Home » » Jangan Gusur Lahan Kami

Jangan Gusur Lahan Kami

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 07 November 2012 | 13.42

Sebanyak 32 orang perwakilan warga desa Tungkaran Pangeran RT.16 Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, mendatangi Polres Tanah Bumbu, guna memenuhi undangan rapat pembahasan, ganti rugi lahan areal permukiman mereka yang selama ini, di klaim PT. Jhonlin Agro Mandiri (EKS.PT Kodeco).

Sekitar pukul 10:30 wita, Kasat Binmas Polres Tanah Bumbu AKP Gofur Siregar SIK, memimpin rapat. Dihadapan puluhan warga Gofur menjelaskan hasil pertemuannya untuk menjembatani warga dengan PT. Jhonlin Agro Mandiri (JAM), bahwa pihak menejemen perusahaan, tidak bersedia memberikan uang gantirugi. Alasannya, Perusahaan hanya memberikan kesempatan bagi warga untuk menempati bangunan beserta halaman tempat tinggal mereka, dengan cara memberikan Izin Pinjam Pakai. Dimana persyaratannya, warga yang memiliki tempat tinggal di wilayah Kodeco itu, mengajukan surat permohonan pinjam pakai.

"Ini yang ditawarkan pihak Perusahaan, Perusahaan, tidak bersedia membayarkan ganti rugi. Jadi nggak perlu pindah, hanya saja warga harus mengajukan surat permohonan pinjam pakai. Dengan demikian, pihak perusahaan akan memberikan Izin Pinjam Pakai, berdasarkan permohonan" ujar Kasat Binmas, Gofur Siregar.

Dengan adanya penjelasan Kasat Binmas, terang saja membuat Gerah warga. Salah satunya adalah Sukirman, Sukirman menolak melanjutkan rapat, alasannya, Banyak unsur terkait seperti Kepala Desa, dan RT serta petinggi perusahaan yang tidak bisa hadir. Belum lagi, kejanggalan yang sangat merisaukan hatinya adalah mereka memiliki bukti kepemilikan lahan, namun pihak perusahaan enak saja mau menggusur lahan mereka.

" Jangan digusur kami pak, kami ini orang kecil. Kami punya lahan tempat tinggal itu sejak tahun 2008, bahkan ada yang dari 2004, kami punya legalitas berupa segel, kenapa kepala desa tidak dihadirkan yang punya wewenang menjelaskan itu, kasian kami pak, kalau kami digusur tanpa adanya ganti rugi kami harus kemana. Belum lagi yang aneh menurut kami, kami yang punya lahan kok harus meminjam dengan perusahaan. Uang 30 juta Rupiah buat beli lahan itu, bagi penguasa sangat tidak ada artinya, tapi bagi kami mencari uang sebanyak itu, itu harus menyisihkan dari apa yang kami makan" Beber Sukirman, diamini sejumlah warga lainnya, yang ikut berhamburan keluar ruangan, hengkang.

Dari Penuturan Sukirman, 32 orang warga pemilik lahan, menginginkan adanya perhatian dan penghargaan. Bukan sekedar ganti rugi saja. Dikatakannya, lahan warga tersebut rencananya akan diambil alih oleh PT. Jhonlin Agro Mandiri, untuk pelebaran areal pabrik. Untuk itu, warga diminta dalam waktu dekat ini untuk mengosongkan tempat tinggalnya. Belakangan, pihak perusahaan membolehkan warga untuk menetap, dengan syarat mengajukan permohonan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved