Home » » Tetanus dan Polio Tereleminasi 5 Tahun Terakhir

Tetanus dan Polio Tereleminasi 5 Tahun Terakhir

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 16 November 2011 | 16.55

Sejak lima tahun terakhir,jumlah penderita Polio juga tidak ditemukan lagi. Beberapa provinsi di Indonesia juga telah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah tereliminasi dari Tetanus Material dan Neonatal.

Sepanjang 2011 pemerintah sudah memberikan imunisasi tambahan Campak pada lebih dari 11,9 juta anak dan dan imunisasi Polio pada lebih dari 14,1 juta anak di berbagai Provinsi dalam rangka mensuksekan pencapaian Eradikasi dan Eliminasi penyakit tersebut. Termasuk eliminasi terhadap penyakit Malaria, Filariasis, dan penyakit kusta masih terus digalakan secara intensif diseluruh Indonesia.

Hingga September 2011, pemerintah juga berhasil memeriksa sebanyak 868.552 sediaan darah untuk diaknosis penyakit Malaria. Sebanyak 204.951 orang yang awalnya positif dinyatakan menderita penyakit tersebut telah berhasil diobati. Sementara itu, upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dan upaya peningkatan cakupan air bersih dan sanitasi dasar juga gencar dilakukan. Hingga akhir 2011 secara kumulatif diharapkan 5500 desa di Indonesia mendapatkan sarana air bersih dan sanitasi dasar melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).


Batulicin - Pembangunan kesehatan yang berlangsung komprehensif dan berkesinambungan telah berdampak terhadap meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan tercapainya sasaran Millenium Development Goals (MDGs). Demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan, dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH,DR.PH, melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Bumbu, Drs,Gusti Hidayat dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-47 / 2011, di Batulicin, Senin (14/11).

Menurut Gusti Hidayat, peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah ditandai dengan menurunnya jumlah angka kematian bayi dan ibu hamil, naiknya status gizi masyarakat Indonesia, dan angka harapan hidup yang semakin bertambah. Hal ini juga didukung dengan turunya jumlah penderita penyakit Tuberkulosis (TB) yang menyebabkan Indonesia sebelumnya menduduki urutan ketiga di dunia dalam hal penyakit tersebut saat ini turun menjadi urutan kelima. Sejak lima tahun terakhir, tambah Sekda, jumlah penderita Polio juga tidak ditemukan lagi.

Beberapa provinsi di Indonesia juga telah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah tereliminasi dari Tetanus Material dan Neonatal. Sepanjang 2011 pemerintah sudah memberikan imunisasi tambahan Campak pada lebih dari 11,9 juta anak dan dan imunisasi Polio pada lebih dari 14,1 juta anak di berbagai Provinsi dalam rangka mensuksekan pencapaian Eradikasi dan Eliminasi penyakit tersebut. Termasuk eliminasi terhadap penyakit Malaria, Filariasis, dan penyakit kusta masih terus digalakan secara intensif diseluruh Indonesia.

Hingga September 2011, katanya, pemerintah juga berhasil memeriksa sebanyak 868.552 sediaan darah untuk diaknosis penyakit Malaria. Sebanyak 204.951 orang yang awalnya positif dinyatakan menderita penyakit tersebut telah berhasil diobati. Sementara itu, upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dan upaya peningkatan cakupan air bersih dan sanitasi dasar juga gencar dilakukan. Hingga akhir 2011 secara kumulatif diharapkan 5500 desa di Indonesia mendapatkan sarana air bersih dan sanitasi dasar melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

"Dari jumlah desa tersebut, hingga September 2011 sudah sebanyak 4.898 desa sukses mendapatkan sarana tersebut," katanya.

Lebih dari itu, jelas Sekda, berbagai program terobosan dalam rangka meningkatkan akses masyarakat tehadap sistem pelayanan kesehatan yang bermutu juga dilancarkan. Program tersebut dijabarkan melalui program Jamkesmas, program Jaminan Persalinan (Jampersal), dan program Bantuan Operasional Kesehatan untuk Puskesmas (BOK).

Dukungan seluruh lapisan masyarakat Indonesia masih sangat diharapkan demi kelangsungan program kesehatan tersebut. Termasuk dukugan dari berbagai pihak swasta dan dunia usaha untuk mengatasai masalah kesehatan dan menyediakan pelayanan yang lebih bermutu.

"Sebab, tidak sedikit tantangan yang harus di atasi untuk melaksanakan pembangunan kesehatan yang ada di tanah air. Tantangan itu antara lain luasnya wilayah Indonesia berupa kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, jumlah penduduk yang besar dengan sebaran tidak merata, dan letak negara kita dilokasi yang rawan bencana," tegas Sekda.(anto, Humas Tanah Bumbu).
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved