Home » » Tingkatkan Kualitas Ketahanan Pangan Pedesaan, PKK-BBPPTP, Kerjasama

Tingkatkan Kualitas Ketahanan Pangan Pedesaan, PKK-BBPPTP, Kerjasama

Written By Fokus Batulicin on Senin, 08 Oktober 2012 | 14.34

BATULICIN - Untuk mendorong pertumbuhan dan dinamika Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di daerah, TP PKK Tanah Bumbu (Tanbu) melakukan penandatangan MoU (memori of understanding) atau nota kesepahaman dengan BBPPTP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Tekhnologi Pertanian) Pusat.
Penandatanganan MoU yang dilakukan pada Sabtu (29/9) lalu di Desa Purwodadi Kecamatan Angsana itu diproyeksikan sebagai langkah strategis bersama untuk memformulasikan visi dan misi Pemkab Tanbu melalui TP PKK dan Kantor Ketahanan Pangan Daerah setempat dan pemerintah pusat melalui BBPPTP Pusat bagi peningkatan kualitas dan kuantitas keberhasilan program-program M-KRPL di Bumi Bersujud.
Menurut Ketua TP PKK Tanbu Hj. Erwinda Mardani, penandatangan nota kesepahaman pihaknya dengan BBPPTP Pusat itu tak lain sebagai langkah taktis dan strategis kedua belah pihak untuk secara bersama-sama menjadikan M-KRPL Desa Purwodadi Kecamatan Angsana sebagai pilot projec atau percontohan pengembangan program ketahanan pangan di Kabupaten Tanbu.
"Kerjasama ini sudah barang tentu menjadi motivasi sekaligus spirit bagi kita semua untuk secara serius melakukan beragam langkah  sistematis agar program ini  dapat memberikan hasil yang maksimal, sehingga kedepan tidak hanya Desa Purwodadi saja yang mampu menjadikan wilayahnya sebagai wilayah dengan ketahanan pangan yang mapan, namun itu juga terjadi di desa-desa lain di Tanah Bumbu", kata Erwinda.
Untuk itu, Erwinda berharap, dengan ditetapkannya Desa Purwodadi Kecamatan Angsana sebagai desa percontohan penerapan M-KRPL di Tanbu, warga setempat khususnya para ibu rumah tangga mampu berperan aktif mendukung beragam program pemberdayaan yang terkait dengan esensi program M-KRPL. Jika hal itu dapat dilaksanakan secara menyeluruh oleh semua ibu rumah tangga di Desa Purwodadi, maka dipastikan target program akan tercapai.
Dikatakan oleh Erwinda, secara khusus program M-KRPL mempunyai tujuan membentuk wilayah-wilayah desa di daerah sebagai desa yang mempunyai kemandirian dalam mengelola lahan pekarangan sebagai salah satu media untuk memenuhi kebutuhan pangan warga. Setidaknya, dengan direalisasikannya program M-KRPL itu, sebagian kebutuhan pangan dapat dipenuhi sendiri oleh warga desa. Ini karena, objek program tersebut meliputi pengembangan budidaya tanaman pangan, mulai dari buah-buahan, sayuran, tanaman obat keluarga, budidaya ternak dan perikanan tambak.
Senada dengan Erwinda, Kepala BBPPTP Pusat DR.Ir. Kasdi Subagyono, Msc mengatakan, dari komoditas sektor pertanian dan peternakan itu selanjutnya dikembangkan lagi menjadi beragam komoditas pangan olahan dengan nilai gizi yang tinggi.  Selain itu, melalui program itu pula, warga diharapkan mampu mengolah limbah sisa pertanian dan peternakan sebagai pupuk. Siklus dari pola pengembangan potensi yang ada di desa dengan memanfaatkan lahan pekarangan inilah yang kedepan menjadi pola hidup warga desa yang dijalankan para ibu rumah tangga secara kontinyu sebagai bagian penting penciptaan kantong-kantong ketahanan pangan di desa.
"Kalau pola siklus program M-KRPL itu dapat dijalankan secara terus menerus dan menjadi pola hidup warga desa maka dipastikan banyak kebutuhan pangan warga yang dapat dipenuhi secara lokal di wilayah desa. Dan dalam jangka panjang jika itu bisa direalisasikan dibanyak desa di Tanah Bumbu maka urusan ketahanan pangan daerah sedikit banyak dapat  teratasi oleh warga secara mandiri", sebut Kasdi.
Dibagian lain Kasdi memamaparkan, sasaran utama dari program M-KRPL yang dicanangkan dan direalisasikan secara nasional itu tak lain adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat khususnya yang ada di wilayah perdesaan sehingga berdampak pada meningkatkan kualitas derajat ekonomi dan sosial warga. Yang secara implisit sasaran itu terimplimentasikan dalam bentuk terpenuhinya kebutuihan pangan dan gizi secara lestari, serta terwujudnya diversifikasi pangan dan pelestarian tanaman pangan lokal.
"Sebagai gambaran bisa kami sampaikan pula, bahwa untuk pengembangan program itu sekurang-kurangnya lahan pekarangan yang dapat dikembangkan warga antara 120 meter persegi hingga 400 meter persegi", ungkap Kasdi.
Terkait ditandatanganinya nota kesepahaman antara TP PKK Tanbu dengan BBPPTP Pusat tersebut Kepaka Kantor Ketahanan Pangan Daerah Tanbu Akhmad Fauzi mengatakan, kedepan program tersebut menjadi kata kunci bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan kemandirian pangan keluarga di Tanbu, sebagai implementasi dari program diversifikasi pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan, serta sebagai salah satu media penting peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Karenanya kata Fauzi, dengan menggandeng TP PKK Tanbu pihaknya akan terus mendorong warga desa untuk terus termotivasi memanfaatkan lahan pekarangan secara intensif melalui pengelolaan sumberdaya alam lokal secara bijaksana yang salah satunya melalui pengembangan budidaya pertanian dan peternakan sebagai bagian penting penciptaan kantong-kantong ketahanan pangan daerah. (Adv/relhum)
Powered by Telkomsel BlackBerry®









Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved