Home » » Pantai Pagatan Kebanjiran Sampah

Pantai Pagatan Kebanjiran Sampah

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 01 Mei 2011 | 11.30


BATULICIN- Pantai pagatan yang seminggu lalu, ramai dikunjungi ribuan orang. Bahkan sempat menjadi tujuan favorit satu-satunya disetiap bulan April bagi wisatawan. Kini kondisinya memprihatinkan. Tak jauh beda dengan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Basirih Banjarmasin. Sampah pelastik dan kulit kelapa menjadi pemandangan menjijikan di sepanjang pantai dari Desa Juku eja, Pejala, kelurahan Kota Pagatan hingga menuju sekitar Komplek Pemakaman Kubah Pagatan.


Jika semula pantai ini menjadi objek wisata yang menggiurkan, tapi kini menjadi objek wisata yang jorok. Bahkan sampah sampah pelastik itu mulai terlihat berterbangan dan juga berserakan hingga ke depan Kantor Kecamatan Kusan Hilir, depan gedung 7 Februari, lapangan sepak bola, lapangan basket hingga terlihat menumpuk di selokan jalan raya Ayani pagatan.

Parahnya lagi, pengelola warung-warung dadakan menjelang perayaan Mappanretasi di sekitar Pantai pagatan itu, tak satupun yang terlihat bertanggung jawab membersihkan sampah sampah yang memutih di atas pasir dan rumput hijau Pantai pagatan itu. Pihak Kecamatan Kusan Hilir yang mengelola lebih dari 100 warung itu mengaku selama ini pihaknya tidak pernah memungut sepeser pun uang kebersihan. Mengenai hal itu, menurut Camat Kusan Hilir Ardiannor SH pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tata Bangunan Pasar dan kebersihan, namun belum mendapatkan Tanggapan.

“saya sudah berkoordinasi dengan pak. Farhan selaku kepala Dinas Tata Bangunan Pasar dan Kebersihan terkait sampah itu. Namun entah kenapa sampai saat ini belum juga ditangani” ujar Camat Kusan Hilir Ardiannor SH.

Saat ditanya lebih jauh terkait pengelolaan warung yang ia tangani termasuk adanya pungutan kebersihan tiap malam kepada pemilik warung yang berjualan dimalam-malam perayaan Mappanrretasi itu. Ardiannor menuding sebaliknya kepada Koramil Pagatan. Dikarenakan, menurut Ardiannor selama Mappanretasi ada Oknum Koramil yang mengatasnamakan Cakra Mandala Putera organisasai binaan Koramil sendiri yang melakukan penarikan uang kebersihan dan uang keamanan setiap malam sebesar Rp5000/warung.

“kami tidak pernah melakukan pungutan itu, karena kita setiap malam telah berkoordinasi dengan Polsek Kusan Hilir dan juga Koramil untuk melakukan pengamanan. Bahkan Pos pengamanan terpadu kita bangunkan selama pagelaran Mappanretasi berlangsung. Untuk kebersihan, kami hanya mampu melakukan kegiatan jumat bersih, dan itupun kami lakukan hanya sebatas pada lingkungan kantor kecamatan saja, selebihnya kami serahkan kepada Dinas kebersihan” kata Ardiannor SH.

Selain menjadi tumpukan sampah, Pantai pagatan juga menjadi sasaran empuk para pemulung. Selain mengumpulkan botol pelastik, pemulung juga terlihat bersemangat mengumpulkan kotak kardus, dan beragam sampah pelastik lainnya yang masih bisa dijual ke pengepul. Aktifitas pemulung ini menjadikan sampah sampah ini berserakan terburai hingga tak beraturan. Belum lagi, bau busuk menyengat terus saja keluar dari tumpukan sampah sampah yang terjejal di dalam selokan.

“seharusnya hal ini menjadi perhatian para pengelola kegiatan terutama pengelola warung makanan di tempat ini. Pihak kecamatan maupun Koramil, tidak perlu saling lempar tanggung jawab. Bila perlu kedua-duanya harus bertanggung jawab membersihkan pantai ini. Tinggal di beckup oleh Dinas Tata Bangunan Pasar dan Kebersihan setempat. Pemerintah Muspika seharusnya malu dengan hal seperti ini, jangan habis manis sampah dibuang” ucap H. Jali warga Batulicin yang berkunjung ke Pantai Pagatan, minggu kemarin.

Sementara Drs. A. Farhan. M.Sc selaku Kepala Dinas Tata Bangunan Pasar dan kebersihan Kab. Tanah Bumbu mengatakan, sebelum dan sehari pasca pelaksanaan Mappanretasi pihaknya sudah mengangkut sampah sampah ditempat itu. Sementara untuk sisanya, diperkirakan lebih dari 4 truck sampah itu baru akan diangkut setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan juga Koramil setempat. Mengingat kedua pengelola itu diharapkan turut bertanggung jawab membersihkan pantai Pagatan tersebut.

“kita akan segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan juga koramil. Mengingat keduanya terlibat sebagai pengelola. Bahkan uang kebersihan juga dipungut tiap malam. Sementara uang kebersihan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membayar tenaga buruh angkut dan lainnya itu, tidak pernah diserahkan ke Dinas kebersihan. Kita perkirakan sampah itu 4 rit baru bisa bersih diangkut” ujar farhan, ketika dihub. Via telp kemarin.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved