Home » » Polda amankan 7 Alat Berat dari Tanbu

Polda amankan 7 Alat Berat dari Tanbu

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 05 Agustus 2011 | 12.19

Sejumlah Alat Berat sebagai barang bukti praktik illegal mining di Tanah Bumbu hasil Operasi Gabungan Polda kalsel bersama Polres Tanah Bumbu sejak awal Agustus lalu, masih menginap di halaman Mapolres Tanbu di jalan raya Serongga Kec. Simpang Empat.


Konon kabarnya alat bukti itu dititipkan oleh Polda, dan dalam waktu dekat ini seluruh alat bukti tersebut akan dikirim ke Polda. Benarkah, ini menggambarkan keseriusan pihak kepolisian untuk memberangus Panambangan Tanpa izin di Bumi bersujud, atau sekedar mengejar target menjelang akhir tahun saja.???

Operasi penertiban aktivitas penambangan tanpa ijin atau PETI oleh Polda Kalimantan Selatan beberapa hari lalu mengamankan 7 unit alat berat yang diduga merupakan milik PT. Borneo Inti Lestari (BIL).Yang menarik dari barang bukti hasil operasi itu adalah, pada beberapa unit alat berat tersebut di bagian dalam ruang kabin operator ada bertempelkan stiker yang bertuliskan “Koordinator Mediasi SCFM adalah Kombes Matahelemual Jeffrey “Profesional Insan Bhayangkara mabes Polri”. Belum diketahui motif dari ditempelkannya stiker yang seolah ada keterlibatan oknum dari Mabes Polri itu.

Pihak Polda Kalsel mengamankan 6 unit alat berat berupa excavator dan 1 unit lainnya adalah bulldozer, yang diduga melakukan kegiatan PETI pada Selasa (02/8/2011) lalu. Sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi di Km 20 Kecamatan Mentewe itu adalah, 1 unit excavator Komatsu PC 200, 2 unit Komatsu PC 300, yang lainnya merk Hitachi Zaxis 330 dan Hitachi 220 serta bulldozer Komatsu D 85E Super Skidder .

Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu, AKP Gafur Aditya Siregar, SIK ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengatakan pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih jauh, mengingat untuk kasus tersebut kini ditangani oleh pihak Polda Kalsel, namun, sebelumnya pihaknya mengatakan telah memeriksa sejumlah pihak terkait seperti Amin (Operator), Sahrudin, Hariady, Ardian (Helper), Umar dan Hariono (Checker).

Dimana dikethui pula 5 unit alat berat diketahui adalah milik PT. BIL, sedangkan 2 unit lainnya masih dalam penyelidikan kepolisian siapa pemiliknya. Untuk 5 unit alat berat milik PT. BIL akan diserahkan penanganannya ke Polda Kalsel, 2 unit alat berat berupa 1 unit bulldozer dan 1 unit excavator penyidikannya oleh Polres Tanah Bumbu.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved