Home » » Sekapuk Banjir Bah dan Lumpur

Sekapuk Banjir Bah dan Lumpur

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 17 Juni 2012 | 16.42

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) terutama yang terjadi di Kecamatan Angsa, pada sabtu malam (16/6) kemarin, telah mengakibatkan sejumlah rumah warga serta puluhan hektar perkebunan kelapa sawit yang masih memiliki usia 2 tahun di tempat tersebut tenggelam, tidak kelihatan lantaran rata dengan air air bah bercampur lumpur merah.

Hingga sore Minggu kemarin, kedalaman air masih bertahan setinggi 2 meter, dan mulai menghawatirkan warga, karena diduga jika air tersebut tidak segera turun, dan hujan kembali mengguyur tempat tersebut, bisa dipastikan air bah itu akan segera memenuhi rumah rumah warga berikut sejumlah fasilitas umum dan sarana ibadah lainnya, terutama pada lokasi titik terparah kawasan banjir yakni RT 1, RT 2 dan RT 3 desa Sekapuk Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu.

Dari pantauan sejumlah wartawan yang meluncur di lokasi kejadian, minggu (17/6) kemarin, air yang berwarna kemerah-merahan masih mengalir deras, dan mulai menenggelamkan teras rumah warga, namun air tersebut belum sampai masuk kedalam rumah, maupun tempat ibadah. Sauji (30) warga desa Sekapuk RT 1 kecamatan Satui menuturkan, hujan lebat terjadi pada sabtu malam itu membuat puluhan hektar kebun sawit dan tanaman pertanian warga lainya juga dipastikan ikut tenggelam dan terancam gagal panen seperti tanaman kacang tanah, kacang panjang, sawi, terong dan pisang. "kalau dilihat air yang datang dari arah hulu banyak lokasi tambang batu bara, airnya pun keruh berwarna kemerahan bercampur dengan lumpur, kuat dugaan luapan air tersebut berasal dari tambang pak" ujar Sauji yang mengaku memiliki kebun 1,5 hektar tenggelam

Sauji menuturkan, ia menduga Penyebab tenggelamnya puluhan hektar kebun dan meluapnya air hingga ke rumah warga, diduga air dari lokasi tambang yang tidak mampu membendung air hujan, sehingga mengalir keperkebunan warga, sementara anak sungai sekapuk yang mengalir kesungai setarap buntu, sehingga aliran air kelaut tidak normal, dan banjir seperti ini sudah menjadi langganan warga sekapuk, setiap tahunnya. Pada hal satu hari sebelumnya masyarakat setempat telah melakukan gotong royong untuk membersihkan anak sungai tersebut, guna mengantisifasi datangnya air secara tiba-tiba,

"Kami di RT 1 sehari sebelumnya bergotong royong dan mengumpulkan dana untuk pengerukan sungai, sepanjang 3 kilometer, namun
Alat yang diturunkan pemkab Tanbu hanya mengerjakan sekitar 100 meter saja, untuk di RT 1, dan 500 meter di RT 2 pada hal bila terjadi banjir air pasti mengarah ke RT 1

Dirinya bersama warga lainnya minta kepada Pemkab Tanbu, agar segera melakukan pelebaran sungai sekapuk sepanjang 3 kilo meter, karena sungai yang ada hanya memiliki lebar 1 meter, paling tidak lebar sungai itu 3 meter dengan kedalaman 2 meter, guna mengantisipasi luapan air, apalagi memasuki musim hujan tidak menutup kemungkinan banjir terjadi lebih besar lagi.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved