Home » » Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan Merosot

Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan Merosot

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 01 November 2011 | 07.33

Batulicin-Seiring perubahan iklim dan cuaca global belakangan ini, sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi perikanan di Tanah Bumbu. Apalagi, disaat kondisi cuaca yang tak menentu diakhir tahun 2011 diketahui tak semanis akhir Tahun 2010 lalu.

Dari penuturan Kepala PPI Dinas Perikanan dan Kelautan Tanah Bumbu, Tatang Rizwan. Produksi perikanan Tanah Bumbu akhir akhir ini mengalami keterpurukan. Dimana dari data yang ia miliki, hasil tangkapan ikan oleh nelayan Tanah Bumbu yang mendaratkan ikan-ikan segarnya setiap hari di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Batulicin, di jalan fitriannor Tungkaran pangeran terus mengalami penurunan hingga 20 ton/hari. Padahal pada bulan sebelumnya sempat mencapai 30ton/hari.


“bahkan kalau melihat periode tahun lalu, akhir akhir tahun seperti ini, terutama pada periode Desember hingga Maret, produksi ikan kita mampu mencapai 40ton/hari. Dengan rata-rata setiap bulannya mencapai 30ton/hari” ungkap Tatang, saat mendampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tanbu, Ir Bakhriansyah, memberikan penjelasan kepada wartawan di ruang tugasnya, kemarin. Pada awal November ini, diprediksi kondisi bulan, dan cuaca yang buruk seperti tingginya gelombang dan kencangnya angin laut, membuat para nelayan enggan pergi melaut. Sehingga operasional bongkar muat ikan segar di PPI yang setiap pagi hari bisa dilihat sibuk di pelabuhan itu, kini hanya bisa berjalan selama 2 hari sekali.

Sementara, dari pengakuan Daeng Paku (39) warga desa Kampung baru yang kesehariannya sebagai pedagang ikan eceran di bilangan jalan raya Pelajau Simpang Empat, kelangkaan ikan kali ini tidak separah pada musim cuaca buruk ditahun tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu, cuaca buruk yang terjadi di wilayah perairan Tanah Bumbu yang bersambitan dengan laut jawa itu bisa dibilang cukup ekstrim hingga menyebabkan puluhan bagan tancap (alat penangkap ikan tradisional) sempat ambruk, dan kelangkaan ikan di daratanpun tak terelakan. Namun, untuk kali ini cuaca buruk yang terjadi masih bisa diamnfaatkan oleh sebagian nelayan untuk mencari ikan, meskipun berselang seling hari.

“sebenarnya ini bukan musim paceklik, buktinya dipasaran ikan laut masih mudah dijumpai, seperti ikan tongkol/cakalang, krapu, kakap, lajang, dan beragam jenis ikan laut lainnya. Meskipun harga jual ditingkat eceran sedikit melambung. Jika harga ikan per kilogram sebelumnya hanya berada di kisaran 20 hingga 30 ribu rupiah, kini harga perkilo ikan segar basah sudah mencapai 40 ribu rupiah perkilogramnya” kata Daeng Paku.

Saat ditanya tingkat pembeli disaat musim seperti ini, daeng mengatakan tidak berpengaruh buruk. Dimana dengan harga jual yang sedikit melambung itu, jumlah pembeli ditempatnya yang khusus dating mencari ikan laut, terlihat normal. Hal ini, dikarenakan masyarakat Kota batulicin yang heterogen ini masih mengutamakan ikan laut, sebagai santapan menu makan mereka setiap hari, selain ayam maupun daging sapi.

Seorang ibu rumah tangga, Chandra Hayati (34) warga desa Barokah kepada wartawan mengatakan, kondisi ikan laut disejumlah pasar masih terlihat relative normal, meskipun dirinya terkadang agak kesulitan mencari ikan laut yang benar benar segar, lantaran ada saja pedagang yang masih menjual ikan tangkapan 1 atau 2 hari sebelumnya, dan diawetkan menggunakan es didalam pendingin. Untuk itu dibutuhkan kejelian untuk mendapatkan ikan segar di pasaran, ketika musim seperti ini terjadi.

“kalau sudah harganya mahal, ikannya juga sudah lama, kan kasin yang membeli. Untuk itu kita selaku pembeli harus lebih jeli lagi memilih ikannya, biar ikan yang kita beli masih tergolong cukup segar, selain mencium aromanya, dari kondisi fisik ikan juga sangat mudah untuk diketahui apakah ikan itu masih segar atau tidak, jika pada satu tempat kita masih ragu, kita bisa saja mencarinya ke pedagang lain” jelas Chandra,
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved