Home » » Air Sungai Tanbu Berbahaya, Tak Boleh Dikonsumsi

Air Sungai Tanbu Berbahaya, Tak Boleh Dikonsumsi

Written By Fokus Batulicin on Senin, 11 April 2011 | 21.23

-Mengandung Logam Berat

BATULICIN-Tanah Bumbu, merupakan sebuah Kabupaten yang kaya dengan sumberdaya alam. Selain memiliki gunung, laut, dan kandungan mineral lainnya, nyaris diseluruh kecamatannya juga memiliki Sungai dan anak sungai yang cukup panjang. Sebut saja Sungai Kusan, yang memiliki hulu sungai di Kecamatan Mentewe, menuju Kusan Hulu, Sungai Loban, Kusan Hilir hingga Satui. Kemudian Sungai Batulicin, Simpang Empat, Kuranji, Karang Bintang juga berhulu sungai di Kecamatan Mentewe.

Kepala Bapedalda Tanah Bumbu, Ir. Erno Rudi Handoko kepada wartawan mengatakan, kondisi air diseluruh sungai yang terdapat di Tanah Bumbu kini kondisinya sangat menghawatirkan, karena telah tercemar berbagai kandungan logam berat, seperti Mercury/ Raksa (Hg), Mangan (Mg), Zat Besi (Fe), Fb, dan lainnya. Bahkan berdasarkan kajian pihaknya dari tahun 2009 dan 2010, sampai saat ini, disejumlah sungai tersebut telah memiliki kandungan Mercury diatas ambang batas.


Sehingga pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi air dari sungai yang ada di Tanah Bumbu. Cukup hanya untuk mandi, dan mencuci pakaian saja. Karena bisa berpengaruh buruk terhadap kualitas kesehatan, terutama dalam jangka waktu yang cukup lama.

Termasuk untuk pihak PDAM, Bapedalda meminta untuk segera memberitahukan ke masyarakat luas untuk sementara waktu ini tidak mengkonsumsi air dari hasil olahan PDAM sendiri, sampai pihak PDAM memiliki filter logam berat. Karena meskipun telah diolah secara tekhnis untuk mengurangi tingkat kekeruhan, warna,dan rasa air. Apabila PDAM mengambil bahan baku air bersih tersebut dari sungai Kusan dan sekitarnya yang sudah tercemar Mercury, tetap saja air tersebut tidak boleh dikonsumsi. Maka selayknya PDAM wajib memiliki filter logam berat tersebut.

“saat ini tercemar sebagian besar sungai di Tanah Bumbu sudah tercemar logam berat, untuk itu kita menghimbau agar masyarakat setempat tidak mengkonsumsi air dari sungai, termasuk air bersih yang disalurkan PDAM kerumah warga. PDAM dalam hal ini kita sudah usulkan pakai filter logam berat. Sebelum itu PDAM juga harus menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak dikonsumsi. Saat ini kandungan mercurynya dan juga logam berat lainnya sudah berada diatas baku mutu. Mercury ini disebabkan akibat aktifitas tambang emas liar di kawasan sepanjang DAS Tanbu. Sementara Fe, disumbang dari aktifitas pertambangan” ujar Ir. Erno RH. Kemarin.

Kandungan Mercury diketahui meningkat tajam disaat musim kemarau, saat aktifitas pertambangan biji emas di sekitar aliran DAS Tanbu juga beraktifitas. Selain akibat penambangan biji emas ini, menurunya kualitas air sungai di Tanah Bumbu juga disumbang oleh aktifitas pertambangan, dan perkebunan yang tidak mengindahkan dampak lingkungan.

Selain itu, hal terpenting saat ini menurut Erno, Dinas perikanan kelautan privensi juga diminta segera melakukan penelitian kandungan Hg yang terdapat didalam tubuh ikan ikan yang terdapat di sungai tersebut. Mengingat sebagian besar ikan liar yang ada disungai itu kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Jika sudah terdapat di dalam tubuh ikan yang dimaksud, maka diharapkan pula, pihak dinas kelautan dan perikanan segera mengeluarkan himbauan ataupun larangan mengkonsumsi ikan tawar berasal dari sungai itu.

Dir Kampanye Walhi Kalimantan Selatan Dwitho Frasetiandy, meminta agar pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait, baik kepolisian terhadap pertambangan emas illegal tersebut, kemudian dengan dinas pertambangan , dan kehutanan, bahkan kalau perlu segera berkoordinasi dengan pemerintah provensi. Sebagai langkah pencegahan.

“Mengingat kasus pencemaran lingkungan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2009 sampai dengan saat ini, dan semakin berambah parah. Sama halnya dengan kabupaten atau daerah lainnya di Kalimantan Selatan. Tanpa adanya langkah prefentif dari pemerintah daerah untuk mencegah itu, maka diyakini kasus itu akan terus berlarut larut. Saya kira, pemerintah daerah tidak menutup nutupi kasus pencemaran itu kepada media masa” ucap Direktur Kampanye Walhi kalsel ini.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved