Home » » Siswa SMPN 2 Pagatan ditemukan Mengapung

Siswa SMPN 2 Pagatan ditemukan Mengapung

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 01 Mei 2011 | 11.24


BATULICIN, sungai Kusan kembli mekan korban. Kali ini Pelajar siswa sekolah kelas II SLTPN 2 Pagatan menjadi korban tunggalnya. setelah dilakukan pencarian sejak Dodi Kusuma ( 15) dipastikan tenggelam Jumat Sore (29/4) hingga Minggu (1/5) pagi sekitar pukul 06.00, akhirnya ditemukan mengapung oleh Semmang (34) seorang nelayan pemancing sungai dalam kondisi tengkurap di perairan sungai perbatasan Pulau Satu dengan desa kampung baru Pagatan. Mendapat laporan, pihak kepolisian bersama warga langsung mengevakuasi korban menuju Puskesmas perawatan Pagatan dan selanjutnya langsung dibawa kerumah duka, di desa Wirittasi.


Adalah pihak keluarga korban terlihat sangat syok dan menjadi perkampungan yang hiruk pikuk begitu menyaksikan mayat pelajar itu tiba di kediaman duka jl. P Antasari desa Wirittasi kecamatan Kusan Hilir sekitar pukul 7.00 pagi. Terlihat pula, kapolsek Kusan Hilir AKP Tony Hartono ikut mengantar jenazah sekaligus melawat hingga menuju pemakaman. Bukan saja dari pihak keluarga, teman dan sahabat sekolah Dodi juga terlihat memadat di tempat itu.

“melihat kejadian ini. Kiranya perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Sekiranya, perlu antisipasi dini terhadap kejadian serupa dimasa yang akan datang dengan menyediakan perahu karet pada pos pengamanan sungai, berikut dengan masing masing penyelam profesionalnya di setiap pos penjagaan. Agar begitu ada kejadian, bisa dilakukan pencarian dengan cepat dan akurat” ujar kapolsek Pagatan yang baru bertugas sekitar satu minggu ini.

Dari keterangan kapolsek, Jumat (29/4) sekitar jam 16.00 wita Dodi Kusuma bin Fauzi kelas 2 SMPN negeri 2 kusan Hilir jl p Antasari Rt 3 Desa Wirittasi kec. Kusan Hilir ini seperti biasa mandi dan berenang bersama 3 orang teman lainnya Salahuddin alias isal bin H. Asran (15) warga jl. P Antasari rt 1 Desa Batuah, Arianda alias Ari bin Haris (14) warga jal. HM baderi desa Pagaruyung. Serta M Aidil alias Idul bin H. wasa (18) warga rt 2 desa Gusunge.
Sore itu, Dodi bersama temanya itu mandi dan rame rame berlomba menyeberangi sungai kusan desa Pasar baru Pagatan yang diperkirakan memiliki lebar mencapai 100 meter tepatnya di sekitar jembatan penyeberangan Pagatan-Mudalang. Begitu tiba ditengah tengah sungai, diperkirakan arus cukup deras dan membuat Dodi lemas akibat kehabisan tenaga melawan arus sehingga korban tenggelam. Sejumlah temannya yang melihat Dodi yang tidak muncul ke permukaan, segera melapor ke warga lainnya dan berusaha minta pertolongan.

Jumat Sore itu juga terus dilakukan pencarian dari warga sungai, hingga sejumlah petugas SAR dan Pemadam kebakaran pun diturunkan untuk melakukan pencarian dengan menyusuri sungai baik menggunakan perahu karet, ataupun penyelaman disekitar bibir sungai. Namun tetap saja nihil hasilnya. Begitu juga dengan pencarian di hari sabtu hingga malam minggu tadi, tetap saja beberapa petugas yang diturunkan mencari Mayat Dodi yang diduga telah mengapung ke permukaan sungai lagi-lagi tetap saja pulang dengan laporan nihil.

Kerabat korban, janjang (30) warga wirittasi ini, mengaku anak tersebut memang kerap mandi di sungai kusan bersama teman temannya disetiap sore. Terutama sehabis pulang sekolah dan bermain. Akan tetapi selama Dodi tinggal dan menetap dirumah janjang, janjang mengaku tidak ada sikap aneh ataupun nakal melekat pada anak tersebut. Mengingat, sikap rajin belajar dan mudah berteman dengan siapa saja itu membuat dirinya memiliki nilai yang cukup bagus disekolah.
“sejak lulus SD, dia sudah diam dirumah saya, begitu juga orang tuanya kerap datang menyambangi dodi. Belakangan sikapnya tidak ada yang aneh.. selalu beersikap wajar saja” ujar janjang.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved