Home » » 51 Jenis Karang Ditemukan di Laut Tanah Bumbu

51 Jenis Karang Ditemukan di Laut Tanah Bumbu

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 27 Maret 2011 | 14.13

BATULICIN- Ekosistem terumbu karang merupakan fenomena kekayaan sumberdaya alam pesisir dan laut yang mempesona serta memberikan manfaat yang berlimpah bagi kehidupan manusia, yang harus dijaga dan dilindungi karena berfungsi sebagai sumberdaya hayati ikan dan non ikan yang hidup di perairan laut.




Berdasarkan hasil pengamatan, sekaligus pemberian nama yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan perikanan Tanah Bumbu bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan, Tim Unit Selam Unlam, FPIK Unlam, Pemuda Sahabat Laut Angsana (PSL), Penyuluh Perikanan (BP3KPD Kab. Tanah Bumbu) dan Kelompok Nelayan Tanah Bumbu di Tahun 2007 dan 2008 lalu, ditemukan sedikitnya 51 jenis terumbbu karang yang hidup secara bebas di laut Tanah Bumbu, dan hingga kini perlu perhatian dan pengawasan secara Khusus untuk menjaga kelestariannya.

Sejumlah terumbu karang yang ditemukan di Desa Sungai Loban diantaranya Karang Batubaru, Karang Luar tanjung, karang Mondo, Karang Tanjung Batu. Kemudian, di Desa Sungai Dua Laut : Karang Sungai Dua Laut, Karang SUngai Pandang, karang Penyulingan, karang mangkok, karang Samudera, karang kandang Haur, karang Goa-Goa, Karang Wa Hasan, Karang SUngai bakau, karang Lola, Karang batu Mabelae, Karang katoang, karang Ira, Karang batu magucci, karang bagusung, karang Pakanrebalango, karang gusung, Karang H Seneng, karang Ambo gemmi, Karang Batu tengah, karang W Semang, karang batu mangalai, Karang Batu Baronang, karang batu Anugerah, karang bejangan.

Sementara jenis karang-karang lainnya yang ditemukan di Desa Bunati Angsana diantaranya Karang Kima, Anak karang Kima, karang batu Anjir, Karang batu Sepunggur, Karang Batu bajangan, Karang Penggadungan, karang Teraban kecil, karang Ibu, karang Sampai nampat, karang batu Penyaungan, karang batu pelampung, Karang Batu Goa, karang Muara, karang Batu Suling, karang batu Pohon, Karang Batu Pandang, karang Batu Pinunggul, karang Batu Tahi, Karang Cemara labat, karang mangkok, karang Batu Cepa, Karang Batu Muara.

“untuk Pengawasan dan pemeliharaan kita lakukan setiap hari oleh penjaga pantai yang tersebar di seluruh kawasan pantai, melalui kelompok pemerhati pantai yang ada di setiap desa. Sementara guna meningkatkan jumlah terumbu karang, dan menggantikan terumbu karang yang telah mati kami terus melakukan transplantasi dan mengawasinya” Ujar kepala Dinas Kelautan perikanan Tanah Bumbu Ir. Bakhriansyah MM.
Kegiatan pemantauan dan pemelihara transplantasi karang ini dilakukan pada Karang Kima bertempat di perairan laut Angsana Kabupaten Tanah Bumbu. Dengan melibatkan pihak terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Tanah Bumbu, Penyuluh Perikanan, Unit Selam Unlam, aparat desa, tokoh masyarakat dan tokoh nelayan setempat. Karang Kima merupakan karang terluas yang terletak persis di lokasi perairan laut desa Angsana kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di depan Pantai Angsana yang berjarak ± 3,5 km dari bibir pantai.

Karang ini memiliki bermacam keindahan yang sangat menawan hati dengan luas ± 10 ha. Pada saat pasang surut terendah karang ini muncul ke permukaan air laut, sehingga pada daerah rataan terumbu (reef plat) sebagian besar mengalami kerusakan. Namun, di bagian lembah (reef slove) masih banyak karang yang tumbuh dengan suburnya. Karang Kima mempunyai kedalaman berkisar antara 0 – 10 m dengan kisaran kedalaman pada reef plat (rataan terumbu) ± 0 - 4 m dan ± 4 – 10 m pada slove plat (lembah terumbu). Kecerahan air yang pernah diukur mencapai ± 2 – 7 m tergantung kondisi arus dan gelombang dengan salinitas ± 29 – 31 ̊/oo.

Kegiatan transplantasi karang yang dimonitoring ini dilakukan pada bulan sejak bulan Desember 2006, yang dilakukan melalui desa Bunati Kec. Angsana Kab. Tanah Bumbu. Peletakkan transplantasi karang ini tepatnya di Karang Kima bagian sebelah Timur dengan titik koordinat 003° 47' 37.5'' LS dan 115° 36' 37.0'' BT.
“permasalahannya, karang yang ditransplantasi sebanrnya dapat tumbuh dengan baik, namun media transplantasi karang rentan ditumbuhi oleh ganggang (makroalga), petumbuhan alga ini meliputi di tempat substrat sebagai media tumbuh karang (tempat menempel) juga terdapat pada jaring-jaring (sebagai tempat pengikat substrat karang). Namun tidak semua karang yang ditransplantasi seperti ini hidup dengan mudah. Secara keseluruhan, persentase pertumbuhan karang (yang berhasil) bisa dikalkulasikan hanya sebesar ± 10 - 20% saja, ini hanya yang termasuk sehat, sedangkan yang lainnya berupa karang yang ditumbuhi makro alga (mati), karang yang hilang dari substrat (yang disebabkan hanyut/larut terkena arus disebabkan karena tali pengikat bibit karang atau klem plastik banyak yang putus). Kematian lainnya kerap disebabkan karena matinya polyp karang dan permukaan karang banyak ditumbuhi alga, hal ini kemungkinan disebabkan oleh tingkat kekeruhan (densitas) laut yang sangat tinggi.” Terang Kepala Seksi Perlindungan Sumberdaya Kelautan dan perikanan Dislutkan Tanbu Asparani SPi.

Dijelaskan Asaprani lebih lanjut, bibit karang yang tumbuh dengan baik hanya sebanyak ± 15% saja, hal ini disebabkan karen kondisi perairan laut tempat ditanamnya transplantasi karang mempunyai tingkat kekeruhan (densitas) yang sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya endapan atau partikel padat yang terdapat pada permukaan bibit karang, sehingga mengakibatkan mudahnya ditumbuhi makro alga dan ganggang.

Sedangkan sisanya yang 85%, adalah bibit karang yang kurang/tidak baik, bibit karang ini ada yang ditumbuhi alga secara keseluruhan, ada yang hilang dari substratnya (dikarenakan tali pengikat putus), ada juga yang substratnya terlepas dari meja tranplantasi sehingga terpental keluar meja. Dari total 85% ini (dari transplantasi yang kurang/tidak baik/rusak) ini terdiri dari 70% karang yang ditumbuhi alga, 20% karang yang rusak tetapi substratnya masih terikat pada meja transplantasi dan 10% karang rusak tetapi substratnya sudah terpisah dari meja transplantasinya (akibat terkena arus dan rusaknya/putusnya tali pengikat).

Transplantasi karang merupakan suatu upaya untuk merestorasi (memulihkan) kondisi terumbu karang yang ada di dunia. Namun hingga saat ini, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu transplantasi karang yang ada dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya bibit karang yang ditransplantasi sebagian besar ditumbuhi oleh makro alga/ ganggang sehingga daya tahan hidupnya sangat rendah, antara lain dari keseluruhan karang yang ditransplantasi hingga sekarang, karang yang berhasil hidup/tumbuh hanya ±15% saja, sedangkan yang 85% nya merupakan karang yang mati/rusak (dari total keseluruhan karang yang ditransplantasi).
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved