Home » » SPBU Selalu Bikin Macet, Polantas Seperti Tidur

SPBU Selalu Bikin Macet, Polantas Seperti Tidur

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 21 Agustus 2011 | 20.28

BATULICIN- Dulu, keberadaan Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu diharapkan keberadaannya seiring meningkatnya gaya dan kualitas hidup masyarakat. Keberadaan SPBU ini seolah menggambarkan tentang adanya perubahan perekonomian di suatu daerah. Bisa di bilang, Tanah Bumbu adalah satu kabupaten dengan SPBU paling untuk ukuran sebuah kabupaten baru dan dengan luas daerah yang tidak terlalu besar di Provinsi Kalimantan Selatan.



jika dihitung dengan jari tangan dan kaki, tak kurang dari 8 SPBU berjejer di sepanjang jalan kabupaten Tanah Bumbu dari Desa Sungai Kacil Kecamatan Simpang Empat hingga menuju desa sungai danau Kecamatan Satui. Diantaranya di desa Sungai Kacil (1 SPBU), Pelajau (1SPBU, 1 APMS), Simpang Tiga Ferry Batulicin (1 SPBU), Kersik Putih (1 SPBU), Pagatan (1 SPBU), Sungai Loban (1 SPBU), Kuranji (1 APMS,) Angsana (1 SPBU), dan Kecamatan Satui (2 SPBU).

Belakangan, keberadaan SPBU ini bukan saja menjadi incaran para pemilik kendaraan roda dua ataupun roda empat ber nopol pribadi (non pelangsir.red) maupun bernopol kuning alias mobil angkutan umum saja. Namun dengan meningkatnya aktifitas pertambangan di Tanah Bumbu para pemburu Solar yang kebanyakan mengaku untuk memenuuhi kebutuhan pribadi mobil berplat Hitam-Kuning ini, mulai terindikasi juga turut menyuplai ke lokasi Pertambangan yang dimaksud.

Maklum, harga solar industry masih dibilang sangat mahal jika dibandingkan dengan harga solar langsiran. Sehingga peluang mengirim solar langsiran ke lokasi tambang menjadikan usaha baru bagi pemilik mobil solar dibatulicin. Mengingat solar langsiran ini lebih diminati ketimbang solar industry maupun minyak laut. Sebagai imbas, kini ratusan mobil pribadi dengan berbagai merk kerap menumpuk berjejal didepan pagar SPBU SPBU yang berada tepat dibilangan jalan provensi itu. Dari pagi, siang, hingga malam hari. Pemandangan barisan penikmat solar SPBU ini tak mejadi pemandangan asing lagi.

Yang menjadi korbannya adalah mereka yang benar benar memerlukan Solar SPBU untuk menghidupkan mesin mobil mereka untuk kepentingan mobil pribadi mereka sehari hari. Para pemilik mobil yang menggunakan Solar “halal” ini harus rela ikut antri berjam jam bahkan memakan waktu setengah hari untuk memenuhi mulut tangki minyak mobilnya. Korban lainnya adalah para pengguna jalan yang kerap melintasi jalur jalaur SPBU ini, juga merasakan dampak buruk dari panjangnya antrian penikmat solar SPBU. Betapa tidak, ketika memasuki jalan raya depan SPBU, sebut saja SPBU Pelajau, SPBU Simpang Tiga ferry, SPBU Pagatan dan SPBU-SPBU lainnya para pengguna jalan harus bersabar untuk bisa melaluinya.

Kemacetan kerap terjadi hingga berjam jam lamanya. Kejadian semacam ini bukan rahasia umum lagi di Tanah Bumbu. Akan tetapi tak satupun petugas baik dari aparat Kepolisian dalam hal ini Polisi Lalu lintas maupun petugas dari Dinas Perhubungan yang menegur atau mengatur lalulintas di depan SPBU. Jikapun ada petugas disana, diduga juga ikut sibuk mengawasai mobil mobil angkutan solarnya, agar jangan sampai tidak dapat kebagian jatah harian. Apakah Aparat kepolisian benar benar terlibat dalam Solar langsiran ini? Ini yang masih menjadi “kemirisan Nasional” masyarakat Bumi Bersujud.

Isyu beredar, sejumlah oknum aparat petugas kemanan baik “Corp Coklat” maupun “Kacang Hijau” yang berpangkat cukup “menakutkan”ditempat ini mendapat jatah istimewa dari penjaga SPBU. Dari mendapat jatah 50 liter/1SPBU hingga 300 liter /1SPBU. Isyu ini memang terdengar cukup pantastis, namun sulit dilakukan pembuktian. Maklum dalam menjalankan operasi Langsiran ini, sang oknum tidak secara langsung melakoninya. Mobil operasional langsiran dijalankan oleh operator khusus yang menyedot solar dari satu SPBU ke SPBU lain, setelah dijual ke “juragan” barulah hasilnya di setor ke sang oknum.

“kita sama sama tahulah, dan itu bukan rahasia lagi” ujar salah seorang Kapolsek yang enggan dikorankan namanya, dan mengaku tidak pernah ikut terlibat dalam aksi Solar SPBU ini.

Sayangnya, para pelangsir yang merasa dekat dengan oknum petugas “Solar SPBU”, merasa sedikti berani berbuat arogan, untuk meletakkan truck, mobil pickup, 4x4 WD, dan beragam merk lainnya itu tepat didepan pintu masuk SPBU hingga ke tengah jalan sekalipun. Seperti yang pernah ditemukan media ini pada SPBU Kota Pagatan, simpang tiga Ferry serta SPBU Pelajau Simpang Empat. Dimana, dari mulai kegiatan operasi langsiran berjalan, puluhan mobil antrian solar berjejer memakan kanan kiri bahu jalan depan SPBU, hingga lalulalang mobilisasi jalan umum kerap terhenti karena sempit hingga menyebabkan kemacetan berjam jam.

Ironisnya lagi lagi tak ada satu petugaspun yang turun ke jalan untuk menertibkan parkir liar maupun menertibkan kembali kemacetan yang terjadi. “saya sebenarnya siap saja menertibkan para pelangsir ini, akan tetapi siapa yang bisa menjamin kelangsungan hidup mereka, pekerjaan apa yang harus mereka kerjakan untuk menghidupi keluarga dan anak istrinya” ujar kapolsek yang baru bertugas di Tanbu ini.

Jika ini menyangkut soal pekerjaan, tentunya hal ini merupakan tugas pemerintah daerah termasuk lembaga legislative untuk memikirkan dan mencarikan solusinya, bukan tugas aparat kepolisian maupun corp-corp pengamanan lainnya.

Salah seorang petugas jaga SPBU Pelajau sebut saja Ami, menuturkan dirinya sudah kerap berulang kali menegur dan bahkan mengatur keberadaan mobil langsiran ini ketika beroperasi di depan SPBU, namun himbauan dan teguran yang ia berikan tak pernah di gubris. Justru, dirinya berharap ada petugas yang lebih “bergigi” mengatur lalulintas ketika kegiatan “loading Solar” ini berlangsung.

“kalau kita saja yang berbicara sepertinya tidak pernah di Tanggapi, untuk itu kita berharap ada Polantas atau Dinas Perhubungan yang turun langsung mengatur lalulintas” ujarnya.

Kini setelah delapan SPBU bercokol di Tanah Bumbu, dipastikan satu SPBU lagi bakal berdiri dalam waktu dekat ini di bilangan jalan raya Sebamban Baru kecamatan Sungai Loban. Akankah keberadaan SPBU baru ini menambah terjadinya kemacetan lalulintas di Tanah Bumbu, atau menambah jumlah pelangsir lainnya???? Wallahu A’lam Bissawab…
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved