Home » » Rp 2,5 M APBD Tanbu untuk Perbaikan Jalan Pelajau

Rp 2,5 M APBD Tanbu untuk Perbaikan Jalan Pelajau

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 29 Juni 2012 | 12.54

Satu-Satunya Jalan Provensi yang ada di Tanah Bumbu, yang sampai dengan sekarang ini belum mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provensi. Semenjak Batulicin memisahkan diri dari Kotabaru menjadi Kabupaten pemekaran, Jalan Raya Pelajau yang terletak di Kecamatan Simpang Empat, sekaligus penghubung Kecamatan Kuranji, Karang Bintang, Mantewe bahkan penghubung Kabupaten Banjar itu, tak pernah mendapat jatah perbaikan oleh pemerintah provensi. Proyek tambal sulam, sudah menjadi pekerjaan rutin Dinas Pekerjaan Umum di Tanbu tiap tahun, namun kerusakannya tetap saja tak teratasi dengan baik. Maklum untuk memperbaiki setara dan memiliki kualitas jalan agar sesuai dengan kelasnya itu, membutuhkan anggaran yang cukup besar.

"Padahal, Tanah Bumbu adalah salah satu kabupaten penghasil Pendapatan Daerah Terbesar di Kalimantan Selatan dari sektor tambang, dan Perkebunannya, tapi memprihatinkan kondisi jalan rayanya masih banyak rusak, dan bahkan berdebu kalau panas, kalau hujan, beceknya minta ampun, kemana perhatian pemerintah provensi selama ini. Pak Gubernur kalau bisa harus sering sering kunjungan ke daerah, bukan hanya kunjungan keluar daerah yang diutamakan, berikan perhatian lebih terhadap daerah penghasil" ujar Rudi, Dir LSM Lintah Indonesia, saat dimintai tanggapannya terkait rusaknya jalan Pelajau yang kerap memakan korban laka lantas itu.

Sekedar diketahui, jalan raya pelajau adalah akses sibuk setiap hari, yang setiap pagi selalu di padati kaum pelajar dan juga, para pekerja perusahaan pertambangan serta para pegawai menuju pusat perkantoran. Belum lagi, adanya SPBU di bilangan jalan raya ini, menjadikannya lebih sibuk, lantaran para pelangsir dan juga pengisi BBM memarkir mobil mereka disepanjang bibir jalan, akibatnya, para pengendara harus lebih berhati hati. Banyaknya lubang lubang yang menganga ditengah badan jalan itu mengharuskan pengguna jalan untuk lebih pandai memilih jalan, salah sedikit, terperosok, terjerembab, hingga bisa mengakibatkan lakalantas yang lebih fatal lagi.

Bahkan, saat musim hujan, sejumlah titik rawan, seperti di depan kantor DPC PDI dan Hanura di kawasan Pelajau ini, pada lobang jalan yang menganga kerap di tanami pohon pisang, dan dipenuhi gantungan poster tuntutan, sebagai protes sekaligus pengharapan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan jalan satu ini. Begitu juga lobang lainnya, juga tak luput dari sasaran masa, selain pohon pisang, masyarakat juga kerap memasang bangku dan ember sumbangan.

Namun semua itu hanya mampu bertahan satu hari. Aksi cepat tanggap pemerintah kabupaten Tanah Bumbu, selalu menjadi tontonan yang sudah tak asing lagi. Seketika itu juga, hilir mudik armada angkutan material menutupi jalan yang berlobang, dari penutupan seadanya hingga memberanikan diri mengaspal jalan yg berlobang dengan dana seadanya, sama halnya dengan tahun ini, Pemkab Tanbu kembali menggelontorkan anggaran perbaikan, tak alang kepalang, tahun ini pemkab menyiapkan anggaran sebesar 2,5 Milyar lebih.

" Meski jalan itu merupakan jalan Provensi, tapi kita juga akan Segera memperbaikinya, kemaren sudah kita lelang dan sudah kita umumkan pemenangnya. Rencana minggu depan sudah mulai dikerjakan. Dananya Kita pakai bersumber APBD kab Tanbu, dgn pagu anggaran Rp 2,5M. Itemnya antara lain pekerjaan patching / gali dan tutup lubang pakai aspal, setelah patching kemudian di lapis semua aspal yang ada dari Simpang Empat sampai dengan Kapet. Selain itu ada juga pekeraan bahu jalan dan markanya" ujar Roy Rizali Anwar, selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kab Tanbu.

Tentu saja, proyek pekerjaan perbaikan jalan provensi yang bakal di garap oleh CV. Multi Karya Perkasa alamat Batulicin sebagai pemenang tender itu, diharapkan benar benar serius dikerjakan, dengan baik dan benar. Agar memiliki usia yang tahan lama, dan bisa dinikmati semua orang, dan tidak ada lagi lobang lobang yang menganga. Kontraktor juga diharapkan mampu memberikan jaminan terhadap kualitas pekerjaannya, bukan jaminan diatas kertas saja, demi mengeruk keuntungan sebanyak banyaknya, tapi kualitasnya hancur hancuran.

"Mestinya, Pemerinta Provensi malu dengan kejadian seperti ini, kemana alokasi anggaran perbaikan jalan raya provensi yang ada di daerah daerah, jangan hanya membesarkan draft anggaran perjalanan dinas saja tiap tahunnya, tapi anggaran peningkatan kualitas infrastruktur jalan juga penting, jangan kalau kampanye saja baru turun ke daerah, menyerap aspirasi, tapi kalau sudah duduk, seakan lupa dengan daerah. Kemudian kepada Kontraktor yang bakal menggarap proyek perlu saya tekankan, Kontraktor harus komitmen untuk bekerja lebih baik, agar tidak ada yang dirugikan, sementara untuk pemerintah provensi saya titip pesan perhatikan daerah" pinta Rudi, pentolan LSM asal Tanah Bumbu ini.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved