Home » » Polusi Udara Batulicin Mulai Parah

Polusi Udara Batulicin Mulai Parah

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 12 April 2011 | 18.55


BATULICIN-Sebagian besar Kondisi Jalan raya di Kabupaten Tanah Bumbu mengalami kerusakan yang cukup parah. Terutama disebagian besar pada pusat perkotaan batulicin hingga menuju Kecamatan Simpang Empat, Sejumlah Ruas jalan raya batulicin dan pelajau ini, tergolong paling parah untuk tahun 2011 ini. Dipastikan, dari kondisi jalan tersebut, peningkatan volume sebaran debu pada udara di dua kecamatan itu mengalami peningkatan pada musim-musim kemarau.


Berdasarkan penelitian Badan Pengendalian Dampak Lingkungkan (Bapedalda) Tanah Bumbu, belum lama ini, telah diketahui bahwa kandungan partikel debu yang berterbangan di areal pinggiran jalan raya Batulicin itu melebih ambang batas baku mutu udara yang semstinya layak untuk di hirup oleh Manusia. Dengan perhitungan sebanyak 100 persen mikro partikel baku mutu pada umumnya atau 2X 230 mikropartikel.

Ir. Erno Rudi Handoko, selaku kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungkan (Bapedalda) Tanah Bumbu, menjelaskan. Dengan volusi debu yang ada di Batulicin, Simpang Empat dan satui, pada pusat perkotaan itu, dinilai sangat membahayakan kondisi kesehatan tubuh manusia, yakni rentan terserang penyakit ISPA, hingga Paru.

“terlebih bagi Bayi, itu sangat berbahaya. Untuk itu kami menghimbau, pada saat musim kemarau masyarakat setempat tidak membawa anak bayi keluar rumah, tanpa menggunakan masker atau pelindung debu lainnya. Mengingat volusi debu tersebut sudah berada diatas ambang baku mutu, bahkan tingginya sudah mencapai 2 kali, atau sekitar 500 mikro.” Terang Ir. Erno Rh.

Sebagai langkah antisipasinya, jalan raya yang saat ini masih dalam kondisi rusak parah, diharapkan sudah bisa ditangani dengan meningkatkan kualitas jalan raya itu dengan menggunakan aspal hotmix ataupun semen, kemudian badan jalan harus steril dari tanah dan pasir dengan kata lain sisi kiri kanan jalan sudah turut disemen sebagai terotoar jalan. Khusus untuk pengguna kendaraan, kendaraan yang digunakan harus memenuhi standart kelayakan, termasuk menggunakan gas buang aman, hingga kenalpot ramah lingkungan. Tanpa mengeluarkan asap, juga lubang kenalpot tidak menghadap kebawah, yang bisa mengakibatkan debu yang menempel di jalan mudah berterbangan saat tertiup kenalpot. Solusi terakhir, diharapkan pula masyarakat Tanah Bumbu gemar menanam pohon.

“pohon dipinggiran jalan sangat perlu bagi kelangsungan hidup manusia. Selain membuat lingkungan sejuk, hal itu juga diharapkan mampu menjadi filter oksigen untuk manusia terhadap volume debu yang sudah terlalu parah” kata Ir. Erno Rudi Handoko.

Saat ditanya, terkait kondisi pencemaran udara di Satui, yang belakangan banyak mengakibatkan masyarakat setempat menderita ISPA, menurut Erno, hal itu akibat dari tingginya aktifitas batubara. Dimana dari seluruh kegiatan pertambangan di daerah itu, sebagian besar kendaraan angkutan batubara masih kerap ditemukan melintas didekat kawasan permukiman. Begitu juga dengan aktifitas penggalian batubaranya yang terletak tidak jauh dari kawasan permukiman penduduk serta jalan raya.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

20 Agustus 2011 03.30

artikel yg sagat baguss
saya sangat senang dan sependapat dengan bapak Ir. Erno Rudi Handoko kalau kita perlu menanam pohon. seharusnya pemerintah di tanah bumbu bisa melaksanakan kegiatan tersebut agar tanah bumbu menjadi tempat yang bersih n sejuk.
kalau repot mengadakan, bisa mengandalkan organisasikami di siswa pecinta alam SMAN 1 Simpang Empat. kami ke pengen sekali untuk menanam pohon tapi kami tidak punya biaya untuk mengadakan kegiatan tersebuut.heee
smoga tanah mbu kedepan x makin baik yaah.amiinnt

sbelum x saya mohon maaf lahir dan batin kepada bapak Fadly. sukses
wassalam
dari Perdana Sholeh Wahyudi , siswa sman ! simpang empat

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved