Home » » Perlu Keseriusan Polisi untuk Tertibkan Pelangsir

Perlu Keseriusan Polisi untuk Tertibkan Pelangsir

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 13 Oktober 2012 | 07.16

Maraknya antrian di sejumlah SPBU tatkala tanki solar datang, membuat Kepolisian Resort Tanah Bumbu gerah dan seakan mencari tahu, kenapa hal itu selalu berulang dan terus berulang. Alahasil, sejumlah pembeli solar yang diduga berprofesi sebagai pelangsir solarpun berhasil di amankan.


Setidaknya Sekitar 20 anggota dari Satuan Lantas dan Sabhara Polres Tanah Bumbu Kalimantan Selatan berhasil mengamankan 8 unit mobil yang digunakan untuk pelangsiran BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kersik Putih Kecamatan Batulicin belum lama tadi. Sementara SPBU lainnya masih menjadi target penertiban. Terutama SPBU yang lebih mencolok secara kasat mata, baik menyebabkan kemacetan lalu lintas, maupun tingkat kemarakan pengantri solar.

Dalan konferensi pers yang digelar di Mapolres Tanah Bumbu, Kamis (11/10/2012), Kapolres Tanah Bumbu melalui Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu selaku penanggungjawab operasi, AKP Dydit Dwi SIK mengatakan bahwa, operasi dilaksanakan karena banyaknya keluhan warga.

"Penertiban kami lakukan karena banyaknya keluhan warga yang ngantre terlalu panjang di SPBU," katanya.
Lebih lanjut, AKP Didyt menambahkan bahwa, selain karena keluhan warga, ulang pelangsir telah memacetkan lalulintas.

"Ulah mereka telah memacetkan jalan raya, lalu lintas sangat terganggu," tutupnya.

Warga berharap aparat kepolisian menindak tegas pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga ke penadahnya, alasan penindakan karena penadahlah yang memberikan ruang kepada pelangsir. "Kalau pelangsirnya yang diproses, hal itu bakal tidak akan tuntas, harusnya Polres Tanbu juga menangkap pengumpul, penadahnya yang seharusnya dikejar dan dituntaskan sampai keakar-akarnya," papar mashude, warga Batulicin,

Sementara itu, Anto warga Plajau Simpang Empat mengatakan bahwa bisnis BBM industri di SPBU ada modus lama, banyak pihak yang bermain, bahkan menurutnya ada juga oknum polisi yang bermain.

"Ini modus lama, melibatkan banyak pihak, operator SPBU, pelangsir, bahkan ada oknum polisi juga," cetus Anto saat ditemui usai mengisi BBM Premium di SPBU Plajau.

Jika lebih jeli, para pelangsir solar ini sangat mudah dikenali. Terutama dari tingkat kehadirannya di SPBU dengan Plat Polisi mobil yang ia kenakan saat melakukan pengisian, serta jumlah solar yang terisi kedalam tangki mobilnya. Menurut salah seorang pengawas SPBU di Tanah Bumbu, yang enggan dikorankan namanya, menjelaskan pihaknya hanya bertugas melayani semua pembeli yang datang, dan tidak ada kewajiban memberikan larangan bagi mereka yang membeli dalam jumlah besar ataupun kecil, melarang mereka membeli BBM sesering mungkin. Akan tetapi untuk memenuhi azas kepatutan maka pihaknya pun terpaksa memberlakukan aturan jumlah kuota pengisian.

" Kita hanya berusaha mematuhi aturan pemerintah. Meskipun dengan pembatasan itu, kerap membuat kami menuai masalah, dari ancaman sampai dengan hal lainnya" ucap, pengawas SPBU di Bilangan Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin ini.

Menurutnya, jika polisi bersungguh sungguh ingin memberantas pelangsir, pelangsir ini sangat mudah untuk dikenali. Terutama dari tingkat kehadirannya di SPBU setiap hari, serta mobil yang dikenakannya. Jika pelangsir, sudah bisa dipastikan akan datang ke SPBU setiap hari untuk membeli solar. Karena, kalau untuk memenuhi kebutuhan pribadi, sopir baru akan mengisi BBM untuk mobil pribadi tiga atau empat hari sekali.

"Jika setiap hari terlihat mengisi, itu pasti melangsir" terangnya lagi.

Anehnya lagi, bagi pelangsir yang kerap nongkrong di SPBU-SPBU ini, terlihat tak pernah takut jika aksinya tertangkap polisi. Kenapa tidak, aksi bongkar muat BBM hasil langsirannya dari mobil ke dalam tong-tong penyimpanan mereka, dilakukan secara terbuka tidak jauh dari lokasi SPBU.

Sebut saja, di sekitar SPBU Kusan Hilir. Di sejumlah kios BBM yang ada dibilangan jalan provensi itu rata rata memiliki tong berkapasitas 1200 liter sebagai wadah penumpukan solar mereka. Usai melakukan pengisian solar di SPBU, merekapun terlihat leluasa menuang solar ke dalam tong, dengan hanya berdinding terpal atau seng saja.

Begitu pula untuk SPBU Batulicin, salah satu pelangsir terlihat leluasa hilir mudik keluar masuk Gg Campa Padang untuk menuang solar langsirannya kedalam tong, yang sudah ia siapkan di sudut rumahnya. Kegiatan inipun, juga dilakukan secara transparan, seakan sudah menjadi hal biasa atau tidak melanggar hukum.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved