Home » » Kerajinan Ukiran Kayu Ulin Tanbu Perlu Dikembangkan

Kerajinan Ukiran Kayu Ulin Tanbu Perlu Dikembangkan

Written By Fokus Batulicin on Senin, 20 Agustus 2012 | 18.22

BATULICIN –  Seperti janji bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Mardani H Maming dalam berbagai kesempatan, pemerintah daerah akan mengembangkan potensi kerajinan daerah berbahan dasar limbah kayu ulin sehingga mampu menjadi barang bernilai ekonomis tinggi, sekaligus mampu mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat pengrajin.

"Secara bertahap, kami akan melakukan beragam strategi pembinaan kepada para pengrajin", kata Mardani, seraya menyebutkan salah satu langkah pembinaan yang akan dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindakop dan UKM) adalah dengan mendatangkan instruktur ukir dari Jepara Jawa Tengah. Dengan pelatihan itu, pemerintah daerah berharap kedepan produk kerajinan ukir Tanbu akan mampu bersaing dengan produk yang sama dari daerah lain, baik di pasar lokal, nasional maupun internasional. Ini karena produk kerajinan ukir Tanbu berbeda dengan daerah lain khususnya yang diolah  oleh pengrajin dari pulau Jawa yang umumnya berbahan baku kayu jati, sementara kerajinan ukir yang akan dikembangkan Tanbu berbahan dasar limbah kayu ulin.

"Artinya kita unggul dari sisi bahan baku. Apalagi bahan baku berupa limbah akar kayu ulin dikenal tahan lama dibandingkan kayu dari jenis lain", ujar bupati.

Langkah strategis lainnya yang telah pula dilakukan pemerintah daerah imbuh Mardani, dengan dipamerkannya kerajinan ukir kayu ulin Tanbu di even Otonomi Expo dan Forum 2012 yang digelar APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) di JCC Jakarta pada 24 hingga 27 Mei 2012 yang lalu. Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindakop dan UKM, Suhartoyo mengatakan, ketersediaan bahan baku limbah akar kayu ulin saat ini banyak tersedia di Tanbu, dan belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.
"Dengan sentuhan tangan para pengrajin, limbar akar ulin yang mulanya tidak ada harga menjadi barang dengan nilai ekonomis yang tinggi", kata Suhartoyo, kemarin.

Selama ini ungkapnya, limbah akar kayu ulin dimanfaatkan masyarakat sebatas hanya untuk kebutuhan tertentu saja yang salah satunya dimanfaatkan untuk arang.
Sudah barang tentu, ini merupakan peluang yang menjanjikan bagi para pengrajin, termasuk juga bagi pemerintah daerah. "Bahkan, kerajinan ukir kayu ulin Tanbu yang kami pamerkan pada even Otonomi Expo dan Forum 2012 yang lalu telah menarik minat investor dari Jakarta, dan mereka sudah melakukan pemesanan, untuk selanjutnya produk kerajinan itu akan dipasarkan di eropa. Investor menilai kayu ulin mulai langka dan cenderung lebih kuat dibandingkan dengan kayu jenis lainnya", kata Suhartoyo.

Dibagian lain Suhartoyo mengungkapkan, persoalan yang dihadapi pihaknya saat ini, pengrajin umumnya masih miskin kreasi. Untuk itulah kemudian pemerintah daerah seperti dikatakan bupati akan segera menjalin kerja sama dengan instruktur ukir dari Jepara Jawa Tengah untuk melatih pengrajin lokal.  Upaya ini dilakukan tidak lain untuk meningkatkan SDM pengrajin dalam mengolah limbah akar kayu ulin dengan banyak model kreasi. Mulai kreasi mebeler hingga kreasi dalam bentuk barang seni. Nantinya, dengan pelatihan itu masyarakat yang dilahannya terdapat limbah akar kayu ulin atau pengumpul dapat mengolah limbah itu menjadi barang setengah jadi. Selanjutnya, barang setengah jadi itu akan diproses lagi oleh pengrajin menjadi barang jadi yang siap dipasarkan.  Pengrajin ukiran dari limbah akar kayu ulin di Tanbu tersebar di beberapa wilayah seperti Kecamatan Batulicin, Sungai Loban, Satui, Mantewe, dan Kecamatan Karang Bintang.

Share this article :

+ komentar + 1 komentar

4 Februari 2014 12.31

Saya tertarik membantu mengembangkan limbah kayu ulin dari daerah saudara untuk bisa lebih maju adalah pemasaran yang pasti mengenai disign dan ukiran itu tak terlalu bermasalah karena pengolahan kayu yang laku di jual adalah lebih memilih ke natural bentunya bukan ukirannya saya Agung dari Bali ingin sekali membantu memasarkan product kayu dari ini seperti di ketahwi kerajinan jepara bisa di kenal ke seluruh dunia mulainya dari Bali saya akan sediakan tempat atau gallery untuk menjual pruduknya sedangkan barangnya di sediakan oleh daerah batulicin dan sekitarnya keuntungan bisa kita bicarakan kalau ada kesepakatan.email saya taksubali@yahoo.com
silahkan kirim email kalau ada pertanyaan saya telah 15 tahun bergelut dengan kerajinan kayu dari rumah kayu dari kudus sampai akar kayu jati dari jawa timur semua saya lakukan dengan sistem kerja sama....sekian.

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved