Home » » Kwh Meter Uzur Diganti di Harlisnas

Kwh Meter Uzur Diganti di Harlisnas

Written By Fokus Batulicin on Senin, 31 Oktober 2011 | 16.24

Batulicin- Peringatan hari listrik Nasional (HLN) ke 66 yang bertepatan dengan 27 Oktober tahun ini, diwarnai dengan aksi penggantian Kwh Meter Tua. Hal ini dinilai lebih bermanfaat bagi pelanggan dalam berhemet listrik. Untuk Tanah Bumbu, penggantian Kwh meter tua dilakukan dengan menggantikannya dengan Kwh meter digital dengan system penggunaan kartu voucher prabayar.

”kegiatan ini serempak dilakukan diseluruh Indonesia, keputusan menejemen melakukan penggantian Kwh Meter tua dengn yang baru ini merupakan kegiatan utama dari Harislanas atau HLN. Kegiatan ini bertujuan utuk meningkatkan akurasi pengukuran pemakaian listrik untuk menunjang proses bisnis yang fair antara PLN dengan Pelanggan” ujar H. Syamsu Saleh selaku Kepala Ranting PLN Kabupaten Tanah Bumbu, ketika ditemui Wartawan ditempat kerjanya belum lama tadi.

Adapun kriteria Kwh Meter yang dianggap tua adalah yang usianya sudah lebih dari 20 Tahun. Mengingat saat ini diharuskan bagi pelanggan listrik beralih menggunakan listrik prabayar, maka untuk Tanah Bumbu penggantiannya langsung menggunakan Kwh Meter baru dengan jenis Digital. Dimana untuk tahun ini Direktorat operasi Indonesia Barat menargetkan Mengganti 300 Ribu Kwh Meter Tua. Direktorat Operasi Jawa Bali 2,1 Juta Kwh Meter, dan Direktorat Operasi Indonesia Timur sebanyak 200 Ribu Kwh Meter Tua.


Kegiatan rutin ini, diangkat sebagai kegiatan Utama HLN, untuk memberikan Value yang lebih pada aktifitas posistif ini.

“bertepatan dengan hari ini, kita akan pasang sebanyak 20 Kwh meter secara symbolis. Yaitu 10 untuk wilayah Kotabaru, 5 untuk Wilayah Batulicin, dan 5 untuk Wilayah Satui. Kemudian untuk bulan Oktober kita rencananya bakal mengganti 55 Kwh meter Tua, begitu pula di bulan November sebanyak 736 pelanggan, serta Desember sebenyak 631 Kwh meter tua” ucap Saleh, kemarin.

Diperinci kepala Ranting PLN Batulicin ini, untuk wilayah Kotabaru sebanyak 482 pelanggan, kemudian untuk wilayah Batulicin sebanyak 470 pelanggan, serta untuk wilayah Satui sebanyak 470 pelanggan dengan kwh tua diganti secara menyeluruh menggunakan Kwh meter baru.
Selain itu, bertepatan dengan Hari listrik Nasional ini, PLN ranting batulicin juga tengah menggelar program Listrik Masuk Desa (Lisdes) dengan jumlah pelanggan 700 Pelanggan. Terbagi untuk tiga daerah utama. Seperti Desa Selaselilau sebanyak 300 Pelanggan, Mentewe sebanyak 300 pelanggan dan daerah lain sebanyak 100 pelanggan.

Hal ini, bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat pedesaan untuk menikmati listrik, yang selama ini sulit dijangkau oleh aliran listrik.

“untuk program ini, syaratnya Cuma satu. Yaitu, masyarakat harus merelakan pohon pohon produktif mereka yang kebetulan berada tepat dibawah jalur aliran listrik untuk bersedia bermurah hati ditebangi, agar tidak mengganggu jaringan atau kabel listrik yang terbentak menuju kawasan pedesaan tersebut. Kemudian setelah terpasang, sambungan listrik yang ada hendaknya dijaga dan dipelihara bersama sama, karena tanpa adanya bantuan dan kerjasama kita semua, aliran listrik yang mengalir ke rumah pelanggan belum tentu berjalan lancar, ataupun normal tanpa gangguan” kata Saleh lebih jauh lagi.

Sekedar diketahui, saat ini pada kondisi beban puncak, PLN ranting batulicin mencapai beban puncak hingga 12 Mega Watt (MW).dan ITP Tarjun sebesar 3 MW. Sementara itu untuk bulan April mendatang, PT. Meratus jaya iron Steel (MJIS)sudah bakal mengoperasikan 1 unit pembangkit dengan kapasitas 14 MW. Dimana dari produksi itu, untuk PT. MJIS sendiri bakal menggunakan tenaga listriknya sendiri sebesar 6 sampai dengan 8 MW sisanya akan diserahkan ke PLN untuk disalurkan ke pelanggan. Sementara sisa kontrak untuk memenuhi 16 Mw, PT. MJIS harus mengaktifkan pembangkit lainnya, juga dalam periode 2012 mendatang.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved