Home » » Pengawasan Tenaga Kerja Asing Diperketat

Pengawasan Tenaga Kerja Asing Diperketat

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 01 November 2011 | 15.25

BATULICIN-Berkenaan dengan adanya temuan terhadap sejumlah Imigram gelap yang sempat menetap di Tanah Bumbu beberapa waktu lalu, menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Daerah setempat. Pasalnya, selain sebagai pelancong, Warga Negara Asing (WNA) yang ada juga banyak yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja pada Perusahaan Pertambangan dan Perkebunan.

Dari keterangan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanah Bumbu, Andi Hasdar SE. MM, saat ini Warga Negara Asing Pendatang yang bekerja di Tanah Bumbu, tercatat sebanyak 60 orang. Tersebar diberbagai wilayah kecamatan yang umumnya terdapat kantong kantong pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit, seperti di Satui, Mentewe, Simpang Empat Batulicin, Angsana, Sungai Loban dan Kusan Hulu. Dari 60 orang Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) itu, rata rata berkewarganegaraan asal Australia, Thailand, Afrika Selatan, British, Belanda, India, New Zeland, Korea, China, Philipinan, Singapura, Srilanka, dan Malaysia.



“kalau dari data yang kita miliki, dari 60 TKWNAP itu diantaranya 14 orang berasal dari Australia, 7 orang dari Thailand, 3 orang berasal dari Afrika Selatan, 1 orang asal British, 1 asal Belanda, 2 orang berkewarganegraan India, 4 asal New Zeland, 2 Korea, 8 Philipina, 2 orang asal Negara Jepang, 3 China, 7 orang berasal dari Malaysia, dan 3 orang berasal dari Srilanka. Jika dilihat dari IMTA berlaku mereka, rata rata berakhir di tahun 2010, 2011 dan 2012, ini akan kita tingkatkan pengawasannya, apakah mereka memperbarui izin tinggal mereka atau tidak” ucap Andi Hasdar kemarin saat ditemui Wartawan dikantornya, di Gunung Tinggi.

Jika dilihat dari pemetaan penempatan wilayah kerja, diketahui para TKWNAP itu bekerja pada perusahaan PT. Arutmin Indonesia, PT. Power Citi Resource, PT. Thies Contraktors Indonesia, PT. Inijoa, PT. Trakindo Utama, PT. Wahana Baratama Mining, PT. Upgraded Brown Coal Indo, PT. Mandan Steel, PT. Yiwan Mining, PT. Ladang Rumpun Subur Abadi, PT. Agro Bukit, serta PT. CIB Services Indonesia. Jika sudah mendekati masa berlaku izin tempat tinggal para TKWNAP mendekati masa kadaluarsa, para petugas Dinas Tenaga Kerja akan kembali mengingatkan kepada Perusahaan yang menaungi mereka untuk meregistrasi kembali pada kantor imigrasi terdekat, baik secara lisan maupun secara tertulis, mengingat dari laporan yang ada, bagi mereka yang telah memiliki masa berakhir IMTA, terutama di Tahun 2010, sampai saat ini belum ada mengajukan laporan perpanjangan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Tanah Bumbu .

“saat ini petugas kita sedang turun ke lapangan, langsung dipimpin oleh Kabid Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans, S. Sitomorang SH.” Tegas Andi hasdar.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved