Home » » 500 Dayak Kalselteng, Siap Siap Duduki PT. TIA

500 Dayak Kalselteng, Siap Siap Duduki PT. TIA

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 26 Januari 2012 | 21.28



-Tak Ada Penyelesaian

Batulicin KP – Sebanyak  500 warga lebih yang tergabung didalam Persatuan Masyarakat Adat Dayak (Permada) Kalimantan Selatan terlihat siap siap merangsek ke lokasi PT.TIA yang berlokasi di Desa Sebamban baru Kec. Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Rabu (25/1) kemarin.
Dari keterangan Kaspul Anwar selaku Koordinator Lapangan Permada, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Desa Sebamban Baru Kecamatan Sungai Loban, lima ratus orang warga dayak yang tergabung dalam Permada itu, sebagian besar berasal dari Dayak Kalimantan Selatan dan Tengah. Kedatangan mereka dalam aksi damai itu, menuntut agar PT TIA memberikan hak hak sipil sebagai pemilik lahan yang sah dalam bentuk ganti rugi lahan. Mengingat dalam rentang waktu hingga Tahun 2012 ini, PT TIA telah menggarap sekitar 600 hektar lahan warga tanpa memberikan kompensasi apapun.

Permada yang mengantongi Surat Kuasa dari seluruh pemilik lahan sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada pihak PT. TIA namun, sayangnya surat yang ditujukan ke“perusahaan badak” tersebut tak digubris dan bahkan dianggap surat surat tersebut tak jelas, dan menganggapnya tidak berarti sama sekali. Ini dibuktikan hingga sampai menurunkan 500 personilnya, Permada masih kesulitan menemukan kesepakatan.
Dari pantauan di lapangan, sejak Selasa (24/1) Malam 500 warga Permada tersebut sudah menduduki Sungai Loban.

Sebelum melakukan aksi Unjuk rasanya yang dijadwalkan pada Rabu siang itu, ratusan masyarakat dayak yang diketahui berasal dari pedalaman Kalimantan Tengah dan Pedalaman Kalimantan Selatan itu, melakukan ritual “berabit Ayam Hirang” dengan mantra mantra dan doa-doa di halaman Kantor Desa Sebamban Baru.
Selepas itu, mereka memakai tanda kain merah dan kain kuning menandakan kelompok kelompok mereka dan mengikatnya di pergelangan tangan, leher dan benda benda milik mereka yang bakal mereka gunakan turun kejalan jalan dan kawasan PT TIA.


Namun, hingga sore hari Aksi Demo yang rencananya bakal dilakukan siang Rabu itu, terlihat dingin. Menurut Keterangan Kaspul, pihaknya hanya sekedar berjaga-jaga dan tidak melakukan aksi apapun, sampai menunggu instruksi langsung dari Ketua PERMADA, Jhonson Masri bersama petinggi Permada lainnya.
 Menurut Kaspul Anwar, dalam hal ini pihak Permada hanya akan menjadi penengah dan penyambung lidah masyarakat dengan pihak perusahaan. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya tidak berada didalam pihak manapun, karena masalah ini terkait dengan kepentingan orang banyak. "Disini, kami hanya menjadi penengah. Jadi kami tidak berpihak kepada siapapun,"katanya. Namun, imbuh dia, pihak Permada akan tetap bertahan di Desa Sebamban Baru, sampai permasalahan sengketa lahan itu selesai. Dan tidak ada masalah lagi, antara masyarakat dengan pihak perusahaan. "Jika masalah belum selesai, kami akan tetap bertahan disini sembari menunggu instruksi selanjutnya,"jelasnya, sembari berharap agar permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan.

 Sementara menurut penuturan warga setempat,  permasalahan sengketa lahan antara masyarakat dengan PT.TIA  tak kunjung selesai, padahal warga sudah lama menginginkan adanya kompensasi terkait lahan tersebut. Untuk itu, warga Desa Sebamban Baru berinisiatif mengundang Permada, untuk membantu menyelesaikan masalah itu.

"Masyarakat Sebamban memang meminta kami untuk membantu terkait dengan permasalahan sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat Sebamban dengan PT.TIA,"tukasnya.
Sekedar menjadi Catatan, sejak masalaha sengketa lahan warga dengan PT. TIA tersebut, sejumlah tokoh perwakilan masyarakat Sebamban sempat menjalani proses hokum di Polres Tanbu. Selain itu, masyarakat juga sempat harus berhadapan dengan LSM PROFERY yang juga mengklaim sebagai pemilik lahan.
Carut marut perselesaian sengketa ini di duga akibat lemahnya system pemerintahan dan ketidak tegasan aparat keamanan, untuk berniat menyelesaikan permasalahan tersebut. Bahkan, pada tahun 2011 sempat dibentuk tem 10 yang terdiri dari sejumlah Unsur Muspida, dan team inipun seolah tak bertaring, dan tidak membuahkan hasil apa apa.

Dana 3 Milyar Rupiah yang sempat diserahkan PT. TIA yang rencananya bakal diserahkan kepada masyarakat Pemilik Lahan yang sempat dititipkan melalui Kas Daerah, menurut Keterangan Bupati Tanah Bumbu Marddani H. Maming sudah dikembalikan oleh pihaknya kepada PT. TIA, karena melihat tidak adanya penyelesaian yang jelas untuk permasalahan sengketa lahan yang dimaksud, meskipun sudah beberapa kali dibahas di meja legislative maupun meja Hijau pengadilan.

Sebelumnya di Tahun 2011, sempat dilakukan 7 kali proses dialog di meja legislatif, Akhirnya pihak eksekutif dalam hal ini Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming dengan tegas memanggil PT. Tunas Inti Abadi (TIA) ke kantornya di Gunung Tinggi Senin (1/3/2011) lalu. Selain memanggil PT. TIA, Bupati juga mengundang sejumlah pihak MUSPIDA, untuk merumuskan permasalahan yang sedang melibatkan masyarakat Sungai Loban Sebamban Baru, dengan perusahaan yang bekerja di bidang pertambangan itu.

Disamping itu ratusan warga sebamban baru pun sempat melakukan aksi unjuk rasa di Tahun 2011 itu dengan turun  memblokade jalan PT. TIA. Yang selama ini digunakan PT Tia melakukan pengiriman batubara.  Ratusan warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu berorasi dengan pengeras suara sambil menyerukan agar PT. TIA menghentikan aktifitas pertambangannya, sebelum menyelesaikan pembayaran fee lahan yang mereka garap kepada masyarakat secara keseluruhan sejak awal PT TIA beroperasi sampai dengan Tahun 2011, yang sedikitnya diperkirakan mencapai Rp.8 Milyar lebih.

Selain itu masyarakat juga pernah juga  meminta kepada LSM Pro Ferry untuk tidak mencaplok lahan mereka, dengaan mengakui kalau lahan yang kini ditambang oleh PT. TIA itu adalah lahan Pro Ferry. Sementara berdasarkan bukti kepemilikan lahan, Ujar Yati (48) warga sebamban lama yang ikut berorasi di lahan PT. TIA saat itu, mengatakan seluruhnya lahan yang ditambang PT TIA adalah milik masyarakat Sungai Loban, baik milik H. Yadi, Smasudin, Ipat, maupun warga lainnya. Sehingga Wati menilai, Pro ferry tidak berhak mengaku-ngaku sebagai pemilik lahan.

Di Tahun 2011, H. yadi salah seorang pemilik lahan mengaku pada awal mula perjanjian kerjasama antara masyarakat pemilik lahan dengan PT. TIA, PT. TIA setuju membayar Fee dimuka, senilai Rp. 300.000.000,. namun setelah melakukan aktifitasnya, dan mengantongi segala bentuk perizinan, anehnya PT. TIA malah mengingkari janji, dan tidak mau membayarkan lagi fee lahan kepada masyarakat. Bahkan jika di hitung hingga saat ini, menurut warga, PT TIA telah berhasil melebarkan wilayah pertambangannya seluas 600 hektar dari luas awal seluas 300 hektar.

sekedar diketahui, sejak pertemuan di balai desa Sebamban Baru Kecamatan Sungai Loban digelar dari pukul 14,00 Wita, dengan pertemuan antara Legal Perusahaan PT TIA dengan Permada, tidak membuahkan hasil hingga malam hari. pertemuan membahas masalah penyelesaian pembayaran ganti rugi lahan tersebut berujung pada kekecewaan pada Kubu masyarakat di wakilkan, lantaran lagi lagi pihak legal perusahaan tidak bisa memberikan persetujuan pembayaran atas permintaan warga. 

"kita berharap tidak ada lagi yang di tutup tutupi, semua sudah hadir disini. kita minta Perusahaan segera membayarkan semua ganti rugi lahan" ujar Rani, selaku Kuasa Hukum Permada.

sementara Andreka mengatakan pihaknya membayarkan semua tuntutan masyarakat, dengan catatan semua memiliki MOU yang sama, dengan perjanjian tidak ada lagi yang mengganggu segala bentuk aktifitas PT TIA, terutama dalam kegiatan pertambangan di Desa Sebamban Baru. meskipun semua sempat meriah dengan tepuk tangan kesepakatan, bontotnya. PT TIA kembali tak bisa menyetujui semua kesepakatan tersebut. seluruh personil Legal PT TIA Balik kanan, menunggu persetujuan pimpinan perusahaan mereka.

akibatnya, jajaran Kepolisian, TNI, dan Aparat Keamanan lainnya, kembali merangsek ke portal PT. TIA untuk melakukan penjagaan. berjaga jaga dikhawatirkan pihak Permada langsung melakukan Aksi ke lokasi PT. TIA, sejak malam kemarin.            

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved