Home » » Cuaca Tak Menentu, Musim Tangkap Nelayan Berubah

Cuaca Tak Menentu, Musim Tangkap Nelayan Berubah

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 26 Juli 2012 | 14.08

Sejak tahun 2010 lalu kondisi cuaca di Wilayah Kabupaten Tanah Bumbu kerap tidak menentu. Hal ini menuntut nelayan. Untuk lebih cerdas membaca cuaca sebelum turun melakukan penangkapan ikan. Jika sebelumnya nelayan mengenal tiga musim dan memiliki jadwal musim yang diyakini secara kontinyu terjadi di wilayah perairan Tanah Bumbu, kini sudah tidak bisa dijadikan patokan nelayan untuk menangkap ikan kelaut. Jika sebelumnya musim Utara (musim tangkapan bagus). Atau terkenal musim tangkap primadona yang terjadi di bulan Januari hingga bulan April, Kemudian musim Tenggara terjadi dari bulan April hingga bulan Juni, serta musim angin Barat terjadi dari bulan Agustus hingga bulan Desember. Namun kini pergantian musim telah bergeser hingga satu atau dua bulan lebih lambat dari biasanya.



Seperti pada saat ini seharusnya masuk musim tenggara terjadi sejak April lalu, namun di Tanah Bumbu baru masuk di penghujung bulan Juni, yang seharusnya merupakan musim pancaroba ke musim barat. Sehingga awal musim tenggara ini masih bisa dilakukan kegiatan penangkapan ikan ke tengah laut, karena masih dinilai masih dalam batas wajar, dan belum terjadi peningkatan gelombang air pasang.
"Nelayan masih turun mencari ikan dan tidak ada halangan, karena beberapa kapal besar masih bisa melakukan penangkapan ikan, sehingga kapasitas produksi di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) tidak berpengaruh. Akan tetapi, dengan perubahan cuaca yang tak menentu belakangan ini membuat nelayan harus cerdas mengetahui arah atau menentukan titik wilayah tangkapan aman" ujar Tatang Rizwan SST selaku kepala PPI Tanah Bumbu saat dikonfirmasi diruang tugasnya kemarin.

Nelayan Kabupaten Tanah Bumbu selama ini memiliki dua titik kawasan penangkapan, yakni Selat Makasar dan laut Jawa. Dimana dengan kondisi yang tak menentu di Tahun 2011 dan hingga pertengahan Tahun 2012 tingkat produksi tangkapan nelayan di daerah ini masih mampu dipertahankan dengan baik. Hasil tangkapan rata rata tahun 2012 setiap bulan mencapai 491,95 ton dengan jenis ikan tangkap diantara ikan kembung, layang, ketombong, tongkol, tengiri, bandeng, cumi, cepa, bogor, trakulu, bagong, serisi, como como, kakap,tembang, lemuru, dan baronang. Dengan jenis kapal tangkap menggunakan mesin 21GT sampai 30GT sebanyak 341 unit, jenis kapal 6GT _10GT sebanyak 1.363 dengan total jumlah kapal tangpak sebanyak 1. 278 yang beroperasi di Tanbu,

Sementara PPI Kabupaten Tanah Bumbu tersebut merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah banjar raya Banjarmasin. Dengan rata rata hasil tangkapan rata rata perbulan mencapai 400 ton. Dan mengalami penurunan pada bulan Mei mencapai hingga 300 ton dan kembali terjadi peningkatan dibulan Oktober sampai dengan 646,85 ton sampai dengan bulan Desember 680 ton. Dimana dari hasil tangkapan tersebut selain untuk konsumsi lokal di daerah ini, juga untuk konsumsi wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur serta hingga mengirim ke wilayah Kalimantan Tengah.

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved