Home » » Eksekusi Tanah H Amir Gagal Hari Pertama

Eksekusi Tanah H Amir Gagal Hari Pertama

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 21 November 2012 | 13.55

Dari jam 08:00, Rabu (21/11), Puluhan Petugas Kepolisian Resort Tanah Bumbu, TNI, PM, dan pihak Eksekutor Pengadilan Negeri Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, berjubel memenuhi jalan raya Batulicin Pasar Minggu Kecamatan Simpang Empat, guna melakukan pengamanan jalannya eksekusi bangunan milik Amir H Nasruddin.

Ditengah pembacaan putusan Pengadilan Negeri Tanah Bumbu, ratusan masa Amir H Nasruddin pun berbaur dengan aparat sambil menyampaikan orasi orasi. Akan tetapi, petugas terlihat terus melakukan pengawlan proses perjalanan eksekusi. Hingga pukul 12.00, petugas masih melakukan penjagaan, sambil menunggu pemilik bangunan untuk merapikan barang yang ada di dalam bangunan.

Masa juga, menghalangi petugas dengan menempatkan 5 unit mobil pribadi mereka, agar petugas tidak mudah masuk kedalam bangunan, untuk melakukan pembongkaran Toko Usaha Baru, Jual bahan bangunan dan alat listrik tersebut.

Sekedar diketahui, Tanah atas nama Amir H Nasruddin lebar 15 panjang 100 segel tahun 1983 digugat oleh H syamsuddin Cs dengan bukti surat keterangan tanah tahun 2004. Pengadilan negeri Batulicin melalui juru sitanya, Taberani atas perintah Ketua Pengadilan dalam perkara perdata nomor : 01/BAN/Eks/2012/PN.Btl, Jo nomor 06/Ekskusi Pdt.G/2008/PN.Ktb sebelumnya akan melakukan ekskusi pengosongan pada hari kamis tanggal 8 November 2012. Namun terus ditunda hingga sekarang ini.

Sebelumnya, Menurut Lurah Kampung Baru, M. Yamani,S.Sos surat keterangan jual beli tertanggal 05 Juli 2004 tersebut adalah palsu sesuai pengakuan Biah selaku pemilik yang menjual kepada H Syamsuddin yang kemudian oleh H syamsuddin dijadikan alat bukti didepan persidangan pengadilan negeri kotabaru perkara perdata nomor 06/Pdt.g/2008/PN.KTB hingga sekarang berlarut larut berkembang menjadi Putusan Pengadilan Negeri Kotabaru Perdata Nomor 06/Pdt.G/2008/PN.KTB tertanggal 24 September 2008 dan Putusan Pengadilan Tinggi KAlimantan Selatan di Banjarmasin Nomor 09/PDT/2009PT.BJM tanggal 13 April 2009 juga Putusan Mahkamah Agung Nomor 779/Pdt/2010 tanggal 21 Juli 2010.

Selaku Lurah Kampung Baru, M.Yamani mencabut kembali tanda tangannya yang tertera di surat keterangan jual beli antara Biah dengan H Syamsuddin pada tanggal 15 Juni 2011 karena dianggap palsu tersebut. Lurah Kampung Baru, M. Yamani ketika dimintai keterangan telah membenarkan penarikan tanda tangannya di surat kepemilikan tanah atas nama H Syamsuddin tersebut.
Sayangnya, Lurah Kampung Baru M. Yamani terkesan ingin lepas tangan atas permasalahan warganya tersebut, soalnya bila benar dia menarik tanda tangan di surat jual beli tersebut maka secara otomatis surat tersebut tidak berlaku lagi dan tidak bisa dijadikan dasar bukti oleh H Syamsuddin mengajukan kemuka pengadilan.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved