Home » » Ketua Komisi Andal, Erno RH, “Saya Keberatan”

Ketua Komisi Andal, Erno RH, “Saya Keberatan”

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 15 September 2011 | 10.39

BATULICIN- Dengan ditemukannya kasus Andal Pertambangan Bodong dan Non procedural di Tanah Bumbu, sempat dikabarkan bahwa dengan demikian tidak diberlakukan lagi tugas dan fungsi Komisi Andal di Tanah Bumbu, karena dinilai telah “main mata” dengan sejumlah perusahaan yang diterbitkan Andal bermasalah tersebut. Namun, serangan ke Komisi Andal itu ditolak mentah oleh sang Ketua Komisi Andal Tanah Bumbu Ir, Erno RH.


Erno RH, yang ditemui diruang kerjanya kemarin mengatakan dirinya menolak keras keinginan pemerintah Provensi menon aktifkan jabatan Komisi Andal saat ini. Dirinyapun telah melayangkan surat keberatan kepada Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

“saya kerja berdasarkan Perintah Bupati, jika Bupati sampai saat ini tidak mencabut SK Komisi Andal yang telah terbentuk, maka saya rasa saya masih syah bertugas sebagai Komisi Andal. Sementara terkait adanya temuan sekarang ini, silahkan di telisik, diperiksa lebih teliti, hingga diketahui dari mana pokok permasalahan yang ada bermula. Kementrian LH maupun Pemerintah Provensi, saya kira lebih bijak jika tidak langsung main putus saja, akan tetapi saya kira perlu adanya kajian yang lebih mendalam, perlu sebelumnya ada teguran, pembinaan kemudian sanksi. Jangan langsung main beri sanksi saja bisanya” ucap Erno.

Dari pengakuan Erno, setelah menerima pemberitahuan dari kementerian, pihaknya langsung melakukan evaluasi serta verifikasi, dari itulah dirinya mengetahui Andal mana saja yang Bodong dan bermasalah, dengan itu dirinya langsung mengirimkan laporan tersebut ke Pemprov maupun ke kementrian LH, bukannya ada pembinaan yang dilakukan oleh Pemprov maupun Kementrian LH, namun atas kinerjanya itu justru pemberian sanksi pencabutan Lisensi yang kini harus ditanggungnya, beruntung saat ini Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menolak pencabutan tersebut.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertambangan Tanah Bumbu Ir. Dwijono mengatakan pihaknya saat ini akan segera menutup semua KP dan PKP2B yang memiliki Andal Bodong dan Bermasalah lainnya. Dengan demikian, disarankan kembali bagi perusahaan tersebut untuk membuat Andal kembali sesuai prosedur ataupun aturan yang berlaku. Tanpa membuang waktu, dan perusahaan juga tidak menunggu terlalu lama untuk bisa beroperasi lagi melakukan penambangan.

“kita berharap semua perusahaan mau berbesar hati, kemudian mari kita sama sama berbenah. Sementara dilain pihak juga kita minta turut serta membantu proses tersebut, tapi bukan dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan pribadi” ujar Dwijono.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved