Home » » Pulau Burung, Sentra Pengembangan Bibit Mangrove Kalimantan Selatan

Pulau Burung, Sentra Pengembangan Bibit Mangrove Kalimantan Selatan

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 29 Juni 2012 | 10.01

Desa Pulau Burung, kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, kini dijadikan sebagai daerah pengembangan bibit mangrofe satu satunya di Kalimantan Selatan. Kini, setiap kali panennya bibit manrove per tiga bulan mampu menghasilkan 100 ribu bibit. Dari bibit ribuan bibit mangrove tersebut, dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penanaman disejumlah kawasan abrasi di sepanjang pantai Kusan Hilir, Sungai Loban, Satui, Dan Juga Kecamatan Simpang Empat Batulicin. Mengingat sejumlah kawasan tersebut, merupakan daerah terparah kawasan erosi akibat gerusan air laut, yang terjadi secara terus menerus.

Demikian, diungkapkan Umar selaku Mine MG PT. Arutmin Indonesia site Batulicin, sesaat sebelum melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di desa Sungai Loban Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (29/6) kemarin, dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup Se Dunia.

Dikatakan Umar, Penanaman kali ini PT. Arutmin Indonesia menyiapkan sedikitnya 5000 bibit manrove, untuk ditanam di desa Sungai Loban, oleh sejumlah tokoh masyarakat, LSM, Pelajar, Unsur Pemerintahan, Penggerak PKK, Dharmawanita, Kepolisian, TNI dan juga pelajar. Dalam kegiatan itu, selain penanaman, mangrove PT. Arutmin, juga memberikan bantuan bibit buah kepada warga desa sungai loban, yang secara simbolis diterima langsung oleh Kepala Desa Sungai Loban.

Mengawali kegiatan, ditandai dengan penyerahan bibit mangrove oleh petinggi Arutmin kepada LSM Lintah Indonesia, Bupati Tanah Bumbu, serta Dharma Wanita dan PKK, kemudian dilanjutkan penanaman masal, bersama sama yang saat itu di ikuti oleh semua pihak. Terlihat dalam kesempatan itu, keceriaan anak anak sekolah dasar sungai loban yang turut di libatkan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia pagi itu, di Pantai Sungai Loban, yang dengan asyiknya menanam bibit mangrove.

Dir LSM Lintah Indonesia mengatakan, kegiatan semacam ini harus terus dilestarikan, dan dilanjutkan oleh semua pihak. Terutama Perusahaan Pertambangan lainnya yang ada di Tanah Bumbu, karena memiliki kegiatan yang rawan dengan pengrusakan lingkungan. Bukan hanya penanaman mangrove saja, akan tetapi, untuk menghijaukan Bumi dan menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan banyak cara, dengan tujuan meminimalisir dampak buruk pemanasan global.

" Ini sesuatu yang positif dan harus dicontoh oleh perusahaan pertambangan lainnya" ujar Rudi, selaku Direktur LSM Lintah Indonesia, kemarin saat ditemui wartawan, usai mengikuti kegiatan penanaman.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved