Home » » Legislatif-Eksekutif Untuk Kesejahteraan Rakyat

Legislatif-Eksekutif Untuk Kesejahteraan Rakyat

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 28 Juni 2012 | 06.10

Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Mardani H Maming, mengharapkan adanya masukan konstruktif dari DPRD setempat pasca di sampaikanya rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tanbu atas Laporan Keterangan Pertanggungjawapan (LKPj) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011. 

Masukan itu diharapkan menjadi elemen penting daerah dalam rangka menggerakkan laju roda pemerintahan sekaligus sebagai upaya bersama eksekutif dan legislatif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat di Bumi Bersujud Kabupaten Tanbu."Pemerintah daerah berharap melalui penyampaian raperda ini akan lahir masukan-masukan konstruktif dari unsur-unsur dewan Tanbu. Sehingga dari masukan-masukan itu nantinya akan menjadi landasan dan elemen penting bagi penggerak lajunya roda pemerintahan di Bumi Bersujud," kata Mardani saat menyampaikan pidatonya dalam rapat paripurna DPRD Tanbu dengan agenda  Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD Tanbu tahun anggaran 2011 di gedung DPRD Tanbu, Selasa (19/6) lalu.
 
Masukan-masukan itu menurut bupati, terimplimentasi secara nyata dalam bentuk rancangan program pembangunan daerah yang kesemuanya sudah barang tentu merupakan refresentasi utuh komitmen pemerintah daerah dalam mengupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat Tanbu.
 
Secara konseptual masukan-masukan dari unsur legislatif itu setidaknya akan menyentuh program strategis daerah yang terangkum dalam ikon pembangunan daerah yang disebut dengan Tri Dharma Pembangunan, yang meliputi pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan.
 
"Oleh sebab itu, kami meminta ada masukan konstruktif dari unsur legislatif sehingga komitmen kita bersama untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan serta fungsi-fungsi pelayanan publik di Tanah Bumbu dapat terwujud", kata Mardani.
 
sementara itu, terkait esensi pelaksanaan APBD Tanbu  tahun anggaran 2011, jelas Mardani, realisasi anggaran pendapatan Tanbu mencapai Rp.878.577.525.198,00, dengan realisasi belanja sebesar Rp. 46.699.825.320,00 sehingga mengalami surplus sebesar Rp.231.877.699.878,00.     Di mana sesuai uraian LKPj yang dibacakan bupati, selisih lebih antara anggaran pendapatan setelah perubahan mencapai Rp.108.173.797.524,52 dengan perincian, anggaran pendapatan setelah perubahan sebesar Rp.770.403.727.673,48 namun dalam realisasinya mencapai Rp.878.577.525.198,00. "Artinya ada selisih sebesar Rp.108.173.797.524,52," tegas bupati Mardani H maming.
Ia menambahkan, untuk selisih kurang   antara anggaran belanja setelah perubahan dengan realisasi belanja jumlahnya sebesar Rp.89.076.842.319,00. Dengan perincian, anggaran belanja setelah perubahan sebesar Rp. 735.776.667.639,00 sedangkan realisasinya sebesar Rp.646.699.825.320,00.    
Selisih anggaran belanja surplus/defisit dengan realisasinya mengalami peningkatan sebesar Rp.197.250.639.843,52. Dengan rincian anggaran belanja setelah perubahan sebesar Rp. 34.627.060.034,48 dan realisasi belanja surplus/defisit sebesar Rp.231.877.699.878,00.
Kemudian selisih kurang antara anggaran pengeluaran pembiayaan setelah perubahan dengan realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 46.832.087.978,89. Rincian anggaran penerimaannya setelah perubahan sebesar Rp. 46.832.087.978,89 namun dalam realisasinya tidak ada alias Nol (0).    
Untuk selisih kurang antara anggaran pengeluaran pembiayaan setelah perubahan dengan relaisasinya adalah sebesar Rp.35.821.680.113,37. Selisih itu terperinci dengan jumlah Anggaran pengeluaran pembiyaan setelah perubahan sebesar Rp. 81.459.148.013,37 sedangkan yang terealisasi sebesar Rp.45.637.467.900,00    
Untuk selisih kurang antara anggaran pembiayaan neto setelah perubahan dengan realisasi pembiayaan neto ada sebesar Rp.11.010.407.865,52. Selisih itu terperinci atas anggaran pembiayaan neto setelah perubahan sebesar Rp. 34.627.060.034,48 dengan jumlah yang terealisasi sebesar Rp.45.637.467.900,00
Berdasarkan neraca besarnya jumlah aset per  31 Desember 2011 adalah Rp.1.646.307.094.683,44. Besar jumlah kewajiban sebesar Rp.268.807.500,00 dan jumlah ekuitas dana sebesar Rp.1.646.038.287.183,44    
Dari hasil laporan arus kas selama satu tahun terakhir hingga 31 Desember 2011, tercatat jumlah saldo kas mulai 1 januari 2011 sebesar Rp.46.642.512.096,89. Arus kas dari hasil aktivitas operasi sebesar Rp.374.700.491.354,00, arus kas aktifitas investasi asset non keuangan sebesar Rp.143.122.137.962,00, arus kas aktifitas pembiayaan sebesar Rp.45.637.467.900,00, dan arus kas aktifitas non anggaran sebesar Rp.750.375.721,00.
"Sehingga, jumlah saldo kas terakhir per 31 Desember 2011 sebesar Rp.233.333.773.309,89," demikian bupati.(adv/relhum)
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved