Home » » Liputan Unjuk Rasa Komunitas Dayak Ke PT TIA, Wartawan Di Usir

Liputan Unjuk Rasa Komunitas Dayak Ke PT TIA, Wartawan Di Usir

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 25 Januari 2012 | 16.45

BATULICIN -  untuk kesekian kalinya, tugas jurnalistik Wartawan di lecehkan. pelecehan tersebut dilakukan oleh Oknum Kepala Post  Satpam PT. TIA yang dengan lantang mengusir sejumlah wartawan media cetak dan elektronik TV yang sedang bertugas di lokasi PT. TIA untuk meliput  kegiatan unjuk rasa sekitar 500 orang warga dayak Kalimantan Selatan dan Tengah yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Adat Dayak (PERMADA) terhadap PT. TIA terkait penyelesaian sengketa lahan yang belum berkesudahan selama ini.


Oknum security PT.Tunas Inti Abadi Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang diketahui bernama Rahmat, melakukan pengusiran kepada sejumlah wartawan yang akan melakukan peliputan terkait dengan rencana demo masyarakat Desa Sebamban Baru Kecamatan Sungai Loban kepada PT.TIA di Kabupaten Tanbu, Rabu (25/1) kemarin.


Sejumlah wartawan juga ingin konfirmasi kepada pihak PT.TIA terkait dengan surat kuasa dari Persatuan Masyarakat Adat Dayak (Permada) yang ditujukan kepada PT.TIA. yang belakangan di klaim oleh PT TIA, bahwa  Surat itu sendiri, tidak diakui keberadaannya oleh PT.TIA.

Setelah akan konfirmasi terkait surat tersebut, sejumlah wartawan malah diusir oleh Rahmat yang sebelumnya diketahui pernah dipecat dari institusi kepolsian itu. Tidak tanggung-tanggung, oknum security tersebut mengusir Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanbu Hernawan SE, termasuk para wartawan harian, tabloid dan wartawan TV yang lainnya yang sedang bertugas saat itu.

Pelecehan tersebut dimulai pada saat anak buah PT TIA yang diduga sebagai legal perusahaan tersebut mencoba mengambil foto para wartawan yang sedang berada di pos pengamanan PT.TIA satu persatu, diluar kegiatan unjuk rasa, dengan gelagat curiga dan terlihat tidak suka dengan kehadiran Wartawan kelokasi tersebut. setelah ditegur oleh ketua PWI Tanbu yang merasa tidak nyaman dengan sikap oknum tersebut, namun tetap saja melancarkan aksinya.

Terkait hal tersebut, Ketua PWI Tanbu Hernawan SE mengatakan, bahwa tindakan anak buah oknum karyawan PT TIA  yang tanpa izin mengambil foto-foto para wartawan seakan curiga dan tidak suka dengan kedatangan wartawan kelokasi, membuat dirinya bersama kawanan wartawan lainnya tidak nyaman.  Apalagi, dengan polah oknum kepala security yang dengan lantang mengusir wartawan dengan nada yang kasar itu juga telah terbukti melanggar Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999 karena menghalang-halangi tugas Jurnalistik.

"Ini termasuk menghalangi tugas wartawan yang akan meliput, Perilaku security tersebut, akan segera dibawa ke jalur hukum, dan segera dilaporkan ke Polsek Sungai Loban. baru sampai di depan kandangnya saja wartawan sudah berani di Usir, apalagi kalo sampai ke dalam. jangan jangan PT TIA benar ada apa-apanya?"ujar Hernawan, saat melaporkan tindakan tidak menyenangkan tersebut di Polsek Sungai Loban.

Muhammad Fadli, salah seorang wartawan senior Mantan Sekretaris PWI Tanbu yang bertugas dari Tabloid URBANA yang berada di lokasi tersebut mengatakan bahwa sebelum wartawan merapat ke pos PT. TIA, para wartawan sudah ada kontak dengan Dani, salah seorang petinggi PT TIA yg dulu sempat menjabat sebagai Humas PT.TIA, Kemudian, para wartawan mendapat arahan untuk melapor ke pos PT.TIA, dan saat itu juga melapor yg kebetulan langsung di handle Humas Polres Tanbu AKP Ana Setiani yang saat itu sedang menjalankan tugasnya bersama sejumlah Perwira Polres Tanah Bumbu lainnya, termasuk Kapolres Tanah Bumbu AKBP Winarto yang juga sibuk bertugas sejak malam hari.

kehadiran belasan wartawan yang datang ke Post Satpam itu, ditanggapi tidak nyaman oleh Legal dan Security yang berdiri diri di sekitar Post, hal ini terlihat dari "kelakuan "salah seorang legal PT. TIA yang menaruh curiga, dengan tatapan sinis, cengengesan langsung saja memotret satu persatu para wartawan yang tiba kelokkasi tersebut, dan juga  hilir mudik petantang petenteng membawa kamera dan terus memotret semua wartawan yang sedang asik menuunggu aksi demo.

Merasa tak enak, ujar Fadly, Ketua PWI Tanbu Hernawan SE sempat memanggil oknum karyawan PT TIA tersebut untuk segera meluruskan permasalahan. namun, Photographer Dadakan PT TIA itu sayangnya tetap bersikeras mempertahankan argumen, sambil meminta bala bantuan sang kepala keamanan.  Sayangnya begitu tiba, sang kepala satpam justru mengeluarkan kata kata kasar sambil menunjuk ke wartawan dengan nada lantang berbau pengusiran.

"kalau tidak berkenan, kalian keluar dari tempat ini...!!!" ujar Rahmat Kepala Satpam PT. TIA itu.

sebelumnya oknum security tersebut juga sempat  menanyakan surat izin kepada para wartawan. Padahal para wartawan sudah berbaur dengan pihak kepolisian yang tentu saja sudah sangat akrab dengan wartawan. disamping itu, semua wartawan yang datang ketempat itu mengantongi surat tugas dan Kartu PERS.

"kepala Satpamnya saja Arogan seperti ini dengan Wartawan, apalagi Pimpinan Perusahaannya dengan masyarakat seperti apa, sudah bisa dibayangkan seperti apa"kata Fadly.

Tepat pukul 13.00 Ketua PWI bersama wartawan lainnya langsung melaporkan kasus tersebut ke Markas  Polsek Sungai Loban. Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Fathurahman mengecam tindakan kepala security tersebut. Dia mendukung para wartawan untuk melaporkan oknum security PT.TIA itu ke pihak kepolsian, agar di proses sesuai hukum, mengingat wartawan bertugas berada dibawah payung hukum Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999, dan sebagai warga negara Indonesia juga berhak mendapatkan perlindungan profesi. karena ulah security tersebut sudah dengan jelas menghalang halangi tugas jurnalistik, melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan berbau melecehkan organisasi profesi PERS.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved