerah pedalaman Baydo ', Hadidah dan Taiz. Kota terakhir ini sering dikunjungi untuk menimba ilmu dari Al-Allamah Al Musnid Habib Ibrahim bin Umar bin Aqil.

Kekejaman penguasa komunis memang sangat dirasakan di kalangan ulama Tarim sejak Habib Umar masih kecil. Saat itu semua ulama Tarim, termasuk ayahanda Habib Umar wajib lapor setiap hari. Pengajian-pengajian ulama selalu dibayangi todongan senjata penguasa. Namun demikian hal itu tidak menyurutkan Habib Muhammad yang dikenal ulama vokal. Meskipun memberikan ceramah dengan todongan pistol di kepala, dia tetap berbicara kebenaran, sampai terjadilah berita penculikan beliau.

Kejadian penculikan Habib Muhammad berawal saat kompilasi mengundang Habib Umar (kala itu masih menunggu sekitar 9 tahun) pergi melaksanakan shalat Jum'at di masjid Jami 'Tarim. Sesampainya di dalam masjid, kompilasi menunggu adzan Duhur, tiba-tiba Habib Muhammad dijemput oleh dua orang polisi. Kemudian dia dibawa ke markas polisi yang dibetukan dengan Masjid Jami 'Tarim. Sebelum meninggalkan Habib Umar, Habib Muhammad mengambil surban beliau sebagai tanda bahwa beliau akan segera kembali.

habib-munzir

Namun hingga sholat Jum'at usai, Habib Muhammad tidak kembali. Sejak saat itu tidak ada kabar tentang beliau. Tidak diketahui pula kapan pun ia wafat dan di mana dimakamkan. Polisi penguasa komunis, setiap kali bertemu dengan Habib Ali Masyhur, kakak Habib Umar, bertanya, "Kemana ayahmu?"

Peristiwa ini begitu melekat dalam ingatan Habib Umar, karena saat itu dia bersama terakhir dan menyaksikan ayahanda dia tercinta.

Setiap kali Habib Umar mengadakan jalsah (pengajian) di lapangan depan masjid Jami 'ini, beliau melihat kantor polisi yang dilengkapi dengan masjid jami', dan setiap kali itu pula dia teringat peristiwa tragis tersebut.

Ketika Habib Umar nyantri di baydo ', beliau sangat dihormati oleh masyarakat. Hal ini terjadi di samping menimba ilmu dia juga melakukan dakwah. Dikisahkan suatu hari dia didatangi para pemuda Baydo '. Dengan nada mengejek mereka bertanya kepada beliau, "ya Habib apakah boleh main sepak bola?" Habib Umar menjawab, "Boleh." "Kalau begitu harus ikut kami," Habib Umar pun mengabulkan permintaan mereka. Berangkat bersama ke lapangan bola. Saat tiba di lapangan anehnya bukan kemudian dia ikut main bola, diminta menggelar sajadah di pinggir lapangan dan kembali membaca kitab. Melihat hal ini pemuda-pemuda menjadi sungkan. Merekapun mulai simpati kepada beliau dan mendapat kehormatan beliau.

Suatu hari kompilasi akan bertanding mereka datang ke Habib Umar dan ingin mengundang dia dengan alasan agar lebih semangat. "Teman-teman suka berkelahi kalau Habib tidak ikut," ucap pemimpin mereka. Habib Umar menolak dengan alasan mereka menggunakan celana pendek dan itu berarti membuka aurot. Akhirnya mereka memutuskan menggunakan celana panjang tanpa disuruh Habib Umar. Ketika sampai di lapangan, Habib Umar melakukan hal yang sama. Menggelar sajadah dan membaca buku.

Kesederhaan dan keseriusan Habib Umar dalam menuntut ilmu sangat tinggi. Lihat saja kamar Habib Umar kompilasi nyantri di Baydo 'yang hanya terdiri dari 2 x 3 dzira' sekitar 1 x 1,5 m. kamar itu hanya cukup untuk duduk dan tempat buku. Bahkan untuk tidur saja sangat susah.

baca juga: Kisah Karomah dan Akhlak Mulia Habib Sholeh Tanggul

baca juga: Kisah Dakwah Habib Ahmad Alatas Maula Pekalongan Yang Penuh Inspirasi

baca juga: Kisah Hidup Habib Ahmad bin Smith, Diskusiaru Islam Abad Kedua Belas

 

Berangkat ke Haramain

Pada awal Rajab 1402 / April 1982, beliau berangkat ke Haramain dan belajar di Habib Abdul kadir bin Ahmad Assegaf, dan Al Arif billah Habib Ahmad Masyhur bin Toha Alhaddad, Habib Abubakar Attos bin Abdullah Al Habsyi. Dia juga mengambil ijazah dari Syekh Yasin Al-Padani (asal Padang-Sumatera) dan As-Sayyid Muhammad bin Alwy Al-Maliki.

Pada tahun 1413 H / 1992 M beliau pindah ke Syihr, Hadramaut. Selama mukim di sana dia mengajar dan berdakwah hingga berdatangan banyak santri-santri beliau dari berbagai penjuru Yaman serta Asia. Di samping itu dia juga pernah tinggal dan berdakwah di Omman selama kurang lebih. Kemudian beliau pindah ke Tarim dan menetap di sana sekarang.

Pada tahun 1993 Habib Umar berkenan hadir di Indonesia. Kedatangan beliau ini terjadi atas permintaan almarhum Habib Anis bin Alwi bin Ali al-Habsyi Solo untuk Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf di Jeddah. Menurut Habib Anis, dengan kunjungan Habib Umar ini diharapkan tetap ada hubungan garis dakwah seperti persetujuan pada jaman yang lampau di mana banyak ulama Hadramaut yang datang ke Indonesia.

Dia mulai mendirikan pondok Darul Mustofa pada tahun 1414 H / 1994 M. dan diresmikan pada hari Selasa 29 Dzulhijjah 1417 H / 2 Mei 1997, begitulah terus berdatangan murid-murid dari berbagai penjuru dunia.

Berdasarkan pendidikan di Darul Mustofa. Pertama , mengambil ilmu syariat dan hal yang dibahas dari para ahlinya dengan sanad yang bersambung. Kedua , menjaga jiwa dan melatih akhlaq. Ketiga , membahas ilmu yang bermanfaat dan berdakwah ke jalan Allah Swt.

Meski Habib Umar dikeluarkan dari tempat yang dibuka. Tarim, Hadhramaut. Namun gema dakwahnya sampai ke Mekah, Madinah, Oman, Bahrain, Yordania, beberapa negara di Afrika. India, Malaysia. Amerika, Inggris, Kanada, India, Pakistan, Indonesia, Singapura, Brunei, Srilanka, Kenya dan Tanzania dan lain-lain. Dalam sebagian kunjungan itu. CNN, BBC, dan stasiun TV Bahrain mengambil kesempatan untuk mewawancaraarainya. Selain berdakwah, Habib Umar juga aktif menghadiri pertemuan ulama internasional seperti Muktamar Majma 'Buhuts Islamiy di Al-Azhar Mesir dan sebagainya.

Sebagai ulama dan muballigh, tutur katanya lembut dan pengetahuan agamanya cukup luas.  Namun, sorot matanya tajam dan raut mukanya selalu tampak bercahaya. Dan, ketika berceramah, ia bisa berubah menjadi „singa podium" yang berapi-api. Kalimat demi kalimat meluncur dengan suara lantang. Meski begitu ia tidak pernah menyinggung golongan atau pihak lain, apalagi menyakiti dengan kata-kata. la selalu menekankan pentingnya kebersihan hati, pengamalan, ilmu, dan berdakwah di jalan Allah.

Di samping sebagai dai, Habib Umar juga penulis yang produktif. Karya-karyanya tidak sebatas ilmu fiqih. la juga mengarang beberapa kitab tasawuf dan maulid. Kitab yang ditulis, antara lain, Diyaul Lami ' (tentang Maulid Nabi SAW), Dhakhirah Musyarafah (fiqih), Hadits Muhtar (hadits), Nurul Iman, Durus Sab'ah(Nahwu), Khulasah Madad An-Nabawi(dzikr), Tsaqafatul Khatib (pedoman khutbah).

 

Lima Kisah

Berikut ini kami tampilkan beberapa kisah seputar kepribadian Habib Umar dan keluarga beliau. Sungguh menakjubkan. kesederhanaan dan kebersahajaan begitu mudah dalam setiap prilaku Habib Umar.

Kisah pertama. Suatu saat, seorang tukang masak memberikan pesantren memberikan anggur seuntai dari sekian banyak anggur yang diperuntukkan bagi para santri ke Zainab, putri Habib Umar yang mengunjungi 7 tahun. Zainab bertanya, "Ini milik santri atau bukan?"

"Makan sajalah anggur itu. Tidak ada masalah jika kamu ambil. "Jawabnya.

Kemudian Zainab membawakan anggur untuk ditanyakan, Habib Umar. Beberapa saat kemudian dia datang dan berkata, "Kata ayah, jika ini milik santri maka tidak boleh diambil. Jika anggur ini makanan yang tersisa maka aku bisa menerima. "Putri kecil ini pun menerima anggur itu tanpa mencicipinya sedikit pun.

Kisah kedua. Suatu saat, kompilasi Habib Umar datang dari bepergian, Muhammad (putranya yang pergi 8 th) tengah bermain dengan anak tetangga. Kemudian Muhammad membuat teman mainnya menangis. Mengetahui hal tersebut Habib Umar mengundangnya. Muhammad dibawa masuk ke dalam kamar, berdua, dimarahi dengan cara yang tidak biasa. Habib Umar memukul ekor dengan surban. Sambil berlinang air mata Habib berkata, "Wahai Muhammad anakku, apakah akan diminta ayahmu ini ke dalam neraka dengan tindakanmu?"

"Tidak, ayahku." Jawab Muhammad dengan terisak penuh penyesalan.

Kisah ketiga. Dulu sebelum ada Darul Mustofa, santri yang diambil dari Indonesia diletakkan di beberapa tempat yang terpisah. Malah sebagian disewakan rumah. Pada musim dingin dia meminta kepada santri apakah meminta selimut, santri menjawab tidak punya wahai Habib. Kemudian Habib Umar pulang dan mengambil selimut dan memberikan kepada para santri tersebut.

Kisah Empat. Sebelum memiliki santri seperti sekarang ini, konon Habib Umar suka bepergian ke pasar menggunakan mobilnya. Di pasar dia menawarkan jasanya untuk mengangkut barang bawaaan orang yang dibeli. Kemudian orang-orang tersebut ia antarkan sampai ke rumah dangan bawaannya. Tanpa meminta bayaran dengan ikhlas beliau mengantarkan ke depan rumah sambil meminta keluarga orang tersebut dan memintanya untuk pergi shalat dan memberkan nasihat agama. Inilah salah satu strategi dakwah beliau.

Kisah pertemuan. Sebelum ada Darul Musthofa, di Tarim, kira-kira tahun1993, saat itu di Tarim listrik baru nyala jam 5 sore hingga jam 11 malam. Selebih jam 11 malam santri menghabiskan mesin diesel. Suatu saat dieselnya tidak diaktifkan atau rusak. Santri Tidak menghiraukan diesel yang mati atau rusak tersebut. Tiba-tiba diesel menyala dengan sendirinya. Para santri kaget dan melihat keluar, ternyata memperbaiki diesel itu adalah Habib Umar sendiri. Tampak Habib Umar berlepotan oli mesin diuangkan.

Itulah sekelumit kesederhanaan dan keikhlasan dakwah seorang alim yang mengamalkan ilmunya, dan telah menghasilkan ribuan kader muballigh yang berdakwah di segenap penjuru dunia. Dia termasuk salah satu dari segelintir 'ulama akhirat' yang masih eksis, di tengah jumlah besar "penjual" akhirat demi kepentingan sesaat.

sumber: cahaya nabawiy

Selamat Datang Di Portal Surat Kabar Elektronik Tanah Bumbu (PT. Media Fokus Batulicin, Tanbu Cyber Magazine)

REDAKSI

Foto saya
Batulicin, Kalsel, Indonesia
Penerbit : PT. MEDIA FOKUS BATULICIN. SK Menteri Hukum dan Ham RI No AHU -2459644. AH.01.01. TAHUN 2015. Penasehat Hukum : Novri Aritonang SH, Pemimpin Perusahaan & Pemimpin Redaksi : Muhammad Fadli, Pusat Data dan Analisis : Rudi. H. Redaktur : M. Ilham Zulkarnain. Devisi Periklanan : Ayu Hapsari. Kontributor : Didi, Iwan, Ewin. Anto. Ilham. Alamat Redaksi : Jl. Manggis Kelurahan Batulicin. No 212 Rt 8 Kab. Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Email : fadlybatulicin@gmail.com.
 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved