Home » » Mobilisasi Truk Bara, leluasa Dijalan Raya Tanah Laut

Mobilisasi Truk Bara, leluasa Dijalan Raya Tanah Laut

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 27 Agustus 2011 | 11.59

Tanah Laut- Mobilisasi Truck pengangkut batubara yang menggunakan jalan raya Nasional Poros Banjarmasin di kecamatan Kintap dan Asam-Asam kabupaten Tanah laut semakin berani saja, seolah menantang aparat penegak hukum saja.

Jika pada awalnya operasi lalulintas angkutan emas hitam ini marak dilakukan pada malam hari, belakangan kini justru dilakukan secara terang terangan pada siang hari. Bahkan, seperti yang terpantau pada siang (26/8) kemarin. iring iringan truk angkutan batubara tanpa penutup terpal itu terlihat keluar masuk dari samping kantor Kecamatan Kintap, yang berada tidak jauh dari Kantor Polsek setempat.


Selain itu juga terlihat dengan kasat mata iring iringan truk angkutan batubara tanpa lebel “Dispensasi Pak Gubernur Kalsel” itu dengan leluasa menggunakan jalan raya hingga menuju Pelabuhan Khusus milik Cenko. Padahal dari lokasi tambang, untuk menuju pelabuhan tersebut juga telah dibangun jalan khusus maupun underpas milik perusahaan.

Salah seorang sopir angkutan umum yang melintas di jalan raya ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Aparat Kepolisian selaku penegak hukum membiarkan operasi ilegal itu hingga menimbulkan ketidaknyamanan pengguna jalan raya akibat iringan truck yang seakan menguasai jalan, serta debu batubaranya yang berterbangan juga telah dianggap sebagai polusi bagi pengguna jalan lainnya.


“belum lagi, kita juga sangat khawatir kalau sedang berada di belakang atau ditengah tengah konfoi kendaraan Batubara ini, salah sedikit bongkahan batu bisa saja mengenai kaca mobil. Ini sangat berbahaya tentunya. Seharusnya Polisi jangan tutup mata dengan hal ini, jika dibiarkan takutnya yang lain jadi tambah berani juga” ujar Amat.

Selain mengganggu kenyamanan berlalulintas, penggunaan jalan raya bagi angkutan truck batu bara telah dilarang berdasarkan aturan pergub. Belum lagi. Angkutan batubara seperti itu juga bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan badan jalan. kerusakan dini bisa saja terjadi, lantaran ketidak mampuan badan jalan menahan beban muatan yang terlalu berlebihan.

Jika siang hari masih ada yang berani mengangkut batubara dengan truck melintasi jalan raya, bisa dibayangkan pada malam hari. Iring iringan truck ini ternyata lebih parah lagi. Bahkan seperti iring-iringan pengantar jenazah menuju liang lahat.

Kejadian ini bukan saja terjadi di dua kecamatan di Tanah laut itu, bahkan merambah hingga Sungai Cuka Kintap Tala, maupun Sungai Cuka Satui Tanah Bumbu.

Padahal kejadian semacam ini telah sering kali mendapat sorotan dari media masa, namun sampai saat ini efek jera yang dilakukan para pelanggar Pergub ini semakin berani, dan tidak memiliki efek jera.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved