Home » » Batulicin Kondusif, Dewan Adat Dayak dan Bupati Tanbu Tepis Isyu SARA

Batulicin Kondusif, Dewan Adat Dayak dan Bupati Tanbu Tepis Isyu SARA

Written By Fokus Batulicin on Senin, 23 Januari 2012 | 20.31

BATULICIN-Dua Minggu ini, batulicin kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, diterpa isyu tak sedap. Isyu SARA antar Suku Bugis Vs Suku Dayak belakangan ini dihembuskan oleh orang tak bertanggung jawab, dirasakan memberikan dampak buruk bagi kehidupan bermasyarakat di Bumi Bersujud, dari berbagai sector. Baik ekonomi, social, budaya, politik maupun religi. Bahkan sejumlah masyarakat di sejumlah titik isyu tersebut merebak, lebih memilih keluar dari kawasan permukiman mereka.

 Kapolres Tanah Bumbu, AKBP H Winarto mengatakan. Adanya isyu konflik antar suku yang dihembuskan oknum tak bertanggung jawab tersebut dinilai sudah cukup meresahkan warga. Untuk itu dirinya meminta agar masyarakat tetap tenang dan terus melakukan kegiatan seperti biasa. Karena informasi yang menyesatkan selama ini dinilai hanya bertujuan semata mata membuat Tanah Bumbu menjadi kurang kondusif.

Hal ini di buktikan dari hubungan harmonis masyarakata Tanah Bumbu yang heterogen sebagai miniaturenya Indonesia sudah berjalan dengan azas kekeluargaan, kebersamaan dan selalu menjaga persatuan dan kesatuan tanpa membedakan asal suku mereka masing masing.

“jadi adanya isyu bakal terjadinya konflik SARA antar suku Bugis dan Dayak itu tidak benar. Jikapun ada tindak kejahatan yang terjadi selama ini, itu merupakan kejadian criminal murni. Semua kondusif saja, aman aman saja. Masyarakat tidak harus resah dengan adanya isyu tersebut. Jadi pesan saya, isyu yang sudah merebak mari kita redam bersama sama, jangan di politisir dan tetap melaksanakan tugas dan kegiatan kita bersama sama seperti biasa dengan saling menjaga kebersamaan, dan persatuan dan kesatuan kita dengan mengedepankan azas kekeluargaan.” Ujar AKBP Winarto. Kemarin ketika disambangi di Kediaman Bupati Tanah Bumbu, kemarin.


Sementara Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Tanah Bumbu, Mundut DM yang datang ke Kediaman Bupati bersama Sekretaris DAD Tanbu, Wim Mandau mengatakan bahwa isyu tersebut sangat tidak beralasan di hembuskan. Karena selama ini warga Tanah Bumbu hidup berdampingan dengan saling hormat menghormati, bukan hanya antar satu suku saja, melainkan semua suku. Keharmonisan dan keakraban antar suku tersebut diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat Tanah Bumbu tidak perlu merasa khawatir lagi dengan adanya isyu isyu yang tidak bisa di pertanggung jawabkan sumber informasinya apalagi mengatas namakan sukuisme.

“saya atas nama pribadi dan juga Lembaga Dewan Adat Dayak (DAD) Tanah Bumbu menepis isyu tersebut, artinya bahwa isyu bakal ada bentrok antar suku Bugis dengan Dayak itu tidak benar. Jadi kita harapkan isyu ini tidak perlu di lebarkan. Bahkan sebelumnya, kami yang ada di lembaga tidak mengetahui adanya isyu semacam ini, karena tidak ada laporan. Biasanya informasi sekecil apapun jika melibatkan kami pasti ada penyampaian sebelumnya. Ini tidak ada sama sekali, tapi diluar justru berkembang. Untuk itu mari kita semua menjaga situasi dan kondisi di tempat kita tetap kondusif” ujar Mundut, kemarin.

Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming melalui konfrensi Persnya mengatakan, terkait Isyu SARA Bugis-Dayak Tanah Bumbu adalah tidak benar sama sekali. Jikapun ada konflik antar Perusahaan Pertambangan yang melibatkan salah satu organisasi atau Lembaga Adat Dayak Tanah Bumbu atau Kalimantan Selatan, itu hanya sebatas penyelesaian sengketa wilayah saja. Tidak sampai mengarah ke isyu bentrokan antar suku yang selama ini merebak di berbagai kalangan lapisan masyarakat. Sehingga, Bupati Tanah Bumbu yang juga mengundang sejumlah tokoh masyarakat se Tanah Bumbu di kediamanya, Senin 23 Januari kemarin. Mengharapkan Masyarakat Tanah Bumbu tidak terpancing dengan adanya isyu menyesatkan tersebut. Dan tetap menjaga perdamaian, di Bumi Bersujud.

meski demikian, dari pantauan di Batulicin, sejak dua hari ini, sejumlah pusat pertokoan memilih untuk tidak menggelar dagangannya alias tutup. jalan raya Batulicin pun terlihat sedikit lengang jika dibandingkan hari biasanya. selain bertepatan Imlek, hari libur panjang ini juga banyak yang memanfaatkannya untuk berlibur keluar dari Tanah Bumbu. untuk malam harinya, sesuai dengan arahan Polda Kalsel, diberlakukan giat Razia pekat di sejumlah titik rawan, termasuk di Batulicin. Ley
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved