Home » » Camat bareng Muspika Satui Garuk Gepeng Rame Rame

Camat bareng Muspika Satui Garuk Gepeng Rame Rame

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 27 Agustus 2011 | 11.22

BATULICIN- Bulan Ramadhan,bukan saja merupakan bulan penuh berkah. Akan tetapi juga dipenuhi dengan gepeng, pengemis atau peminta minta. Belakangan keberadaan para pengemis initerus bertambah seiring mendekati Hari Raya Idul Fitri 1432 H yang tinggal beberapa hari lagi.

  Khusus di kecamatan Satui, untuk menghindari maraknya gepeng berkeliaran di Kota Batubara itu, Camat Satui Eryanto Rais SH yang merupakan Mantan Kasatpol PP Tanah Bumbu ini, bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja, Polesek Satui, Koramil Satui, kepala Desa, serta Satpol PP untuk kembali melakukan penertiban.


 Dari kegiatan penertiban gepeng di wilayah Satui pada Jumat (26/8) sore kemarin, tertangkap sebanyak 14 gepeng yang terindikasi menjadikan profesi mereka sebagai lahan mata pencarian rutin setiap hari. Dari ke 14 gepeng itu sebagian besar mengantongi KTP Madura, serta KTP Martapura. Diantaranyara 5 orang adalah Wanita paruhbaya. Dihadapan petugas, para gepeng ini mengaku mendapatkan penghasilan sebesar Rp 200.000,. hingga Rp 400.000,. setiap harinya. Bahkan jika ditotal rata-rata pendapatan mereka minimal Rp 6000.000. tiap bulannya. 30 persen dari penghasilannya itu diserahkan kepada penampung atau pengelola “SDM” mereka.

 “dari kegiatan penertiban kemarin, kita berhasil mengamnkan 14 Gepeng, yang kesemuanya ditampung di Kediaman salah seorang penampung, di Jl Citrawati dan Jl. Perintis yang dikelola oleh Tayib. Dari KTP diketahui sebagian besar merupakan pendatang asal kota Madura. Sisanya ber KTP Martapura. Dari aksinya setiap hari, mereka rata rata membawa jimat pengasihan, dan pemikat. Diketahui pula dari penuturan mereka, setiap hari para pengemis ini mendapatkan penghasilan antara 200 ribu hingga 400 ribu tiap hari” ujar Camat Satui Eryanto Rais SH.

Usai dilakukan penggerebekan, para gepeng ini diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka dikemudian hari serta tidak kembali lagi ke Tanah Bumbu untuk menjadi pengemis, peminta minta atau gepeng (beda sebutan namun bentuk profesi sama.red). setelah itu, malam harinya mereka langsung dipulangkan ke daerah asal mereka masing masing melalui jalur kapal laut.

 “Dengan adanya razia dan pemulangan gepeng ini, kedepannya mampu menjadi efek jera. Serta menjadi perhatian khusus dari semua pihak. Baik dari tingkat RT, RW, Kepala Desa hingga pihak yang lebih berwenang. Sebagai RT hendaknya bisa melakukan pemeriksaan rutin terhadap pendatang baru di wilayahnya masing masing. Begitu juga kepala desa untuk bisa memantu keberadaan gepeng yang berkeliaran di desanya. Jika ditemukan, segera lapor pihak kecamatan, dan kecamatan akan segara mengambil tindakan dengan bekerjasama dengan pihak Muspika, Dinsosnakertrans, serta Satpol PP untuk melakukan penertiban. Sehingga tidak ada gepeng yang berkeliaran di Satui. Mengingat keberadaan Gepeng ini semakin hari membuat warga resah, dan telah dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktifitasnya” papar eryanto lebih jauh.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved