Home » » Jalan Raya Batulicin Semakin Macet

Jalan Raya Batulicin Semakin Macet

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 19 Maret 2011 | 12.04




BATULICIN- Tanah Bumbu, semakin hari semakin tumbuh dan berkembang. Ledakan pendudukpun terjadi, hal ini seiring dengan peningkatan perekonomian masyarakat setempat yang juga terus membaik. Ditambah, dengan dijadikannya Tanah Bumbu sebagai salah satu pengekspor batubara dan Biji besi tertinggi di Kalimantan Selatan, membuat geliat pertumbuhan penduduknya pun sangat pesat.




Namun sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan peningkatan pembangunan fasilitas publik, salah satunya adalah jalan umum. Poros jalan raya batulicin, belakangan berangsur angsur menjadi kawasan paling sibuk. Tak jarang, kemacetanpun tak terhindarkan. Apalagi, pada jam jam sibuk, selalu ada saja kendaraan bermuatan besar, seperti tronton maupun pengangkut alat berat eskapator hilir mudik mengantar pesanan.

Maklum, jalan raya yang satu ini, adalah merupakan jalan raya serbaguna. Ditambah, tak ada satupun jalan alternatif yang bisa digunakan untuk mobilisasi kendaraan umum, maupun kendaraan bersepesifikasi khusus. Akibatnya, selain memicu percepatan kerusakan jalan raya, kondisi kesemerautan aktifitas jalan raya ini, membuat kemacetan yang terjadi tambah parah.

Beberapa anggota Satlantas yang bertugas di simpang empat poros kota ini, juga mengaku kewalahan. Para petugas Satlantas polres Tanbu, baru terlihat bergerak jika kemacetan terjadi dengan total. Baik dari arah Simpang Empat-Batulicin, maupun arah Pelajau-Pelabuhan Speed, sama-sama terjadi kemaceta. Jika masih terjadi kemacetan satu arah, Satlantas mengaturnya dengan cara menggunakan “remot kontrol fiktif” alias, bengong duduk sambil melototi lalu lalang kendaraan bermotor.

“wahh… kalau saban hari saban jam kita berdiri ditengah jalan, KO kita mas” ujar Solikhin, salah seorang petugas Satlantas Polres Tanbu yang ditemui di Pos Penjagaan kemarin.

Belum lagi, kemacetan lalaulintas jalan raya ini di perparah dengan kondisi jalan yang rusak. Jika datang musim hujan, jalan-jalan raya ini berubah menjadi kubangan lumpur layaknya medan grastrack. Jika cuaca cerah, justru debu beterbangan cukup tebal. Inipun menjadi keluhan para pedagang yang bercokol di sepanjang jalan raya Batulicin ini. Maklum, tempat mereka mengais rezki berubah warna menjadi hitam, akibat debu.

“kalau hujan, beceknya minta ampun, kalau panas,.. debunya bikin sesak nafas” ujar Inah (54) pedagang Kaki Lima di Bilangan jalan raya batulicin ini.

Tak jarang, masyarakat Bumi Bersujud mengeluhkan kondisi ini, mengingat.. kerusakan jalan raya, kemacetan, dan maraknya Pedagang Kaki Lima dan Parkir Liar yang memanfaatkan trotoar, maupun badan jalan. Sehingga proros jalan raya Batulicin yang saat ini sedang digenjotkan Program Kawasan Tertib lalu Lintas (KTL) itu, menjadi kumuh, alias pemandangan yang tidak sedap.



Pemerintah Daerah, ketika melakukan rapat Koordinasi lintas Satuan Kerja Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kab. Tanbu. Terungkap, bahwa sampai saat ini belum ada program pengembangan kawasan jalan alternatif. Sehingga bisa dipastikan jika hal ini tidak ditanggulangi dengan segera, 3 tahun mendatang dipastikan jalan raya batulicin akan bertambah semeraut, alias macet total.

Sementara, program perintisan jalan lingkar Transmigrasi-gunung Tinggi-Pondok Butun-Sepunggur (samping Kompi BWU 623 Pelajau), sampai saat ini belum selesai dikerjakan. Masih berupa tanah merah, dan sebagian telah memasuki tahap pengerasan.

Wakil Bupati Tanah Bumbu Drs. Difriadi Darjat mengatakan, kemacetan jalan raya Batulicin itu, sudah menjadi program utama pemerintah daerah. Meskipun tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini, namun dalam jangka panjangnya, kemacetan jalan raya Batulicin itu, diharapkan dapat teratasi dengan diselesaikannya pembangunan jalan lingkar Gunung Tinggi tersebut.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | EDHA KENCANA CORP | Batulicin
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved