Home » » Batulicin Kota Seribu Truck

Batulicin Kota Seribu Truck

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 07 Maret 2012 | 11.05

Bayi  Ajaib, demikian sepenggal kailmat populer di era pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati H Zairullah Azhar dan Abdul Hakim saat itu, mengenai perjalanan pembangunan di Bumi Bersujud. 8 Tahun sudah masa perjuangan pembentukan kabupaten Tanah Bumbu dari pemekaran kabupaten Kotabaru sebagai Kabupaten Induknya per 2003 lalu.
Jika daerah lain, memiliki “super icon” tersendiri yang cukup melekat sebagai symbol sebuah daerah yang dibanggakan sekaligus lambang kemakmuran masyarakatnya. Tidak demikian dengan Tanah Bumbu . Hingga kini tak satupun “super Icon” itu melekat di Bumi Bersujud yang diakui oleh publik dari 2003 hingga 2012 ini.
Alasannya mungkin, Kabupaten Tanah Bumbu terlalu banyak memiliki potensi daerah, banjir dengan berkah Tuhan dengan segala kekayaan alamnya. Sehingga sulit untuk diajukan satu icon sebagai lambang kemakmuran itu. Tanah Bumbu, kaya dengan hasil bumi pertaniannya, perkebunannya, perikanannya, hingga pertambangannya.
Sebagai multy player efect di lingkunga, dengan banyaknya sumber daya tersebut, lapangan pekerjaanpun terbuka lebar. Tentunya bagi mereka yang benar benar siap bertarung dengan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa diandalkan. Perekonomiannya pun terus bergerak naik seiring dengan perputaran Rupiah dari satu peluang Bisnis ke peluang Bisnis lainnya.
Tanah Bumbu, belakangan menjadi buah bibir masyarakat Internasional. Tentu bagi mereka yang berniat melakukan infestasi di daerah ini. Atau sekedar berkenalan dengan penduduknya yang mayoritas merupakan warga pendatang. Bahkan dari Tahun ke Tahun dari data yang di pegang Pemerintah Daerah Setempat Jumlah Penduduknya kini telah mencapai puluhan ribu.
Peningkatan jumlah penduduk ini, memaksa pemerintah untuk terus ber inovasi termasuk sebuah gerakan revolusioner sang birokrat untuk memekarkan sejumlah kecamatan dan pedesaan yang kini telah berjumlah 10 Kecamatan dari 5 Kecamatan Awal, serta memiliki 135 desa/kelurahan.
Kepadatan penduduk yang terus meningkat ini, juga tergambar gamblang dari arus mobilisasi perhubungan darat, laut dan udara yang keluar masuk ke dan dari Bumi Bersujud. Jika Batulicin dahulunya hanya cukup memiliki ruas jalan raya se lebar 4 meter saja, kini untuk ukuran mobil raksasa pengangkut alat berat pertambangan pun sudah bisa berseliweran dengan leluasa.

Jika dahulu, kita hanya sering melihat sepeda pencal, becak,  tukang ojek, taksi kota dan angkutan pedesaan  yang hilir mudik mengantar penumpangnya. Kini setiap hari kita dengan mudahnya melihat hilir mudik motor metik, motor mahal, mobil mewah, bahkan tak ketinggalan laju motor truck yang selalu mewarnai ruas jalan raya Negara, dari Batulicin maupun Kecamatan Satui.
Kota Banjarmasin terkenal dengan icon kota seribu Sungai, mungkin agak berlebihan jika ada yang menyebut “Batulicin Kota Seribu Truck”. Meski dalam hitungan 5 menit saja truck truck jenis PS, Dum Truck, Fuso dan Tleler pengangkut alat berseliweran hingga 25 buah, tetap saja sebutan latah “Batulicin Kota Seribu Truck” adalah ungkapan yang kurang nyaman di dengar atau dibaca ketika terekspose di sejumlah media massa. Betapa tidak, kiasan itu jelas bakal menampar wajah para pengambil kebijakan di daerah ini.
Leluasanya hilir mudik ratusan truck setiap hari di atas jalan raya Hotmix  ini jelas mengganggu kenyamanan berlalulintas bagi para pengguna jalan umum lainnya, terutama para pengguna kendaraan roda, becak, dan pejalan kaki. Yang setiap hari menghirup debu debu beterbangan memaktkan mata. Hal ini tentu tidak dirasakan oleh mereka yang duduk manis di dalam mobil mewah kesangan mereka.
Menurut Keterangan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah atau Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda)  Kabupaten Tanah Bumbu Ir. Erno Rudi Handoko beberapa waktu lalu, tingkat polusi udara di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Satui telah melebih ambang batas baku mutu. Sehingga rentan terhadap kondisi kesehatan manusia yang berada di sekitarnya.
Sayangnya, hingga kini tak ada Undang-Undang, Peraturan Daerah ataupun aturan hukum lainnya yang mengatur tentang mobilisasi Truck truck tersebut, terutama Truck-Truck ber muatan material Gol C seperti Batu, Pasir dan Tanah.
Sebut saja salah satu  perusahaan besar yang dengan bangga menempel sticker nama perusahaannya, setiap hari lalu lalang mengangkut material setiap hari. Tak sedikit yang berujar, jika sticker yang ditempel Seakan menjadi password mereka bekerja, maklum konon kabarnya merupakan kerabat dekat penguasa di Bumi Bersujud, dan sahabat  sejumlah petinggi Kepolisian di daerah ini.
Terlepas dari apapun pekerjaan itu dan siapapun pelakunya. Hendaknya lebih memperhatikan etika dalam melakukan pekerjaan itu. Apalagi ini menyangkut dampak lingkungan yang nyaris dirasakan seluruh umat manusia yang berdiri, duduk, diam dan hidup di sepanjang jalan raya itu sendiri. Etika itu mungkin bisa sedikit terdengar bijak jika saat mengisi muatannya, truck truck itu di tutupi dengan terpal pelindung bagian atas bak yang terbuka. Tujuannya, debu yang dihasilkan dari aktifitas ini bisa di minimalisir. Kemudian untuk operasionalnya bisa dilakukan dengan pembatasan jumlah truck sesuai dengan ketentuan trayek, jika tidak bisa dilakukan pada jam tertentu dimalam hari. Dan atau segera dibuatkan jalur khusus angkutan truck.  Selanjutnya, jika sedang melakukan pengisian BBM di SPBU, hendaknya truck-truck penghasil pundi pundi Rupiah ini di parkir dengan baik dan aman tanpa mengganggu arus lalulintas.
Dan yang terpenting, sejumlah lintas sektor pemerintahan Daerah, Dinas maupun Badan serta aparat keamanan tetap saling koordinasi bahu membahu menciptakan lingkungan Bumi Bersujud yang bersih, dan sehat serta mendatangkan Manfaat bukan Mudharat.
Kapolres Tanah Bumbu AKBP Abu Bakar Tertusi melalui Kasatlantas Polres Tanah Bumbu AKP Moerdilly mengatakan, pihak kepolisian hanya sebatas melakukan penegakkan hukum. Terkhusus yang membidangi permasalahan ini diserahkan pada pihak yang berkompeten seperti Dinas Perhubungan maupun Tata Kota serta Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Dimana menurutnya, permasalahan dengan banyaknya truck-truck yang berseliweran di jalan raya Bumi Bersujud bukan hanya berdampak pada peningkatan kapasitas debu saja. Akan tetapi juga berdampak buruk pada penurunan kualitas badan jalan, serta menyebabkan terjadinya kemacetan dan berujung pada membuka lebih besar lagi peluang terjadinya kecelakaan lalulintas.
“kecelakaan lalulintas itu, persoalan terakhir. Tetapi hal paling awal yang langsung dirasakan masyarakat adalah perasaan ketidaknyamanan saat berada dijalan raya. Maklum saja truck truck yang keluar masuk kota, rata rata mengangkut material berupa pasir, tanah dan batu. Kemudian dalam operasionalnya, truck truck ini kerap melintas dalam jumlah yang banyak. Ini juga berdampak pada kemacetan lalulintas, serta meningkatnya kerawanan kecelakaan lalulintas. Tetapi dampak lainnya juga mengakibatkan kerusakan badan jalan akan lebih cepat terjadi, ini juga perlu disikapi oleh dinas Perhubungan, dengan PU.” Ucap Moerdilly.
Kepala Dinas Perhubungan Tanah Bumbu Eka Safruddin melalui Kabid Darat Dishub Kominfo Ahmad Gufran mengatakan  dari segi pengawasan, Pihak Dinas perhubungan hanya bisa melakukannya pada penertiban Perda Nomer 3 provensi. Selebihnya untuk pengawasan lalulalang di jalan raya pihak Dinas Perhubungan Tanah Bumbu tidak begitu berkompeten.
“yang saya tahu Cuma Pengawasan Perda Nomer 3” selebihnya belum ada koordinasi tentang pengawasan truck dijalan raya yang keluar masuk kota tersebut, baik dari dinas PU, dan yang lainnya. Untuk pengalihan jalur, sementara ini kita baru memplanningkan untuk kawasan Satui, sementara Simpang Empat, belum ada” ujar Gufran.
Salah seorang warga masyarakat kecamatan Simang Empat, Hali (43) mengaku merasa tidak nyaman dengan banyaknya lalu lalang truck truck pengangkut material pasir, tanah dan batu yang berseliweran setiap saat di pusat kota, dengan kondisi bak bagian atas yang sengaja dibiarkan terbuka, sehingga mengakibatkan tingginya intensitas debu.
Selain itu, Hali juga menyoroti lemahnya kinerja Dinas Tata Kota dan Pekerjaan Umum, yang terkesan separo-separo menata Kota Batulicin yang semakin hari semakin terlihat kumuh. Dari badan jalan yang sudah hotmix, tidak dibarengi dengan fungsi drainese yang bagus, sehingga tanah dan pasir hasil mobilisasi truck itu tertumpuk diatas jalan dan terseret udara. Termasuk pembuatan trotoar kanan dan kiri jalan yang juga perlu dinilai segera dibangun di sepanjang jalan Pelajau Kecamatan Simpang Empat Batulicin, Belum lagi tak ada petugas kebersihan yang membersihkan tumpukan tanah dan pasir tersebut disepanjang jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanah Bumbu Ir. Sofiani melalui Sekretarisnya Ir. Roy Rizali Anwar ST. Mengatakan sejak beberapa Tahun lalu pihaknya sudah membangun jalan lingkar Batulicin Menuju Desa Sungai Dua kecamatan Simpang Empat untuk menanggulangi kemacetan dan mobilisasi Truck di Pusat Kota tersebut. Namun jalan yang telah melalui proses pengerasan sepanjang 18Km, dengan lebar 30 Meter itu belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya, karena sampai saat ini terkendala dengan belum dibangunnya jembatan penghubung di tengah jalur yang menghubungkan Kota Batulicin dengan Simpang Empat dari Sungai Batulicin.
Saat ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum telah melayangkan surat kepada Pemerintah Pusat untuk sesegera mungkin turut serta memperhatikan perencanaan pembangunan jembatan penghubung jalan lingkar luar tersebut yang bakal dianggarkan anggaran minimal 22 Milyar Rupiah.
“Ya..saat ini kita sudah ajukan perencanaan pembangnan jembatan tersebut ke pemerintah pusat, yang rencananya akan menelan dana Rp. 22 Milyar lebih, kita berharap ini secepatnya bisa kita bangun dalam waktu dekat ini, sehingga kemcetan dan  permasalahan lainnya bisa teratasi dengan berfungsinya jalur lingkar luar itu” ujar Roy Rizali Anwar, kemarin.
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

17 Juli 2016 22.49

Assalamualaikum wrb,perkenalkan saya Sinta dari Padang saya pengusaha properti,saya ngin berbagi pengalaman kepada teman2 semua,dulu saya hanya penjual jamu keliling,hidup susah penghasilanpun hanya bisa untuk makan,saya punya anak tiga suami tinggalkan saya pada saat kelahiran anak saya yang ke 3.putus asa sempat terlintas dipikiran saya,tapi saya harus berjuang demi anak2 saya,tidak sengaja saya buka internet dan saya lihat no ustazd hakim,saya coba telpon beliau,saya dikasi solusi tapi saya ragu untuk menjalankannya tapi saya coba beranikan diri mengikuti saran beliau syukur alhamdulillah sekarang saya bisa sukses seperti ini usaha properti saya terbilang sukses,sekarang semua anak2 saya sekolah dan sudah ada yang sarjana,terimah kasih saya ucapkan pada ustazd hakim berkat anda saya bisa seperti ini,khusus untuk room ini terima kasih karna saya bisa berbagi pengalaman,untuk teman2 yang mau seperti saya atau yang sedang dalam kesusahan khususnya yang terlilit hutang banyak silahkan hub ustazd hakim di nmr 082281871557 insya Allah dikasi solusi,ini pengalaman saya nyata dan tidak ada karangan apapun sumpah atas nama Allah,salam persaudaraan,WAssalam

4 Juni 2017 17.26

Seminar Bisnis JAKARTA "Cara Mudah Kulakan Barang Murah dari China ...

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved