Home » » Lagi, UPAL Rp50.000 Beredar di Tanah Bumbu

Lagi, UPAL Rp50.000 Beredar di Tanah Bumbu

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 23 November 2012 | 12.54

Peredaran Uang Palsu (Upal) pecahan Rp 50.000 kembali resahkan warga. Baru baru ini, Zai (30) seorang pemilik toko alat tulis kantor (ATK) di bilangan jalan raya Kampung Baru Simpang Empat Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, mengaku kecolongan dengan ulah pembeli yang datang ke tokonya, dengan bertransaksi menggunakan uang palsu tersebut.

Dari penuturan Zai, sang pemilik toko, pagi Jumat ( 23/11) kemarin. Tokonya seperti biasa dipenuhi pelanggan, hingga sejumlah penjaga toko cukup sibuk melayani transaksi, tanpa melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap uang yang digunakan para pembeli. Sampai pada jam istirahat, setelah mengumpulkan sejumlah uang yang ada di lacinya, barulah ia merasakan ada keganjilan pada uang lembaran 50.000 rupiah, dengan tampilan warna yang sedikit berbeda. Selain kasar dan warnanya mencolok, uang yang ditengarai palsu itu sangat mudah luntur.

"Wah kecolongan lagi saya sama uang palsu" katanya.

Dari pengamatan Zai, uang yang diduga palsu tersebut sangat mencolok, seperti hasil foto copy atau scan dari mesin printer. Tanpa benang pengaman, juga tanpa lukisan atau tulisan air di dalam lingkaran kertas putihnya. Selain itu, warna yang menempel pada kertas itupun sangat mudah luntur.

Menurut Zai, saat proses transaksi, tak ada yang ia curigai. Semua berjalan normal saja, dari sekian banyak pembeli yang antri di kasirnya. Beruntung uang palsu yang "nyangkut" ditangannya hanya satu lembar saja. Namun demikian tetap saja dirinya merasa kecewa.

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Asep Taufik melalui Kasat Reskrimnya AKP Ronaldo Maradona, dengan kejadian ini meminta kepada masyarakat terutama para pedagang, untuk lebih berhati hati dalam bertransaksi. Terutama pada waktu tertentu, seperti pada hari pasar, malam hari, atau pada musim libur, dan akhir pekan.

Terlebih, sebelum bertransaksi, masyarakat diminta mewaspadai peredaran uang palsu tersebut, dengan melihat, meraba, dan menerawang tulisan air yang ada pada bagian putih uang lembaran tersebut. Sehingga, mudah menghindari terjadinya transaksi yang merugikan. Kemudian, jika ada pembeli atau pengguna uang palsu yang pada saat transaksi terlihat bergelagat mencurigakan, diharapkan segera melapor ke Kantor Polisis terdekat.


Sekedar dketahui, sebelumnya jajaran Polsek Satui Polres Tanah Bumbu juga sempat berhasil meringkus 2 pelaku pembuat uang palsu (upal), pada pertengahan September 2012 lalu. Kedua tersangka pelaku pembuat upal itu masing-masing Wahyu Marto Pasongli (21) dan Suriadi (28), keduanya merupakan warga jalan Citrawati Desa Sungai Danau Kecamatan Satui.

Tersangka Wahyu bertindak selaku pencetak upal yang dipesan oleh tersangka Suriadi. Wahyu mencetak upal dengan menggunakan printer berwarna milik warnet tempatnya bekerja di Desa Sinar Bulan Kecamatan Satui. Ia mendapat upah dari Suriadi sebesar Rp 1.500 per lembar. Adapun upal dicetak diatas kertas HVS; sebanyak 38 lembar uang kertas Rp 50 ribuan, dan 19 lembar uang kertas Rp 20 ribuan.

Oleh tersangka Suriadi, upal tersebut dibelanjakan untuk membeli rokok sebanyak 7 bungkus. Adapun modus yang digunakan oleh tersangka untuk membelanjakan upal itu yakni saat terjadi pemadaman listrik. Hal itu agar pihak penjual tak cermat memperhatikan upal yang diterimanya. Namun rupanya penjual yang menjadi korban, meraba lembaran upal yang diterimanya, terasa berbeda, ia pun melapor ke pihak Polsek setempat.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved