Home » » Tanbu Kembangkan Ternak Tedong Bonga (Kerbau Belang)

Tanbu Kembangkan Ternak Tedong Bonga (Kerbau Belang)

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 20 September 2011 | 15.35

Sebagai salaha satu daerah pengembang peternakan terbesar di Kalimantan Selatan, setelah sukses membudidayakan ternak sapi potong, kini Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan setempat berencana bakal melakukan pengembang biakan ternak Kerbau Belang.

Kerbau rawa yang memiliki corak Hitam, putih dan kemerah merahan ini awal mulanya hanya mudah ditemui di sejumlah daerah Sulawessi terutama di Tanah Toraja. Akan tetapi seiring ramainya jual beli kerbau yang kerap disebut Tedong Bonga ini kini turut semakin langka karena sulitnya prilaku budidaya secara alami. namun belakangan dunia peterakan kembali dibuat bergairah dengan melihat besarnya potensi ekonomis Kerbau belang ini, akhirnya kini mulai ramai di budidayakan dari pulau jawa, sumatera hingga Kalimantan.


Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Tanah Bumbu Ir. Edward Turrahman melalui Kepala Bidang Peternakannya Endang A, mengatakan Tanah Bumbu baru pada tahun ini mulai melakkukan budidaya kerbau belang. Dan saat ini disejumlah sentra budidaya telah dilakukan Insiminasi Buatan (IB) atau kawin suntik pada kerbau lokal. Diharapkan melalui kawin suntik persilangan antara pejantan Kerbau belang dan betinanya adalah kerbau lokal ini, bisa melahirkan kerbau belang.

“dalam waktu dekat kita juga bakal mengikuti program pemerintah melalui Seminar dan Lokakarya Kerbau nasional pada tanggal 23-24 mendatag di Banjarmasin, semoga ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan SDM Peternakan yang nantinya bisa bermanfaat bagi peternak lainnyaa di Tanah Bumbu, sehingga budidaya ternak kerbau belang ini kedepannya bisa sukses” ucap Edward Turrahman, kemarin.

Di Kabupaten Tanah Bumbu baru memiliki 2 Sentra Budidaya, yakni kecamatan Kusan hulu dan Kecamatan Kuranji, melalui Pos IB setempat. serta telah dilakukan penyuntikan pada 7 ekor kerbau betina. Dari ke tujuh kerbau local itu diketahui pula seluruhnya kini tengah hamil, dengan sebaran yang masih mudah dilakukan pemantauan.

Sekedar menjadi catatan, berdasarkan data di Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan dtahun 2010 lalu Tanah Bumbu memiliki populasi ternak sapi potong sekitar 31. 605 ekor, dan 4.812 ekor kerbau lokal. Angka tersebut terjadi pluktuasi yang tajam jika dibandingkan dengan data tahun 2009, dimana di tahun 2010 itu diketahui penurunan populasi kerbau local dari angka semula yang diprediksi mencapai 4.883 ekor. Sementara populasi sapi potong terus meningkat dari angka semula di tahun 2009 sebesar 31.568 ekor.

“terus menurunnya populasi kerbau ini, karena semakin sulitnya ditemukan kawasan rawa sebagai tempat budidaya ternak. Disamping itu minat konsumsi masyarakat Tanah Bumbu juga terlalu kecil jika dibandingkan dengan konsumen sapi potong. Belum lagi peralihan penggunaan tenaga mesin untuk membajak sawah dari semula menggunakan kerbau ini juga turut berpengaruh terhadap animo budidaya ternak local ini. Untuk itu kita berharap animo masyarakat kembali bergairah setelah mengetahui nilai jual kerbau belang yang cukup tinggi” ucap Edward lebih jauh.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved