Home » » Tanbu Kembangkan Budidaya Itik Pedaging

Tanbu Kembangkan Budidaya Itik Pedaging

Written By Fokus Batulicin on Senin, 03 September 2012 | 11.33

BATULICIN - Seperti yang diinstruksikan Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Mardani H. Maming, masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus mampu berinisiasi dan berinovasi membuat program strategis dengan proyeksi peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat, khususnya yang ada di perdesaan.

Atas dasar instruksi bupati itulah, Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah (BP3KPD)Tanbu merealisasikan program pembinaan dan pemberdayaan petani ternak itik pedaging sebagai langkah konstruktif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah di perdesaan.

Menurut Kepala BP3KPD H Rahmat, setidaknya saat ini sudah ada enam kolompok tani peternak itik di Tanbu, dan kesemuanya berada di Pagatan Kecamatan Kusan Hilir.

"Meski baru rintisan, namun dari pengembangannya kami berkeyakinan potensi pengembangan ternak itik pedaging yang dikembangkan peternak itik di Pagatan itu akan mampu memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan bagi peternak", sebut Rahmad.

Dikatakannya, itik yang dikembangakan peternak adalah itik lokal dari jenis serati. Itik jenis ini merupakan itik pedaging yang memiliki nilai jual tinggi dengan masa panen yang relatif singkat, yakni 90 hari atau tiga bulan perawatan.

Untuk memberikan hasil maksimal terhadap itik yang dikembangkan, peternak memberikan pakan olahan dari campuran dedak atau bekatul, jagung, sagu dan sisa-sisa ikan laut tidak layak konsumsi yang banyak tersedia di Pagatan.

Penggunaan sisa ikan laut tak layak konsumsi ini juga merupakan langkah sistematis yang sudah dikembangkan BP3KPD dalam rangka memaksimalkan potensi perikanan laut yang ada di Pagatan, mengingat wilayah Pagatan merupakan daerah pesisir sehingga bahan campuran pakan itik berupa ikan tak layak konsumsi dari nelayan melimpah.

"Ini sekaligus langkah taktis yang kami lakukan dalam rangka memanfaatkan peluang usaha dengan dukungan potensi lainnya yakni perikanan laut, meskipun hanya limbah yang kami manfaatkan", ujar Rahmad.

Bahrullah salah satu peternak mengatakan, pihaknya sejauh ini tidak pernah menemui kendala terkait ketersediaan bahan baku pakan.

"Untuk bahan baku pakan olahan sejauh ini tak ada masalah karena semua mudah didapat, dan kami beli dengan harga murah", ujarnya seraya mengatakan, dengan perawatan khusus dan ditunjang pakan olahan yang dibuat peternak, dalam tiga bulan itik sudah bisa di panen dengan nilai jual berkisar antara Rp.50 ribu hingga Rp.60 ribu per ekor.

Terkait dengan pemasaran, Bahrullah mengungkapkan, sejauh ini permintaan pasar terhadap itik pedaging relatif tinggi. Hal ini karena semakin menjamurnya jumlah warung makan yang menjual kuliner dengan bahan dasar daging itik.

Selain itu, tingginya permintaan itik pedaging itu dikarenakan pula mulai berkembangnya industri rumah tangga pembuatan makanan olahan berbahan dasar daging itik.

Melihat potensi besar dari pengembangan budidaya itik pedaging ini, kedepan BP3KPD akan mencoba melakukan pengembangan program yang sama di kecamatan lain di Tanbu. Sehingga diharapkan, pengembangan potensi budidaya itik pedaging ini menjadi salah satu solusi yang bisa ditawarkan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada di wilayah perdesaan.

"Kami akan terus kaji bagaimana prospek potensi dan dampak positif ikutannya dari pengembangan budidaya itik pedaging di Tanah Bumbu. Karenanya secara terjadwal kami selalu memantau perkembangannya dari enam kelompok petani ternak itik yang ada di Pagatan, sebagai referensi kami untuk mengembangkan program yang sama di kecamatan lain di Tanah Bumbu", pugkas Kepala BP3KPD H. Rahmad. (Adv/relhum).
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved