Home » » Wajah Kota Satui Memprihatinkan

Wajah Kota Satui Memprihatinkan

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 27 Maret 2011 | 12.18

BATULICIN- dengan mulai menurunnya kualitas kesehatan, kebersihan, dan keindahan ibukota Kecamatan Satui. Pihak Kecamatan melalui Kerjasama yang baik dengan sejumlah perusahaan suasta dan juga Instansi terkait lainnya, kembali melakukan penataan. Mengingat, Kecamatan Satui merupakan Pintu Gerbang Kabupaten, menuju Jantung Tanah Bumbu, Kota Batulicin.



Jumat Akhir pekan Kemarin, jajaran Muspika Kecamatan Satui mulai melakukan pembenahan, dengan melakukan pembersihan sepanjang jalan pusat kota. Selain membersihkan sampah yang berserakan, gerakan Jumat bersih itu juga dikerahkan untuk membersihkan tanah, pasir dan lumpur yang menumpuk di sela sela terotoar, bibir jalan dan di sudut-sudut taman kota.


Dari keterangan Eryanto Rais SH selaku Camat Satui, penurunan kualitas kesehatan, kebersihan dan keindahan kota Satui ini, bermuara pada kondisi meningkatnya sebaran debu yang cukup tinggi. Kemudian kondisi suhu di daerah ini juga belakangan dinilai masyarakat sudah terlalu panas. Belum lagi sebagain besar wajah kota satui mulai kurang terawat. Hal ini bias dilihat dari keberadaan median jalan yang sudah terlihat mulai kusam tak berwarna. Berikut lampu lampu penerangan jalan yang juga kini terlihat tidak bersinar lagi, karena tidak berfungsi dengan baik. Termasuk lampu hias bertuliskan Asmaul Husna yang dulunya dipasang dengan anggaran milyaran rupiah itu kini kondisinya sangat memprihatinkan.

“kita melihat kondisi wajah kota Satui sudah mulai using, seiring meningkatnya sebaran debu. Berikut juga akibat sejumlah aksesoris kota, dari lampu Penerangan jalan Umum, lampu hias, dan median jalan sudah banyak yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Belum lagi, kondisi ini diperparah dengan banyaknya tumpukan tanah, pasir, dan material batubara yang terbawa alat transportasi saat melintasi jalan raya satui ini, sudah memberikan dampak buruk bagi kesehatan Masyarakat Satui. Sekedar diketahui dalam tempo dua bulan saja, dikecamatan ini sudah terdapat lebih dari 523 orang tercatat sebagai penderita ISPA atau Insfeksi Saluran Pernapasan Akut” ujar Camat Satui eryanto rais.

Beranjak dari identifikasi masalah tersebut, menurut Camat Satui ini, diperlukan upaya menata kembali pembangunan ibukota kecamatan Satui, khususnya pada jalan provinsi . pihaknya melihat perlunya langkah langkah strategis, yaitu koordinasi lintas sektoral baik dengan satuan kerja perangkat daerah kabupaten yang terkait.

Untuk penerangan jalan umum, pernah dikerjakan oleh pemerintah Kecamatan Satui pada Tahun 2000 lalu, dengan memasang sebanyak 8 nunti yang nerupakan hasil kerjasama pemerintah kecamatan dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Satui. Hingga saat ini, dari 8 PJU yang dipasang, hanya satu PJU yang berfungsi. Selebihnya, PJU yang lain baik dari bohlam, box lamp, maupun tiang lsitriknya sudah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, alias rusak parah.

Sementara, pembangunan jalan provensi yang dilaksanakan pada tahun 2009 oleh pemerintah provensi, sekaligus juga pembuatan median jalan kecamatan SAtui sepanjang kurang lebih 3.000 meter yang meliputi tiga desa, yakni Sungai Cuka, makmur mulia dan Sungai danau. Kondisi median tersebut sudah terlihat menghitam, akibat dari padatnya debu yang melekat. Hal ini, akibat dari tingginya mobilisasi transportasi lintas Trans Kalimantan ini, yang nyaris tak pernah sepi setiap waktu, namun tak di iringi dengan perawatan tekhnis.

Selain itu, keberadaan lampu hias Asmaul Husna sebanyak 99 buah yang pegadaannya oleh Dinas Tata Bangunan, pasar dan Kebersihan kab. Tanah Bumbu tahun Anggaran 2009 yang tentunya menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, saat ini kondisinya juga sangat memprihatinkan. Kabur, kotor, miring dan bahkan sudah ada yang roboh. Sungguh sangat disayangkan, setelah dibuat dengan menghabiskan anggaran jutaan rupiah, dibiarkan sia-sia begitu saja, juga tanpa adanya perawatan rutin.

Paling parah, adalah gerbang utama Satui yang bertuliskan Selamat dating di Bumi Bersujud, saat ini kondisinya juga sudah sangat buruk, tidak ada lampu yang biasa kelap kelip dimalam hari. Cat nya pun juga sudah terkelupas. Taman yang berada di halaman gerbang itupun juga sudah dipenuhi tumbuhan perdu. Padahal, Tanah Bumbu sebentar lagi akan memasuki hari jadinya di bulan April mendatang.

Untuk itu, saat ini, Eryanto rais selaku camat menghimbau seluruh pihak untuk bias berkerjasama untuk memulihkan kondisi kota yang bersih, rapi dan sehat. Sebagai pintu gerbang menuju Bumi Bersujud yag indah. Dalam kegiatan itu, diperkirakan bakal menghabiskan anggaran sedikitnya mencapai 233 juta lebih.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved