Home » » Ironis, Kalimantan Selatan Terpuruk

Ironis, Kalimantan Selatan Terpuruk

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 22 Maret 2011 | 13.29

BATULICIN- Lima Bulan lebih, pemerintahan Difriadi Darjat-Dani Maming (DD), diakui belum bisa berbuat banyak melakukan pembangunan secara fisik maupun non fisik. Hal itu, diungkapkan Wakil Bupati Tanah Bumbu Difriadi Darjat saat membuka kegiatan MUSRENBANG Pembangunan Tahun 2012, di Aula Mahligai Bersujud Kapet, Batulicin Simpang Empat Tanah Bumbu, Selasa (23/3).



Dalam kegiatan itu, seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) kab. Tanah Bumbu turut serta hadir, dan melakukan pembahasan mendalam terkait rencana program pembangunan jangka pendek dan menengah Tahun 2012 mendatang. Untuk itu, Difriadi meminta kepada semua SKPD untuk segera lakukan percepatan pembangunan. Mengingat, dalam tempo lima bulan ini, pemerintah belum bisa melakukan peningkatan kualitas infrastruktur, baik berupa jalan, jembatan, maupun yang lainnya. Terkhusus Pelayanan di bidang Kesehatan, papar Difriadi masih sangat membutuhkan perhatian. Begitu juga di bidang, pendidikan, serta perhubungan.


“saat ini kondisi kalimantan Selatan sedang terpuruk. Tingkat IPM Kalsel jauh berada di bawah tertinggal dari sejumlah provensi tetangga lainnya, yang diketahui berada di tingkat 26. Artinya angka pengangguran dan kemiskinan bisa dipastikan meningkat tajam. Dan itu, tidak kita pungkiri Tanah Bumbu sebagai penyumbang terbesar. Sehingga, kita berharap semua SKPD bahu membahu untuk bangkit dan giat bekerja. Kita harus melakukan percepatan pembangunan, mengingat lima bulan ini kita sudah cukup tidak bisa berbuat apa apa, lantaran kita keterbatasan anggaran, dari APBD kita sendiri. Untuk itu, saya meminta semua birokrasi yang tidak perlu, di perpendek saja mata rantainya. Aturan aturan yang mempersulit percepatan pembangunan itu, perlu dikaji ulang dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Begitu juga dengan loby-loby dengan pemerintah pusat. Kita harus bisa seperti daerah lain. Sebagai contoh sejumlah daerah di Sulawesi, daerahnya minim anggaran dari APBD, tapi banyak dapat bantuan dari APBN, bahkan mencapai Triliunan Rupiah” ujar Difriadi, kemarin.

Menurut Difriadi, kondisi di Kalimantan Selatan, bisa dikatakan sangat ironis. Daerah kaya dengan sumber daya alam seperti Batubara, biji besi dan pegunungan kapur. Hasil laut yang melimpah. Serta memiliki ribuan hektar lahan perkebunan kelapa sawit, karet dan juga termasuk penghasil beras tertinggi, namun belum bisa memberikan peningkatan kesejahteraan yang sepadan. Kondisi jalanny juga sangat memprihatinkan. Bahkan saat ini, khusus untuk Tanah Bumbu sendiri memiliki kondisi jalan yang sangat rusak parah sepanjang 270 Km dengan memerlukan dana perbaikan minimal Rp. 300 Milyar.

Selain melakukan percepatan pembangunan, serta peningkatan kualitas infrastruktur, permasalahan laain yang juga perlu ditangani bagi daerah Kabupaten Tanah Bumbu adalah Musibah Banjir, yang selalu menghantui Masyarakat kab. Tanah Bumbu setiap tahun. Dimana, terkait permasalahan itu, Difriadi meminta kepada dinas/ instansi terkait untuk menanggulanginya dengan merancang program yang matang, baik untuk jangka pendek, maupun jangka panjangnya.

“berdasarkan hasil penelitan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Diketahui musibah banjir yang terjadi diakibatkan maraknya aktifitas pertambangan, perkebunan kelapa sawit serta curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga perlu juga di fikirkan bagaimana
menanggulanginya. Saya kira itu juga perlu dibahas dalam forum ini” pinta Difriadi.

Sementara Said. Akhmad selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kab. Tanah Bumbu mengatakan, kegiatan Musrenbang ini bertujuan untuk memantapkan sinergi antar SKPD dalam menunjang percepatan pembangunan di daerah, mengacu pada Visi dan Misi Pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved