Home » » Waspadai DBD, Kembali Memakan Korban

Waspadai DBD, Kembali Memakan Korban

Written By Fokus Batulicin on Senin, 30 Januari 2012 | 12.27

Batulicin - setelah sempat memakan korban, kini Pemerintah kabupaten tanah Bumbu melaqlui Dinas Kesehatan Setemepat melakukan sosialisasi terhadap bahaya wabah penyakit DBD yang diketahui mudah menular melalui gigitan nyamuk, sebagai vektor utamanya. menjaga kebersihan adalah cara efektif menghindari serangan gigitan nyamuk tersebut.

sekedar diketahui, salah seorang korban meninggal akibat DBD ini adalah Milka Zahra ( 3 ) , Kamis ( 26/1) dini hari warga Desa Sungai Danau RT.07 Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu meninggal dunia akibat serangan penyakit Demam Berdarah (DBD).

" Memang benar warga kami yang bernama Milka Zahra meninggal dunia malam tadi, karena penyakit DBD", ujar Tasrifin ketua Rukun Tetangga 07 ketika di mintai keterangan. Korban memang sebelumnya sudah di rawat di Klinik setempat,namun tidak mampu karena penyakit sudah parah dan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Plaihari.

Setelah sampai sana, dia tak lagi dipertahankan,akhirnya membawa nyawa",tambah Tasrifin.
Penangan dan langkah nyata mengatasi wabah penyakit Demam Berdarah harus segera dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu,khususnya instansi terkait,karena dalam pantauan dilapangan sudah kurang lebih 4 nyawa melayang dalam kurun waktu tri wulan terakhir.


Masyarakat di daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan diharapankan waspada terhadap penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) menyusul tingginya curah hujan beberapa pekan terakhir.

"Penyakit DBD disebabkan oleh nyamuk Aides Aigepty yang mudah berkembang biak khusunya pada saat curah hujan tinggi seperti saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Tanah Bumbu, H dr Rusly Tamrin, saat sosialisasi antisipasi demam berdarah kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat se-Kabupaten Tanah Bumbu, di Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Rabu.

Menurut Rusly Tamrin, satu-satunya cara efektif untuk mencegah demam berdarah adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam mengatasinya. Tanpa adanya peran tersebut upaya pencegahan penyakit mematikan tersebut dipastikan tidak berhasil karena belum ditemukan adanya obat khusus atau sejenis vaksin yang bisa mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawakan nyamuk tersebut.

Penangkal DBD, katanya, hanya tergantung kekuatan daya tahan tubuh setiap individu yang bersangkutan. Pola hidup bersih juga harus diperhatikan agar nyamuk tidak mudah bersarang dan berkembang biak disekitar tempat tinggal.

Rusly menambahkan, pola hidup bersih yang secara sederhana mudah dilaksanakan adalah menerapkan rumus 3M, yaitu menguras secara rutin setiap penampungan air, kemudian menutupnya, dan mengubur sampah plastik dan kaleng bekas yang menjadi tempat genangan air sehingga berpotensi jadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Labih dari itu, kita bisa menaburkan serbuk ABATE disetiap tempat penampungan air yang kita gunakan. Satu sendok Abate cukup untuk digunakan 100 liter air,'katanya.

Menanggapi masalah itu, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming juga meminta seluruh lapisan masyarakat agar lebih meningkatkan pola hidup bersih dengan membenahi saluran dranase disetiap sudut kota dan lokasi pemukiman padat.

Tujuanya tidak lain agar drainase tersebut tidak tidak dipenuhi sampah yang menghambat aliran air saat turun hujan sehingga berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk.

"Saluran drainase yang selama ini tersumbat harus segera diperbaiki agar tidak terlihat kotor dan menjadi sarang nyamuk. Sebab kondisi curah hujan saat ini mulai meningkat," tegas bupati ppada masyarakat tersebut.      
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved