Home » » 55 Hari, Angkutan Alat Berat Dilarang Melintas Kusan Hilir-Batulicin

55 Hari, Angkutan Alat Berat Dilarang Melintas Kusan Hilir-Batulicin

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 18 September 2012 | 12.24

Diberlakukan sejak Tanggal 23 september sampai dengan Tanggal 16 november 2012 mendatang, angkutan alat berat yang bakal melintas di sepanjang badan jalan Kecamatan Kusan Hilir menuju Batulicin atau sebaliknya, akan di hentikan sementara waktu.

Hal ini, sehubungan dengan dilakukannya perbaikan tiga buah jembatan penghubung kedua Kecamatan, yakni jembatan Salo Mate, Pagatan dan Tanah merah dalam waktu dekat ini. Untuk itu selama 55 hari akan di berlakukan Metode buka tutup bagi pengguna jalan dengan Berat kendaraan yang diperbolehkan melintas maksimal 10 ton, dan lebar kendaraan 2,5 meter.

" Beberapa titik, baik dari Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, maupun dari arah Kalimantan Timur, akan dipasang sejumlah sepanduk pemberitahuan, selain melalui pemberitahuan berupa sepanduk, juga akan kita umumkan melalui media cetak, dan radio terkait penghentian sementara jalur Kusan Hilir-Batulicin, bagi angkutan alat berat" Ujar Budi selaku Kontraktor PT. Panji Bangun Persada, saat di Konfirmasi melalui Telpon genggamnya, kemaren.

Tahun 2012 ini, tiga buah jembatan penghubung Kecamatan Batulicin, Kusan Hilir dan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provensi Kalimantan Selatan. Tiga jembatan yang terletak di desa Tanah Merah Kecamatan Batulicin, Kota Pagatan Kecamatan Kusan Hilir serta Jembatan Salo Mate penghubung Kecamatan Sungai Loban tersebut telah mendapat alokasi dana rehabilitasi bersumber dari APBN senilai Rp 7 Milyar lebih, untuk memperbaiki kerusakan lantai dasar jembatan yang kini kondisinya sudah sangat memperihatinkan.

Sebut saja salah satu jembatan yang juga masuk prioritas perbaikan total tahun ini adalah Jembatan Tanah Merah, jembatan penghubung desa Tanah Merah-Kersik Putih ini kondisi badan lantai dasarnya telah rusak, terkelupas hingga tulang rangka dasarnya di topang dengan rangka baja tambahan. Sementara Jembatan Pagatan, kondisinya juga tidak jauh berbeda. Dipastikan setelah sempat mengalami ambrol beberapa waktu lalu, sampai saat ini beberapa rusuk lantainyapun kini tengah memberojol keluar hingga terlihat dari permukaan badan lantai jembatan, meskipun sudah ditutupi dengan tumpukan batu beskos.

Ditempat lain, jembatan Salok Mate yang terletak di penghujung Kecamatan Kusan Hilir itu kondisinya tidak terlalu parah. Hanya saja pada badan lantai jembatannya kini telah banyak lobang, rusak hingga tembus ke rangka bagian bawah jembatan.

"Ini masuk dalam pekerjaan pemerintah provensi. Dengan kontraktor pelaksana PT. Pandji Bangun Benua, Banjarmasin dengan nominal kontrak pengerjaan proyek senilai Rp 6, 506 792 000 ,.awal penandatangan kontrak tertanggal 15 maret 2012 lalu, dan kini jembatan Tanah Merah sudah mulai dikerjakan, setelah mobilisasi alat dan material yang bakal digunakan dalam proyek tersebut" ucap Roy Rizali Anwar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Tanah Bumbu, ketika menjelaskan kepada wartawan di ruang ULP Gunung Tinggi, belum lama tadi.

Dalam pengerjaan Proyek Jembatan Tanah Merah, kontraktor kini tengah membuatkan jembatan alternatif yang bakal digunakan kendaraan umum selama masa perbaikan. Terlihat sejumlah pekerja lapangan telah memasang jerajak jembatan dari batang galam dan tiang pondasi jembatan terbuat dari batang kelapa. Jika jembatan alternatif selesai di bangun, jembatan utama tanah merah ditutup untuk sementara, karena semua lantai dasarnya bakal dirombak seluruhnya karena semua rangka lantai jembatan bakal diganti dengan yang baru.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved