Home » » Kongres KSI Digelar Di Puncak Bogor

Kongres KSI Digelar Di Puncak Bogor

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 24 Maret 2012 | 12.26

Sejumlah Sastrawan yang bernaung di Komunitas Sastra Indonesia (KSI) berkumpul di Puncak Bogor guna menghadiri kegiatan Kongres KSI selama 3 hari. Sederetan Nama pengurus KSI Tanbu terlihat turut berhadir diantaranya Drs. Abdul Karim Oka Miharja, Johansyah Bunyu FAC, Muhammad Fadly Alfaritzi serta pengurus KSI lainnya asal Kalimantan Selatan. Sastra sebagai Sumber Inspirasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KKSI) II digelar di Wisma Argamulya Depdikbud Cisarua, Puncak, Bogor, 23-25 Maret 2012. Selain pemilihan ketua KSI periode 2012-2015 sebagai agenda utama, Kongres juga akan ditandai dengan Seminar Nasional Sastra Indonesia Mutakhir dengan tema, Sastra sebagai Sumber Inspirasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Sebelumnya Diharapkan, Kongres akan dibuka oleh Mendikbud Prof. Dr. Muhammad Nuh, yang akan sekaligus akan menyampaikan orasi sastra. Namun karena dengan kesibukan yang padat, Prof. Dr Muhammad Nuh tak bisa menghadiri kegiatan tersebut. Menurut ketua panitia Kongres, H. Bambang Widiatmoko, sejumlah sastrawan dan akademisi sastra terkemuka akan tampil sebagai pembicara, antara lain Prof. Dr. Abdul Hadi WM, Dr. Nursamad  Kamba, Dr.Sudaryono (Dimas Arika  Miharja), Dr. Wahyu Wibowo, dan Dr. Mujizah. Sedangkan dari kalangan dalam KSI yang akan ikut tampil dalam seminar adalah Wowok Hesti Prabowo, Medy Loekito, dan Micky Hidayat. Kongres juga akan ditandai dengan workshop penulisan esai sastra, pentas sastra, dan pergelaran "api unggun sastra". Pentas sastra akan diisi pertunjukan baca puisi oleh sejumlah penyair ternama, dan musikalisasi puisi bersama Sanggar Sesaji pimpinan Rudi Karno dari Banjarmasin dan Sarang Matahari Penggiat Sastra pimpinan H. Shobir Pur dari Tangerang Selatan. Para penyair nasional turut membacakan sajak-sajak mereka, antara lain Thomas Budi Santoso, Habiburrahman el Shirazy, Nana Rishki Susanti, Mustafa Ismail, Iman Budi Santosa, Mustowa W. Hasyim, Evi Idawati, Rukmi, Wisnu Wardani, Anwar Putra Bayu, Fakhrunnas MA Jabbar, Chavcay Syaefullah, Micky Hidayat, Jumari HS, Gunoto Saparie,Toto St. Radik, Husnul Khuluqi, dan Sihar Ramses Simatupang. Sedangkan "api unggun sastra" akan menampilkan semua peserta untuk membacakan sajak-sajak mereka dengan latar belakang api unggun. Kongres yang diadakan bertepatan dengan usia 15 tahun KSI ini juga ditandai dengan pengumuman hasil lomba Penulisan Puisi KSI Awards 2012 yang pengumpulan naskahnya sudah dimulai sejak Maret 2011. Sedikitnya mencapai lebih dari 2.200 puisi yang merupakan karya tulis 447 sastrawan seluruh indonesia yang masuk ke meja Panitia. Dewan juri KSI Awards, yang terdiri dari  Ahmadun Yosi Herfanda, Bambang Widiatmoko, Diah Hadaning, Endo Senggono, dan Mujizah, akan memilih satu puisi terbaik penerima KSI Awards 2012, yang diterima oleh Budhi Imam Santoso dengan karya puisinya bertemakan Narasi Tembuni  serta empat puisi unggulan yang jua turut menerima penghargaan khusus, dan 95 puisi pilihan untuk dibukukan bersama sajak-sajak pemenang. Penyerahan penghargaan dan peluncuran antologipuisi KSI Awards 2012 akan dilakukan pada malam pembukaan Kongres. Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundationdan Badan Bahasa Depdikbud RI. Menurut ketua umum KSI Pusat periode 2008-2011, Ahmadun Yosi Herfanda, sayembara tersebut merupakan pelaksanaan KSI Awards yang kedua. Untuk pertama kalinya KSI  Awards diberikan pada tahun 2003 untuk manuskrip buku kumpulan puisi terbaik. Ketika itu, KSI Awards diraih oleh penyair Semarang, Heru Mugiarso, dengan manuskrip buku kumpulan puisi berjudul Perjalanan Ziarah. Sedangkan penyair Jakarta, Rukmi Wisnu Wardani, meraih posisi sebagai runner-up, dengan buku manuskrip puisi berjudul Banyak Orang Bilang Aku Sudah Gila. Dalam perkembangan sastra Indonesia mutakhir, perankomunitas sastra, termasuk KSI, sangat penting. Komunitas sastra tidak hanya menjadi wadah pembinaan calon penulis dan pengembangan apresiasi sastra masyarakat, tapi juga ikut memberi arah perkembangan corak estetika dan tematika kesastraan Indonesia mutakhir. Bahkan, secara ideologis komunitas-komunitas sastra juga ikut mempengaruhi orientasi penciptaan para sastrawan Indonesia. (Panitia Kongres II KSI)

Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | EDHA KENCANA CORP | Batulicin
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved