Home » » Terbebas Tikus, banjir Mengancam

Terbebas Tikus, banjir Mengancam

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 02 April 2011 | 19.27


BATULICIN- Sudah setahun ini, puluhan petani di desa Pondok Buton Kelurahan Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin, dapat bernafas lega. Ribuan hama tikus yang kerap mengganggu lahan pertanian mereka menjelang musim panen, berangsur angsur terus menghilang. Maskipun masih ada saja yang berkeliaran, namun hal itu menurut M. Ruslan (56) petani yang memiliki petak sawah di dekat bibir jalan Dharma Praja ini, adalah hal yang biasa dan lumrah terjadi. Namun Siapa nanya, Diluar permasalahan itu, ancaman banjir merupakan masalah baru yang kini terus menghantui petani ditempat ini.



“Alhamdulillah, meskipun masih ada satu, atau dua ekor dalam satu petak sawah, tapi kami masih bisa mengatasinya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap kali menjelang panen, ribuan tikus dan belalang kerap menggerogoti bulir dan batang padi kami. Meskipun di pasangi pelastik pengaman serta dipasangi racun tikus, tetap saja masih meraja lela mengganggu . salah satu cara efektif yang digunakan para petani dalam hal mengusir hama tikus ini, adalah selain menggunakan racun tikus, juga menggunakan setruman listrik” terang M. Ruslan, kemarin.

Dari Pantauan, selain Ruslan, sejumlah petani lainnnya juga terlihat antusias menggarap lahan pertanian mereka. Dari membajak, membuat gundukkan, memupuk, hingga sudah ada yang mulai melakukan penanaman. Permasalahan lain yang juga sedang dihadapi petani lahan sawah gambut ini adalah buruknya pengairan yang ada, sehingga kawasan ini rawan terhadap musibah Banjir. Sehingga, volume air diareal persawahan kerap tak menentu, seiring tinggi rendahnya curah hujan. Jika curah hujan terlampau tinggi, bisa dipastikan tanaman padi yang ada ludes terendam.

Dengan kondisi pengairan yang tidak setabil itu, diyakini sangat mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Apalagi saat curah hujan tinggi, tanaman padi yang baru ditanam kerap terendam hingga pucuk daun tak terlihat lagi dari atas permukaan air. Jika hal itu berlangsung diatas 2 minggu saja, bisa dipastikan akan terjadi pembusukan akar.

“dari pengalaman itulah, kami selalu menanam tanaman padi yang sudah cukup berumur dewasa, dengan cirri daun padi sudah cukup panjang diatas satu jengkal. Jika dibawah ukuran tersebut, kami hawatir akan mudah rusak akibat kondisi air yang terlampau dalam” kata ruslan, menambahkan.

Untuk itu, Ruslan dan jug petani lainnya di Pondok Buton berharap agar pemerintah memberikan perhatian serius dalam hal pembuatan pintu air dan drainese ditempat itu. Karena, permasalahan gangguan tikus sudah mampu diatasi petani, kini saatnya pemerintah turut ambil bagian dalam hal pembuatan pintu air demi keberhasilan para petani dalam hal meningkatkan kualitas dan produksi pertanian mereka.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan peternakan Tanah Bumbu, Ir. Edward Turrahman ketika dikonfirmasi terkait keinginan petani untuk mendapatkan pembuatan pintu air tersebut, pihaknya mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan. Hanya saja perlu adanya pembahasan lebih lanjut, dengan melibatkan pihak terkait, termasuk para petani.

“seharusnya petani, melalui kelompok taninya, mengajukan permintaan itu melalui kami, nanti kami akan bahas dalam rapat dengan tentunya melibatkan para petani untuk mendengar langsung keinginan para petani dan mencarikan jalan keluarnya, jika itu memang dibutuhkan, saya kira bisa saja dilakukan” ujar Edward.

Sementara menanggapi atas keberhasilan Petani mengusir hama tikus, Edward Turrahman mengatakan, para petani bisa saja berinovasi dalam melakukan pemberantasan hama, termasuk menggunakan energy listrik, hanya saja diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Termasuk dalam menggunakan Racun dana bahan-bahan mematikan lainnya, untuk selalu berkoordinasi dengan petugas pertanian di Lapangan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved