Home » » Jalan Diperbaiki, Giliran Jembatan Ambrol

Jalan Diperbaiki, Giliran Jembatan Ambrol

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 25 November 2011 | 08.27

Setelah menjadi daerah tertinggal selama puluhan Tahun, sejak di buka menjadi Kawasan Transmigrasi di era 1979 lalu, baru kini Masyarakat di Desa Karang Mulya, Ringkit, Hingga karang intan melihat jalan yang terbentang di depan rumah mereka berwarna hitam.

Maklum selama lebih dari 27 tahun, mereka merasakan kelelahan yang luar biasa hanya untuk melalui jalan menembus desa Betung Kusan hilir tersebut, demi meningkatkan kesejahteraan mereka dari hasil memasarkan beragam hasil bumi mereka dari areal pertanian, peternakan dan perkebunan.

Kini, puluhan Kilo Meter jalan desa Betung-Harapan jaya-Karang Indah-Ringkit itu mulai dilakukan pengerasan dengan sumber dana Anggaran APBD 2011 Pemkab Tanah Bumbu sebesar Rp. 2.223. 630.000.00 oleh PT. BKW. Meskipun hanya sebatas pengerasan alias “penghamparan batu beskos” saja, itu sudah membuat ratusan di sejumlah desa tersebut senang bukan kepalang. Lantaran, jika tidak dilakukan pengerasan, pada musim hujan seperti ini mereka teramat susah untuk menggunakan akses jalan tersebut. Jikapun terpaksa, mereka harus rela menjadi “oproader dadakan”.


Maklum jalan tersebut selama ini dibuka di atas tanah lempung berwarna merah. Berdasarkan pantuan, pekerjaan pengerasan yang dikerjakan selama 150 hari dari tanggal kontrak 26 Juli 2011 itu sudah mencapai lebih dari 50 persen. Dari desa Betung, hingga simpang tiga Ringkit Anglay Kuranji sebagian besar sudah dilakukan pengerasan, hanya tinggal beberapa titik saja yang belum dilakukan penumpukan material. Namun sejumlah box curvet yang sekaligus berfungsi sebagai gorong gorong sebelumnya sempat dibangun pada jalan itu untuk mencegah terjadi banjir yang juga masuk dalam paket pekerjaan.

Hanya saja, sejumlah jembatan yang sudah berumur puluhan tahun yang menghubungkan desa desa tersebut, kini kondisinya sangat mengenaskan. Bahkan dari beberapa jembatan yang ada selain kerap terendam banjir karena berada di dataran rendah, juga sebagian besar jembatan jembatan tersebut sudah terlihat melengkung, robek, hingga ambroll. Selain akibat konstruksinya yang sudah terbilang Uzur, factor lainnya dari tingginya mobilisasi kendaraan truck sawit yang kerap lalulalang ditempat itu, juga menyebabkan kerusakan jembatan itu terjadi lebih cepatt. Namun sayangnya, sejumlah perusahaan yang bercokol ditempat itu tak pernah ambil pusing dengan kerusakan jembatan itu.

Menurut Roy Rizali Anwar. ST selaku kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tanah Bumbu, untuk tahun ini, perbaikan jalan yang dilakukan hanya sebatas pengerasan jalan saja, dan tidak termasuk pada perbaikan jembatan yang ada di desa desa tersebut. Namun pihanya berharap di Tahun mendatang sudah bisa dianggarkan oleh pemerintah daerah.

“untuk saat ini kita hanya melakukan pengerasan saja” ucap Roy.

Sementara sejumlah warga di desa Ringkit, berharap Pemerintah juga bisa secepatnya melakukan perbaikan jembatan jembatan yang menghubungan desa desa mereka hingga menuju Kecamatan Kusan hilir. Apabila dinilai perlu, pemerintah seyogyanya bekerjasam dengan sejumlah pihak perusahaan perkebunan yang ada melalui program CSR bisa melakukan renopasi jembatan yang dimaksud.

“pemerintah harus tegas, jika jembatan rusak diyakini sebagai akibat mobilisasi angkutan kelapa sawit, pemerintah harus bisa mengambil langkah, termasuk menegur pihak perusahaan. Jika tidak, bisa dipastikan jalan yang saat ini di perbaiki tidak bakal bertahan lama, apalagi hanya di lepaskan batu beskos saja, tanpa ada perekat aspal, ini mudah terkikis saat musim penghujan, belum lagi batu tersebut mudah lebur saat terlindas ban mobil berbadan besar. Ya…jangan jadi proyek asal asalan lah, cepat rusak, cepat juga membuat program, yang hanya memberikan keuntungan financial bagian segelintir oknum pejabat, serta kontraktor. Tapi, penyebab kerusakan tidak segera ditanggulangi” ujar Iwan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved