Home » » Demi Meneruskan Proyek Belanda, 4 Desa Bakal Ditenggelamkan

Demi Meneruskan Proyek Belanda, 4 Desa Bakal Ditenggelamkan

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 31 Maret 2011 | 21.06


BATULICIN- Bupati Tanahbumbu Mardani H Maming berniat membangun Wadudk di Kecamatan Kusan Hulu. Waduk Tersebut selain berfungsi sebagai pencegah musibah banjir yang melanda di tempat tersebut hingga ke sejumlah kecamatan terdekat lainnya, Waduk tersebut juga direncanakan bakal dijadikan sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kusan Hulu. Namun untuk mewujudkan hal itu, maka empat desa di wilayah itu bakal ditenggelamkan.


Reaksi beragam pun berdatangan. Salah Satunya adalah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan, melalui Manager Kampanye Dwitho Frasetiandy, sebagai orang pertama yang mempertanyakan dasar analisa dan penelitian apasaja yang menjadi factor pendukung keinginan Bupati Tanahbumbu itu. Menurutnya, tujuan pembangunan itu bagus, yaitu untuk mengatasi krisis listrik, banjir dan mengairi lahan pertanian di Kabupaten Tanahbumbu. Hanya saja, perlu dilihat dari segi aspek lingkungan, social dan lainnya. Apakah ide tersebut mendapat dukungan dari masyarakat setempat atau tidak. Banyak menguntungkan atau justru merugikan banyak orang.

"Hanya, dari aspek sosial, masa desa harus ditenggelamkan. Ini sama seperti kasus di Saguling. Kita akan pertanyakan apa alasannya pembangunan PLTA di Kusan Hulu tersebut tidak memperhatikan segi aspek ekonomi, sosial, budaya hingga lingkungan," terang Dwitho

Ironisnya lagi, kawasan tersebut merupakan daerah pegunungan. Catatan Walhi Kalsel, DAS Kusan sangat kritis, jika dibangun waduk sama saja menambah kerusakan di kawasan tersebut. Luas kecamatan itu mencapai 1.609,39 kilometer persegi. Wilayah Kecamatan Kusan Hulu berada di sebelah barat laut Kaupaten Tanahbumbu, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar. Sebagian wilayahnya dilewati barisan jalur pegunungan Meratus. Selain pegunungan, wilayah ini juga dilalui banyak aliran sungai. Sungai terbesar dan terpanjang adalah sungai Kusan yang berhulu di pegunungan Meratus dan bermuara di Laut Jawa.

Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming saat menghadiri Musrenbang Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Selasa (29/3), mengatakan pihaknya telah melakukan studi pembangunan terkait rencana pembangunan waduk Kusan.

"Sebenarnya, desain pembangunan waduk dan PLTA (pembangkit listrik tenaga air) itu sudah ada sejak jaman Belanda. Kami hanya melanjutkan kembali studi tersebut, Sebagian wilayah Tanah Bumbu seperti Kecamatan Kusan, Satui, dan Batulicin,” ujar Dani.

selama ini merupakan daerah langganan banjir. Banjir tahunan terjadi akibat kerusakan hutan di bagian hulu sebagai dampak penebangan dan maraknya aktivitas pertambangan. Menurut Dani, Ekosistem di bagian hulu kini telah mulai rusak, sehingga bencana banjir selalu terjadi di wilayah itu. Namun saat ditanya, apakah hal itu sebagai imbas buruknya aktifitas pertambangan, Dani berkilah dengan alasan belum ada studi mendalam, dirinya tidak berani menyimpulkan eksploitasi pertambangan yang gencar di wilayahnya menjadi penyebab kerusakan lingkungan.
Waduk Kusan diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik hingga 120 Megawatt dan mampu mengatasi kondisi krisis energi listrik di Tanah Bumbu dan Kotabaru. Di samping itu, ancaman bencana banjir yang terjadi setiap tahun diharapkan dapat diatasi.

Camat Kusan Hulu, Naim BA saat dikonfirmasi dengan adanya rencana Bupati Tanah Bumbu yang banyak mengundang Pro Kontra itu, dirinya mengaku belum mendapat informasi akurat secara langsung dari Bupati, alias belum tahu sama sekali. Namun demikian, sebelum adanya Informasi seperti itu, pihaknya selama ini sudah melakukan relokasi sejumlah kawasan rendah di tempat itu. Mengingat selama ini menjadi kawasan langganan banjir.

“kalau tidak salah jika itu benar, maka diperlukan beragam bentuk perizinan, yang kemungkinan baru bisa terselesaikan paling cepat empat tahun, dan itu merupakan PR yang panjang bagi Pemkab Tanah Bumbu. Namun perlu dilakukan pengkajian mendalam. Jika sudah sesuai peraturan yang ada, dan mendapat dukungan dari masyarakat, saya kira itu tidak akan jadi masalah, dan harus kita dukung” ujar Naim.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved