Home » » Aliansi Pengusaha Tanbu Tuntut Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Pada PT. MJIS

Aliansi Pengusaha Tanbu Tuntut Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Pada PT. MJIS

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 29 April 2011 | 14.42


BATULICIN- Puluhan Pimpinan Perusahaan yang bernaung pada Aliansi Masyarakat Jasa Kosntruksi (Pengusaha Tanah Bumbu), Jumat (29/4) ngeluruk ke Kantor PT. Meratus Jaya Iron & Steel, Jalan raya Kodeco KM 10 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu guna menyampaikan sejumlah tuntutan mereka. Diantaranya menuntut pihak PT. meratus jaya & Steel (Kerakatau Steel) agar dalam pengerjaan proyek-proyek infrastruktur pendukung lainnya dapat melibatkan Kontraktor local asal Tanah Bumbu.


Kemudian, mendesak PT. Meratus Jaya & Steel (MJIS) agar mengakomodasi putra putri daerah untuk diperkerjakan sebagai karyawan pada PT. MJIS. Menuntut adanya Transparansi dalam pelelangan barang dan jasa yang diadakan oleh PT. MJIS di Tanah Bumbu, serta mengharapkan adanya pekerjaan dan dapat berkerja pada perusahaan milik BUMN yakni PT. MJIS bukan hanya sekedar janji janji belaka akan tetapi dibuktikan.

“ironis jika kami putera daerah Tanah Bumbu hanya sebagai penonton. Sementara yang bekerja dan makan dari perusahaan BUMN ini semuanya di datangkan dari luar. Jikapun ada pekerjaan yang sekiranya bisa dikerjakan oleh penduduk local, semuanya penuh dengan siasat dan akal-akalan oknum PT. MJIS” ujar H. Sudungan salah seorang coordinator Lintas Asosiasi Pengusaha Tanah Bumbu, yang pagi kemarin mengajak lebih dari 50 orang pemilik, pendiri serta pimpinan perusahaan di Tanah Bumbu.

Sebelum masuk keruangan PT. MJIS, H. Sudungan serta H. Yusran serta puluhan pengusaha local sempat dihalang-halangi oleh sejumlah petugas dari pihak kepolisian, TNI AD dan TNI AL yang bertugas mengamankan situasi kondisi di areal perusahaan raksasa itu. Setelah berupaya keras melakukan dialog dengan HR & GA Perusahaan, Arsyad Kurnia akhirnya mendapat izin untuk memasuki areal perusahaan yang masih terlihat sibuk melakukan pembangunan pabrik mesin pengolahan biji besi dan baja yang diperkirakan bakal mampu menampung lebih dari 10.000 tenaga kerja.

Di hadapan Wardi Saddam selaku Side Menejer PT. MJIS, Prio Priyono Deputi PM Krakatau Enginering (KE), serta HR & GA Perusahaan, Arsyad Kurnia PT. MJIS, para kontraktor local itu terus saja menyampaikan keluhan mereka termasuk membentangkan sepanduk, karton yang bertuliskan tuntutan mereka. Tepat berdiri memagar didepan Kantor PT. MJIS.

Menurut H. Yusran Koordinator lapangan Aliansi Pengusaha Tanah Bumbu pihaknya dating ke PT. MJIS dengan tujuan baik-baik, meminta kejelasan nasib mereka yang terkatung katung setelah sebelumnya dari pihak PT. MJIS memberikan janji dan kepastian bekerja dalam melakukan pengerjaan pembangunan sejumlah proyek-proyek infrastruktur pendukung lainnya pada perusahaan tersebut. Namun dinilai cukup lama dinantikan pekerjaan itu, lagi lagi belakangan diketahui justru dengan cara diam-diam sejumlah perusahaan luar yang mengaku-ngaku merupakan orang local tanah Bumbu itu telah bercokol menggarap proyek yang dijanjikan itu. Bahkan kini diketahui proyek yang belakangan digarap oleh pengusaha luar Tanah Bumbu itu kini kondisinya tidak sesuai dengan bestek pengerjaan.

“kami seperti dibodoh bodohi, ada apa ini. Kami juga sempat diundang ke Jakarta. Untuk mengikuti proses perivikasi pelelangan. Tapi tiba tiba begitu sampai di kantor Kerakatau Steel di jakrta tiba-tiba sudah ada pemenangnya. Ini aneh, apa bisa baru perivikasi tapi kok dari perusahaan Kerakatau Steel telah menetapkan pemenangnya. Unsure KKN nya sangat kuat disini. Apalagi disebut sebut pemenangnya adalah pengusaha local Tanah Bumbu. Begitu kami cek, tidak ada nama perusahaan yang disebutkan sebagai pemenang itu” ujar H. Yusron.

Untuk itu, pihaknya meminta PT. MJIS, KE maupun KS yang kini mendirikan perusahaan dan beraktifitas di wilayah Tanah Bumbu memperhatikan kesejahteraan masyarakat Tanah Bumbu dengan memanfaatkan, memberdayakan dan memperkerjakan tenaga local sesuai dengan kompetensinya. Selain itu pihaknya juga menuntut agar disetiap pelelangan proyek dan pengadaab yang dilaksanakan oleh PT Krakatae Enginering (KE), maupun PT. Meratus Jaya Iron & Steel dilakukan secara Transparan sesuai mekanisme dan prosedur yang telah diatur,

Kemudian agar pihak PT. KE dapat mendatangkan bapak Budi selaku Kontraktor PT. Tobindo sebagai pemenang pengerjaan proyek Training PT. MJIS. Untuk dimintai pertanggung jawabannya. Beserta dari PT. MJIS dapat mendatangkan perwakilan direksi dan menejemen PT. MJIS Bapak Anwar Ibrahim untuk duduk bersama Asosiasi pengusaha Tanah Bumbu untuk membahas, menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini. Terakhr, ucap H. Yusran agar rekrutmen tenaga kerja local dilakukan di Tanah Bumbu serta menyerap lebih besar tenaga kerja local.

Arsjad Kurnia, Wardi Saddam serta Prio Priyono mewakili pihak perusahan mengaku selama ini sudah dipekerjakan sebanyak 261 orang tenaga local. Selebihnya didatagkan dari luar. Terutama mereka yang bersetatus sebagai tenaga kerja berpendidikan S1 direkrut dan diberikan pelatihan di Banjarmasin. Akan tetapi, kedepannya semua aspirasi dan tuntutan dari para pengusaha yang datang hari ini ke MJIS, berjanji akan berupaya memenuhinya.

“ini hanya miskomunikasi saja. Kedepannya kita akan perbaiki. Bagaiamanpun kita akan tetap memberdayakan masyarakat local tanah bumbu baik pengerjaan proyek, maupun tenaga kerja local lainnya. Terkait keinginan sejumlah kawan kawan pengusaha local untuk membicarakan persoalan yang ada dengan pimpinan kami, kita siap untuk memfasilitasinya” wardi saddam selaku Side menejer PT. MJIS.

Sementara Syahdan Bana selaku pimpinan Lembaga Kerjasama Tripartit Tanah Bumbu sempat menyebutkan jika sebelumnya PT. MJIS sempat melakukan perekrutan tenaga kerja sebanyak 450 Tenaga Kerja. Namun yang merupakan tenaga kerja local hanya 50 orang. Belum lagi, seluruh tenaga kerja yang bakal direkrut semuanya di training di Banjarmasin. Tentunya hal ini sangat menyulitkan masyarakat pribumi untuk mendapat kesempatan kerja.

“seharusnya. Pihak perusahaan BUMN mengerti dan memahami permasalahan seperti itu. Tolong di prioritaskanmasyarakat pribumi” ujar Syahdan Bana
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

26 Februari 2012 13.32

Ada yg tau contact person meratus, sy mau tuntut ganti rugi atas pelayanan dan keterlambatan mereka yg keterlaluan

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved