Home » » PLTD Pagatan Punya Mesin Baru, Listrik Masih Sering Padam

PLTD Pagatan Punya Mesin Baru, Listrik Masih Sering Padam

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 24 Mei 2011 | 21.31

BATULICIN- Tak semua memiliki perubahan di Tahun 2011. PLN Batulicin masih seperti yang dulu. Masih sama dengan pemadaman listriknya setiap malam. Dengan berbagai alasan dan argumen, PT. PLN Ranting Batulicin, masih saja dengan gambalng memadamkan aliran listrik kerumah warganya. Bahkan itu dilakukan baru memasuki pekan pertama di tahun 2011. Seakan memberi kabar, kalau PLN tak berubah, kurang profesional dan masih saja aktif dengan kebobrokannya.


Padahal, diawal Tahun 2011 lalu Direktur Utama PT. PLN yang Kerap Ngantor di Jakarta sempat menyambangi PLTD Pagatan, dan memecat Kontraktor Listrik yang bekerja di PLTD Pagatan yang menggunakan Bendera IHM akibat sering mengalami gangguan kontrak daya sebesar 5MW, dan hanya mampu menyuplai 1MW hingga 1,5 MW saja. Dengan pemutusan kontrak IHM tersebut, diharapkan kontraktor listrik Sewatama mampu memulihkan keadaan keterpurukan listrik di Tanah Bumbu. Sewatamapun dikabarkan mendapat suplai mesin baru berkualitas daya mampu mencapai 5 MW, dengan menggunakan 5 mesin pembangkit, dengan masing-masing daya mampu 1 MW, asal Tanjung Maburai. Sejak awal bulan lalu, 6 dari 9 mesin di PLTD Pagatan telah menderu untuk menghasilkan listrik untuk pelanggan di Kusan hilir, Batulicin, Simpang empat hingga sebagian kecil bagi pelanggan yang ada di Kecamatan Mentewe.

Sementara Suplai PLTU Asam Asam masih terus mendongkrak listrik di sebagian Kec. Satui hingga Kusan Hilir Pagatan, Kuranji dan Karang Bintang. Meskipun demikian, sampai berita ini diturunkan, PLN Ranting Batulicin sebagai produsen dan Suplayer Listrik utama di Tanah Bumbu terasa belum maksimal mampu mengatasi krisis listrik, alias pemadaman setiap malam, setiap hari atau bahkan setiap jam. Pemadaman bergilir sepertinya masih saja terus terjadi, bahkan hingga mencapai satu malam suntuk atau satu hari penuh. Jika harus di hitung dengan jam-jaman, diperkirakan pemadaman tersebut terjadi hingga melebihi 10 jam setiap harinya.

Seperti sebelumnya, Setelah Kota Pagatan dilanda pemadaman listrik selama sepuluh jam setiap hari dipenghujung tahun 2010. Kini giliran Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin mengalami pemadaman selama kurang lebih selama 9 hingga 10 jam setiap malam, dengan jalur bergantian satu kali padam satu kali menyala.

Menurut penuturan Kepala PLTN. Ranting Batulicin H. Syamsu Saleh, kerusakan terparah terjadi pada satu pembangkit, akibat terbakar. Dan harus memerlukan perawatan intensif. Sejumlah peralatan tekhnisnya membutuhkan perbaikan serius. Sementara pembangkit lainnya yang kini tengah bermasalah, juga terus dilakukan perbaikan. “untuk sementara kerusakan hanya terjadi pada pembangkit di PLTD Pagatan. Kita harapkan tidak lam lagi bisa selesai diperbaiki. Sementara satu pembangkit yang mengalami kerusakan terparah harus menunggu sparepart pengganti, dan ini sedang diupayakan” ujar H. Syamsu Saleh, kemarin.

Kerusakan itu, menjadikan sering terjadinya pemadaman tak terduga di wilayah kabupaten Tanah Bumbu. Hal itu terang menjadi keluhan para pelanggan PLN, terutama mereka yang setiap hari menggantungkan penggidupan ekonomi dan usahanya dari listrik, sebagai sumber energy utamanya. Seperti jasa photography, photocopy, perhotelan, warung makan, jasa laundry, tempat hiburan malam, hingga bisnis penyalonan.

Seperti yang dikeluhkan H. Upi (30) warga Batulicin, pemilik percetakan pass photo di bilangan jalan raya Batulicin Kampung baru ini, dirinya mengeluhkan pemadaman listrik yang kerap terjadi dibatulicin mengakibatkan kerusakan pada mesin pencetak photo yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah untuk memperbaikinya. Hal itu, diyakini Karen selain kerap terjadnya pemadaman listrik juga sebagai imbas tidak setabilnya kondisi tegangan listrik di daerahnya.

“lucut kita beusaha di Tanah Bumbu, listri mati tarus, bisnis kada kawa tapi jalan, rusaknya makaam kada kehitungan” ujar H. Upi.

Tak berbeda dengan H. Upi, Cinta pemilik warung makan dan karaoke di bilangan jalan raya Pelajau ini juga mengeluhkan pemadaman listrik tersebut, lantaran sulitnya menghidupkan peralatan dapurnya yang juga mengandalkan listrik, dan harus kembali menggunakan peralatan manual, seperti pemanas nasi, blender, mixer, TV, AC dan peralatan lainnya. Akibatnya selain pelanggan berkurang, omset tiap bulannya juga terus mengalami penurunan.

Masyarakat Tanah Bumbu berharap, listrik di tanah Bumbu bisa berjalan dengan normal, tatkala nantinya PLN komitmen membeli pasokan listrik dari PT. Krakatau Steel atau Meratus jaya iron Steel. Serta adanya pasokan listrik tambahan melalui Travo baru yang kini tengah di bangun di Gunung Tinggi untuk mendistribusikan listrik dari PLTU Asam-Asam. “mudah-mudahan itu bisa mengatasi krisis listrik di Tanah Bumbu, bukan sekedar janji PLN belaka” ujar H. Upi. Singkat.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved