Home » » Dirjen PHKA dan Gubernur Resmikan Penangkaran Buaya H. Isyam

Dirjen PHKA dan Gubernur Resmikan Penangkaran Buaya H. Isyam

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 15 Juni 2011 | 16.14

BATULICIN- sebanyak 40 ekor buaya, 35 ekor buaya betina dan 5 ekor buaya pejantan dengan usia kisaran antara 22 hingga 28 tahun, rabu (15/6) dilepas oleh Dirjen Perlindungan Hutan dan Kawasan Cagar Alam (PHKA) Ir. H. Darori, bersama Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Arifin di lokasi penangkaran Buaya PT. Jhonlin Group milik H. Isyam.


Pelepasan 40 ekor Buaya titipan BKSDA Kalsel asal Penangkaran yang terdapat di Landasan Ulin Mekartani Banjarbaru itu juga disaksikan oleh Danrem TNI AD 101 Antasari Kol Inf. Komarudin Simanjuntak, S.Ip, Kadishut Prov kalsel Suhardi A, Dir. Konserfasi Kawasan Bina Hutan Lindung, Kapolres Tanah Bumbu AKBP Winarto, beserta sejumlah petinggi Jhonlin Group yang berpusat di Tanah Bumbu.

Di atas lahan seluas 70 hektar itu, selain dibangun kolam penangkaran buaya seluas 5600 meter persegi dengan luas kawasan sekitar 1,5 hektar, juga sebelumnya telah dibangun kawasan penangkaran budidaya Rusa. Bahkan di pegunungan Simpang Empat yang selama ini terkenal sebagai Gunung Besi atau Gunung penyesalan, oleh H. Isyam yang memiliki nama lengkap H. Syamsuddin ini dijadikan sebagai kawasan resapan air, yang juga didalamnya direncanakan bakal dijadikan kawasan suaka marga satwa flora dan fauna khas Kalimantan selatan.

“untuk penangkaran rusa, sudah bisa kita lihat perkembang biakannya meningkat cukup pesat. Bahkan kita juga mendapat support dari Dirjen PHKA untuk menerima kiriman rusa sapi dari daerah pulau jawa dan dilakukan pengembang biakan juga ditempat ini. Sementara untuk pengembang biakan buaya, kita baru siapkan satu buah kolam yang saat ini didalamnya baru dihuni 40 ekor buaya muara. Di beberapa lokasi juga kita sudah siapkan kolam kolam baru jika nantinya jumlah buaya telah bertambah. Ditempat lain, tidak jauh dari lokasi ini, kita juga mempersiapkan Gunung Penyesalan sebagai salah satu paru-paru Tanah Bumbu, paru-parunya Kalimantan Selatan dan juga menjadi kawasan resapan air.” Ujar H. Isyam, saat berbincang dengan Wartawan disela kesibukannya di sekitar lokasi penangkaran kemarin.

Menurut Kurdi S, pawang Buaya yang sengaja di datangkan dari PT. Ramli Peternakan Buaya Tangerang, ketika melihat kondisi kolam dan luasan kawasan penangkaran, di yakini hal itu sudah merupakan penangkaran buaya yang terbaik di Indonesia. Mengingat, dengan luas yang mencapai 5600 meter persegi itu berdasarkan analisa Kurdi, tempat itu bisa menampung sekitar 500 ekor buaya remaja.

“kalau dibandingkan ditempat lain yang pernah saya datangi, yang saya tahu, tempat ini yang paling baik, dan paling istimewa. Bahkan tempatnya juga cukup luas. Bisa menampung 500 ekor buaya remaja maupun dewasa” ujar Kurdi .

Buaya-buaya yang dilepas di kolam Jhonlin Group itu, rata-rata memiliki panjang antara 3,35 meter hingga 4 meter, dengan berat badan mencapai 400 Kg. ditempat itu, buaya-buaya tersebut bakal mendapat jatah makan selama dua hari sekali, dengan jatah menyantap ayam segar sebanyak 90 ekor untuk satu kali makan. Untuk memenuhi kuota makanan Buaya itu, pihak perusahaan saat ini juga tengah membangun pusat peternakan ayam potong.
Bupati Tanah Bumbu mardani H. Maming ketika menghadiri kegiatan itu mengatakan, dirinya atas nama pemerintah daerah menyambut baik sekaligus berterimakasih kepada H. Isyam yang telah turut peduli terhadap kelestarian alam di Tanah Bumbu. Dimana pada akhirnya adanya sejumlah pusat penangkaran binatang yang saat ini mulai nyaris punah dan dilindungi keberadaannya itu, bisa diharapkan bisa terus ditingkatkan hingga mampu menjadi objek wisata edukatif. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Bumi Bersujud.

Adapun Gubernur Kalimantan Selatan, dalam sambutannya mengatakan selain adanya penangkaran Buaya di kawasan penangkaran PT Jhonlin ini, sebelumnya pemerintah Kalimantan Selatan juga telah membangun pusat penangkaran Buaya di Landasan Ulin Banjarbaru, kemudian pusat penangkaran Ikan Arwana, serta penangkaran Rusa yang juga dibangun di sekitar kediaman H. Isyam. Melihat kegigihan pengusaha muda asal Tanah Bumbu itu, Gubernur menggantungkan harapan agar kiranya kedepan sejumlah satwa liar yang juga dilindungi sebagai parimata khas Kalsel, bisa diselamatkan melalui kepedulian H. Isyam dengan turut membangunkan penangkarannya di Tanah Bumbu. Sehingga sejumlah Flora dan Fauna yang saat sekarang ini mulai langka bisa dilestarikan sebagai warisan yang bisa di ketahui oleh anak cucu kita kelak dimasa yang akan datang.

Sesaat sebelum melepas secara symbolis, Dirjen PHKA H. Darori mengatakan, untuk kualitas eksport, kulit-kulit buaya yang sudah menjadi bahan olahan industry di sejumlah Negara bagian eropa maupun manca Negara lainnya, saat ini masih sangat mahal. Dimana untuk satu buah tas wanita dengan bahan kulit buaya asal Indonesia dibandrol dengan harga 500 Euro atau setara dengan Rp.75 Juta. dengan harga kulit buaya Indonesia belakangan ini, menjadikan kelestarian buaya yang ada di Indonesia pada umumnya terancam untuk diperjual belikan di pasar bebas.

“tanpa adanya perhatian serius dari kita semua, maka keberadaan dan kelestarian buaya Indonesia semakin hari akan semakin langka, seiring ramainya perburuan dilakukan, untuk itu saya sangat berterimakasih kepada H. Isyam yang telah perduli dengan pelestarian ini” ujar Ir. H. Darori.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved