Home » » Kemarau, PDAM Nyaris Sekarat

Kemarau, PDAM Nyaris Sekarat

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 19 Agustus 2011 | 09.01

BATULICIN- sudah sebulan lebih kemarau melanda kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Jikapun ada hujan, hanya bersifat sporadis dengan curah yang tidak terlalu tinggi. Akibatnya sejumlah sungai yang ada di Bumi bersujud ini mengalami penyusutan debit air yang berpengaruh pada menurunnya produksi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.


Dari penuturan Plt. Dirut PDAM Tanah Bumbu Iskandar Zulkarnaen kepada wartawan diruang kerjanya, saat ini sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) bersih yang berada di Kecamatan Karang Bintang, Waduk Kodeco, serta Saring Sungai Binjai mengalami penyusustan bahan baku. Penurunan kapasitas bahan baku ini diakibatkan pipa penyedot yang terpasang disungai tersebut sudah mulai menggantung. Sehingga pada waktu tertentu, air yang tersedot kurang maksimal ketika IPA beroperasi.

 “dan ini patut kita bersyukur karena meskipun sudah hampir mendekati sebulan ini tidak ada turun hujan, bahan baku yang terdapat melalui sungai kusan dan Batulicin itu tidak asin maupun hanta” terang Zulkarnaen.

Dipaparkan Zulkarnaen lebih lanjut , sudah lebih dari 10 tahun Tanah Bumbu belum pernah mengalami penyusutan debit bahan baku. Karena waktu itu, meskipun kemarau kerap melanda, akan tetapi hujan sesekali ada saja turun membasahi Bumi Bersujud. Namun kini, kemarau panjang benar benar terjadi. Jika dahulu, PDAM kerap mengalami kemacetan, itu lantaran buruknya peralatan tekhnis yang terpasang dari IPA hingga pipa pendistribusian ke rumah pelanggan serta besarnya terjadi kebocoran. pelanggan PDAM pun kerap dirugikan. Atau dalam kata lain, istilah mampet, cekat-cekat, macet, bagi pelanggan saat itu sudah tidak asing lagi.

Beruntung di tahun 2009-2010 sejumlah proyek peremajaan pipa berhasil dilakukan oleh pihak PDAM. Sehingga kemacetan tersebut bisa dikurangi bahkan ditekan, meskipun diakui oleh Zulkarnaen, hingga saat ini PDAM masih belum berhasil mengurangi angka kebocoran yang mencapai sekitar 20 hingga 30 persen.

Penambahan kapasitas produksi dari setiap IPA juga dilakukan, hal ini seperti yang terlihat pada data yang dimiliki PDAM Tanbu. Dimana produksi IPA Km8 Sarigadung kini mampu memproduksi 50 liter/detik X 2mesin pembangkit. Pembangkit Karang Bintang 40 liter/detik, pembangkit Kodeco 30 liter/ detik, serta pembangkit IPA Saring Sungai Binjai 20 Liter perdetik.

 “jika kemarau masih terus terjadi, dikhawatirkan stock bahan baku kita mulai tercemar air laut, terutama di wilayah pagatan. Untuk itu kita berharap dalam dua atau tiga hari ini hujan mulai turun” harap Plt Dirut PDAM ini.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved