Home » » DASAR TEKNIK MENGENDARAI SEPEDA MOTOR TRAIL

DASAR TEKNIK MENGENDARAI SEPEDA MOTOR TRAIL

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 27 Mei 2011 | 08.16


Buat rekan-rekan pecinta offroad roda dua, disini saya ingin memberikan gambaran yang sekiranya saya tahu dengan harapan dapat meningkatkan olahraga roda dua khususnya motokros, grasstrack dan offroad. Gambaran pelatihan tersebut bertujuan agar para pengendara dapat dengan benar dan relatif aman melalui rintangan-rintangan yang cukup berbahaya. Dirasakan perlu karena sudah semakin banyaknya minat terhadap olahraga ini, sementara hanya sedikit sekali organisasi bermotor yang berkepentingan untuk memberi panduan. Sehingga banyak awam yang mengalami cidera dan akhirnya berhenti melakukan olahraga ini.


Teknik-teknik dasar ini juga dipakai oleh para pemula yang hendak terjun keolahraga motokros saya coba berbagi dengan rekan-rekan untuk melakukan olahraga roda dua ini dengan teknik yang baik dan sebagaimana mestinya. Dari teknik-teknik dasar ini, nantinya dapat dikembangkan sendiri atau mengikuti pelatihan kembali dalam tingkat yang lebih tinggi.
Adapun materi pelatihan akan dibagi dalam 5 sesi:
1. Pre riding preparation
a. Kelengkapan pelindung tubuh
b. Pengenalan olah raga offroad roda dua
2. Bike inspection and warming up
a. Menyiapkan Sepeda motor
b. Pemanasan tubuh sebelum berkendara
3. Teknik berkendara di berbagai rintangan (teori, demo dan praktek)
a. Posisi tubuh yang baik di atas sepeda motor
b. Penguasaan kendaraan
c. Pengenalan jenis lintasan
d. Teknik melewati tanjakan, turunan serta jalan bergelombang.
e. Teknik menikung
4. Free Fun Riding
5. Evaluasi hasil pelatihan

Kelengkapan pelindung tubuh
Perlengkapan untuk pengendara motokros/dirt rider:

* Kaus kaki panjang dipakai pada langkah yang pertama , gunanya untuk mengurangi gesekan antara kaki dengan sepatu boot. Selain itu juga untuk menyerap keringat karena dalam sepatu boot yang tinggi udara di dalam cukup panas. Setelah itu langkah berikutnya mengenakan pelindung lutut. Terbuat dari bahan plastik keras dipasang dengan karet yang melingkar di seputar lutut. Untuk proteksi yang lebih baik lagi ada sebuah alat bernama knee brace. Alat ini memperkuat persendian lutut dengan engsel yang biasanya terbuat dari besi campuran yang ringan sehingga memungkinkan lutut untuk bergerak hanya dua arah yang lurus.
* Mengenakan celana khusus untuk motokros. Celana ini biasanya terbuat dari kanvas yang memungkinkan udara dapat keluar dan masuk. Memiliki bantalan di sekitar lutut bagian dalam, pinggang dan paha bagian luar. Tahan terhadap gesekan dan sukar untuk terkoyak. Dalam memilih celana balap yang baik perlu diperhatikan tingkat kekuatan dan kenyamanan pemakaiannya, sebab pabrikan yang bermutu sangat memperhatikan keleluasaan gerak pemakai.
* Sepatu balap (boot) motokros merupakan kelengkapan penting yang sering diabaikan, hal tersebut terjadi karena harga sepatu khusus ini relatif cukup mahal. Biasanya terbuat dari kulit, tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini sering kita jumpai sepatu balap yang dibuat dari bahan campuran sintetis (plastik, polyurethane). Namun semua itu bertujuan untuk memberi perlindungan dan kenyamanan yang maksimal. Perlu diperhatikan pada pemakai diharuskan mengencangkan semua kunci pengaitnya, supaya tidak mudah lepas. Sepatu ini akan melindungi pengendara dari batu, tanah, benturan dengan sepeda motor serta panas dari pipa saluran sisa pembuangan udara (knalpot).
* Memakai kaos lengan panjang (jersey) yang memiliki bantalan pada siku tangan. Kaos ini selain melindungi kulit juga dapat menyerap keringat pengendara. Relatif cepat kering dan tidak membatasi kulit tubuh untuk bernafas. Biasanya untuk melindungi siku pada lengan jersey terdapat busa (pad) pelindung atau pengendara khusus menggunakan pelindung siku (elbow pad) supaya lebih aman.
* Pengendara motokros akan sering mengalami guncangan dalam berkendara dan guncangan yang cukup keras bisa menyebabkan cedera pada bagian dalam perut. Untuk mengantisipasi hal tersebut para pengendara motokros memakai sabuk yang ukurannya lebar (belt). Biasanya pada bagian belakang terbuat dari bahan yang keras dan bagian depan elastis. Tujuannya untuk memberi perlindungan pada perut juga bagian pinggang serta sebagai penyangga tulang punggung bagian bawah.
* Memakai pelindung dada (chest protector) untuk melindungi tulang rusuk, dada, hingga ke punggung bagian atas. Terbuat dari plastik keras dengan bantalan pada bagian tertentu. Benturan dengan stang kemudi serta batu dan tanah dari arah depan dapat menyebabkan cedera yang cukup serius, hendaknya pengendara menyadari betul pentingnya pelindung ini.
* Helm atau pelindung kepala, merupakan faktor paling penting dari semua peralatan pelindung tubuh. Sebagai pusat saraf kepala juga paling rentan terhadap benturan yang keras. Oleh karena itu dalam memlih helm perlu diutamakan kualitasnya. Biasanya helm untuk pengendara motokros dan enduro lebih banyak memungkinkan udara untuk bersirkulasi, fungsinya untuk memberi pernafasan yang baik. Selain itu dilengkapi juga dengan pet helm (visor) untuk melindungi cipratan tanah juga terhadap sinar matahari yang menyilaukan. Tidak memerlukan kaca pada bagian depan karena pengelihatan pengendara akan dilindungi oleh kacamata khusus (goggle). Perlu diingat bahwa ukuran helm harus cocok dengan kepala pengendara dan tidak dapat dipinjamkan ke orang lain. Kunci pengait helm harus terpasang dengan baik bila memakainya.
* Sarung tangan juga merupakan faktor yang penting, dipakai terakhir sebelum mengenakan kacamata. Berfungsi untuk melindungi tangan akibat gesekan dengan grip stang, juga terhadap lemparan kerikil atau pecahan tanah keras dari akibat dari sepeda motor di depan. Sarung tangan motokros harus elastis dan nyaman. Dalam penggunaannya harus diperhatikan ukuran yang tepat serta pengunci harus terpasang.
* Kacamata khusus untuk motokros (goggle). Kaca terbuat dari kaca plastik (lexan lens), memberi perlindungan untuk mata dari debu. Pada bagian dalam terbuat dari busa yang empuk dan memberi kenyamanan pada wajah. Cara pemakaiannya dengan memasukkan kaca terlebih dahulu baru karet (strap) di pasang melingkari helm kearah belakang.
* Untuk pengendara trail adventure jarak jauh jangan lupa untuk membawa jas hujan serta celananya, membawa beberapa perlengkapan seperti kunci 8, 10, 12, tang, obeng, alat penarik, dsb.


Menyiapkan Sepedamotor
Sering terjadi sepedamotor anda tidak dapat berfungsi dengan baik akibat kelalaian dari pengendara. Selain perawatan yang teratur, setiap kali hendak berkendara, pengendara harus melakukan pemeriksaan ulang terhadap bagian tertentu. Bagian sepedamotor yang harus diperhatikan sebelum menjalankan kendaraan adalah:
a) Tangki bahan bakar
b) Oli mesin
c) Kabel-kabel rem, kopling dan gas
d) Pengoperasian tuas-tuas rem, kopling, dan perseneling
e) rantai serta gir depan maupun belakang
f) Jari-jari roda
g) Saringan udara
h) Busi serta pengapian

Pemanasan tubuh sebelum berkendara
Banyak pengendara mengabaikan hal yang penting ini, yaitu pemanasan. Pengolahan tubuh dengan pemanasan bertujuan untuk melenturkan otot-otot agar tidak kaku.
Kelenturan dalam berkendara sangat diperlukan karena :
- Meningkatkan daya refleksi terhadap faktor2 berbahaya yang datang tiba-tiba
- Stamina selama berkendara lebih terjaga
- Otot-otot tidak terkejut melakukan olahraga berat secara tiba-tiba
Olah raga pemanasan di lakukan pada seluruh bagian tubuh diawali dengan berlari ditempat secukupnya lalu diikuti pergerakan berulang (senam) dimulai dari bagian atas. Perlu diperhatikan kelenturan pada bagian-bagian:
a) Leher
b) Lengan
c) Pergelangan tangan
d) Perut dan pinggang
e) Punggung
f) Paha
g) Betis
h) Pergelangan kaki
Lakukan pemanasan seperti pada olahraga-olahraga lain pada umumnya. Sebelum berkendara pemanasan ini tidak perlu dilakukan terlalu banyak, hanya secukupnya saja.

Posisi tubuh berkendara yang baik di atas sepeda motor
Posisi tubuh dalam berkendara sangat mempengaruhi kestabilan, daya tahan serta mengantisipasi cedera akibat otot yang kelelahan
Posisi tubuh yang harus diperhatikan:
a) Posisi Kepala dan pandangan mata
b) Posisi tubuh bagian atas
c) Posisi lengan
d) Posisi jari dan telapak
e) Posisi kaki
f) Posisi telapak kaki

Penguasaan kendaraan
Bertujuan agar pengendara dan sepeda motornya seperti menyatu. Mengikuti irama laju sepeda motor membutuhkan penguasaan secara optimal. Dalam sesi ini pengendara akan merasakan alunan tanpa hentakan yang hebat meskipun melalui kondisi jalan yang sangat buruk. Atau menguasai kendaraan ketika melalui jalan yang berbatu, licin, basah, berpasir, berjalur maupun berlumpur.
Terbagi dalam beberapa bagian:
a) Mengarahkan kendaraan menggunakan lengan
b) Mengarahkan kendaraan menggunakan lutut bagian dalam
c) Pergerakan maju dan mundur
d) Teknik pengereman
e) Teknik mengganti gigi perseneling
f) Teknik memacu kendaraan
g) Teknik menekan dan menarik sepeda motor
h) Teknik mengoptimalkan suspensi kendaraan
i) Teknik mengoptimalkan kaki sebagai peredam getaran
j) Teknik membangunkan kendaraan yang jatuh

Pengenalan jenis lintasan
Melihat kondisi lintasan di depan dengan cepat, akan memperkecil resiko terjatuh. Dengan mengantisipasi jenis tanah, jalan berbatu, kubangan berlumpur, licin atau genangan air. Setiap jenis lintasan memerlukan teknik berkendara yang berbeda, hal ini menuntut pengendara motor trail memerlukan teknik yang lebih banyak dibandingkan mengendarai kendaraan jenis lain.

Teknik melewati tanjakan atau turunan curam serta jalan bergelombang
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melewati rintangan ini adalah
a) Posisi tubuh
b) Arah sepeda motor
c) Kestabilan
d) Kecepatan
e) Penggunaan tenaga mesin sepedamotor
f) Penggunaan sistem pengereman sepedamotor

Teknik menikung
Dalam olah raga balap otomotif hal yang paling menjadi perhatian adalah saat menikung. Kelebihan seorang pembalap dibandingkan lainnya dapat dilihat dari caranya melibas tikungan. Semakin baik seorang pengendara melewati tikungan maka dapat dipastikan ialah sang juara. Pada kesempatan kali ini apa yang akan dibahas bukanlah menjadi yang tercepat tetapi bagaimana pengendara dapat melewati tikungan dengan aman.
Berbagai bentuk tikungan :
a) Tikungan oval
b) Tikungan 900
c) Tikungan 1800
d) Tikungan menurun
e) Tikungan menanjak
f) Tikungan rata dan licin
g) Tikungan off chamber
h) Tikungan bertanggul
i) Tikungan berjalur

Yang perlu diperhatikan dalam melewati jenis tikungan yang berbeda-beda ini adalah :
- Kecepatan membaca kontur lintasan
- Arah pandangan mata
- Kontrol tenaga mesin
- Titik pengereman
- Titik buka gas
- Posisi tubuh
- Mengarahkan sepeda motor
- Kemiringan sepeda motor

Ekstra:
Teknik Jumping/ melompat
Jumping dalam olahraga motokros atau enduro merupakan tontonan yang paling menarik sekaligus paling membahayakan. 85% cedera serius pembalap motokros terjadi ketika melakukan aksi jumping. Jangan main-main dengan yang satu ini, apabila belum menguasai tekniknya sebaiknya hindari aksi ini.

Dalam pelatihan ini akan diajarkan teknik dasar melompat bukan dengan kecepatan serta terbang tinggi tetapi sekali lagi, bagaimana menyikapi pengendara menghadapi rintangan seperti ini dengan aman.
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melewati rintangan ini:
- Pemilihan jalur
- Jarak tempuh awalan
- Sudut kemiringan rintangan
- Kesiapan dan kelenturan tubuh
- Posisi tubuh
- Kecepatan sepeda motor
- Penggunaan suspensi sepeda motor
- Melayang dengan terkontrol
- Mendarat dengan baik

Demikian gambaran secara global tentang teknik dasar mengendarai sepeda motor trail, Semoga bermanfaat apabila ada kekurangan saya mohon maaf dan mohon masukannya.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | EDHA KENCANA CORP | Batulicin
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved