Home » » Dalam Dua Bulan, Ditemukan Lebih dari 523 Penderita ISPA di Satui

Dalam Dua Bulan, Ditemukan Lebih dari 523 Penderita ISPA di Satui

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 27 Maret 2011 | 13.23

Kepala Dinas Kesehatan Tanbu : "Biasa Sajalah"

BATULICIN- Diluar Dugaan Semua Pihak. Hanya untuk sekala kecil, dalam sebuah wilayah satu Kecamatan Saja, khususnya yang tercatat pada daftar pasien Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Satui, periode Januari dan Februari 2011 saja, saat ini sudah tercatat lebih dari 523 orang mengidap penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut atau yang sering disebut sebagai penderita ISPA. Jumlah itu bisa dipastikan akan bertambah jika data dari sejumlah pelayanan klinik kesehatan swasta digabungkan kedalamnya.



Hal ini selain dipastikan akibat jumlah perokok di daerah it terus meningkat tajam, juga sebagai imbas dari tingkat kepadatan penggunaan jalan/ arus lalulintas di ibukota kecamatan Satui sangat berpengaruh pada tingkat sebaran debu. Sehingga berdampak pada taraf kesehatan masyarakat setempat. Dari tigginya aktifitas transportasi jalan raya, dan juga mobilisasi angkutan batubara yang masih ada beroperasi terlalu dekat dengan kawasan permukiman penduduk. Membuat angka penderita ISPA di Satui bisa bertambah membludak.


Camat Satui, Eryanto Rais, mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten, untuk mengatasi permasalahan tersebut. Terutama dari sejumlah isntansi terkait, baik dari Dinas kesehatan, perhubungan, pertambangan dan lainnya untuk mengurangi angka penderita ISPA, dimaksud. Dengan demikian diharapkan kedepannya, jumla penderita ISPA bisa terus berkurang.

“jika kita tidak bisa mengatasi permasalahan tersebut secara total, setidaknya ada semacam upaya dari kita selaku pemerintah daerah. Untuk itu kami dari pihak muspika sendiri memulainya dengan mengajak masyarakat di Satui untuk membudayakan hidup bersih dan sehat. Kemudian setiap jumat melakukan kegiatan Jumat Bersih. Melakukan penataan jalan raya, taman kota dan median jalan dari penumpukan debu. Pembersihan badan jalan dengan system penyemprotan dan pengerukan pasir /tanah yang ada di tengah jalan dan juga melakukan sosialisasi kepada para pemilik kendaraan umum, untuk membersihkan kendaraannya dari tanah dan debu, sebelum menggunakannya di jalan raya Batulicin, termasuk pemilik truk batubara, jika harus melintas kedalam kota atau ke pusat permukiman” ujar Eryanto Rais. SH. Kemarin.

Menyikapi adanya temuan jumlah Penderita ISPA yang cukup tinggi di Kecamatan Satui itu, kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, dr. Rusli terlihat sedikit marah dengan wartawan yang menanyakan kasus tersebut. Dr. Rusli seakan meremehkan kasus ISPA yang menghantui di SAtui belakangan ini. Menurut dr Rusli, kasus seperti itu tidak perlu dibesar-besarkan. Selain sudah menjadi trend penyakit di Indonesia, ISPA juga merupakan penyakit yang biasa saja.

“saya malu kalo harus komentar soal ISPA, tapi kalau soal HIV AIDS, kalau angkanya seperti itu baru sedikit keren untuk dikonfirmasi. Kalau You orang kesehatan tentunya tidak akan menganggap heboh dengan ISPA dengan angka seperti itu. Itu kasus yang sudah basi, nantilah kalau ada temuan HIV AIDS baru saya kasi info untuk dimuat dikoran” ujar dr. Rusli terkesan cuek dengan adanya ratusan penderita ISPA di Satui tersebut, ketika ditemui Wartawan di kantor DPRD belum lama tadi.

Salah seorang warga Satui, Yanto (47) mengatakan, bisa saja Kepala Dinas kesehatan berbicara seperti itu, lantaran selama ini keluarganya tidak ada yang menderita ISPA. jika ada, baru akan merasakan kalau ISPA perlu diperhatikan. Namun, seharusnya sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas kesehatan di Tanah Bumbu, seyogyanya juga tetap memikirkan dan menanggulangi permasalahan ISPA yang kini menjadi buah bibir masyarakat Satui, bukan sebaliknya menganggap sebagai kasus dan penyakit biasa saja yang tidak perlu segera dilakukan penanggulangan.

“seharusnya Dinas Kesehatan cepat tanggap dengan penyakit seperti itu, meskipun tergolong penyakit yang biasa saja sesuai pernyataan dr. Rusli di Batulicin, setidaknya bisa diatasi agar tidak sampai bertambah banyak jumlah penderitanya. Apalagi ini baru bersekala satu Kecamatan. Jika untuk sekala kabupaten Tanah Bumbu, bisa saja dipastikan jumlah penderita ISPA mencapai ribuan orang, dari 10 kecamatan yang ada, ini sudah barang tentu merupakan tanggung jawab pemerintah daerah melalui Dinas kesehatan setempat” Ujar Yanto.

Jika di Kecamatan Satui, sebuah Kecamatan yang sudah memiliki jalan raya Semen, dan aspal Hotmik dengan kualitas jalan raya yang masih bagus, serta tidak memiliki ruas jalan yang terlalu panjang, telah memiliki 523 penderita ISPA. Bagaimana dengan jumlah penderita ISPA di Batulicin yang notabenenya memiliki jumlah kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Selain itu Batulicin juga memiliki infrastruktur jalan raya yang paling buruk, berdebu, becek, dan bahkan mobilisasi kendaraan truk, dan mobil berbadan besar kerap hilir mudik di jalan raya itu, seusai berkerja di lokasi pertambangan batubara.

Jika sudah begini, masih pantaskah Dinas kesehatan tetap saja menganggap Kasus ISPA “ BIASA BIASA SAJA???”
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved