Home » » Pelangsir Membludak, Warga Gerah

Pelangsir Membludak, Warga Gerah

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 13 November 2012 | 12.57

Meskipun pihak jajaran Polres Tanah Bumbu mengatakan telah berulang kali melakukan operasi penertiban para pelangsir BBM disetiap SPBU di wilayah hukumnya, namun kenyataannya hingga kini mobil para pelangsir masih saja menyesakkan area SPBU. Bahkan kerap melimpah memakan badan jalan. Belum lagi, banyaknya pelangsir yang berjubel membuat gerah para pembeli yang benar benar membutuhkan Solar sebagai masyarakat umum (non pelangsir) untuk kebutuhan harian mereka.

Meski, beberapa waktu lalu, jajaran Polres Tanbu sempat menahan puluhan unit mobil pelangsir, dan menghiasi halaman Polres Tanbu namun sayangnya lagi lagi tak memberikan efek jera. Akibatnya bukan berkurang, akan tetapi terus menjamur, dan bergerilya dari satu SPBU ke SPBU lain di Tanah Bumbu, bahkan membuat satu perkumpulan khusus.

"Ini merupakan Kejahatan Kelompok yang terorganisir, kita menduga ada melibatkan oknum petugas keamanan. Karena mana, sampai saat ini keberadaan pelangsir ini tak bisa diberangus. Jikapun ada petugas yang ditempatkan di SPBU, itu justru memuluskan aksi para pelangsir. Belum lagi urusan setor menyetor kepada petugas, ini membuat praktik pelangsiran ini menjadi subur. Kasihan rakyat yang diberikan subsidi untuk menikmati solar, tak pernah bisa menikmati solar besubsidi tersebut dengan mudah. Belum lagi, setiap pembeli umum yang merapat, selalu saja diarahkan antri dengan hanya boleh membeli Rp 100 ribu, akan tetapi para pelangsir sebut saja di SPBU Satui, itu rata rata membeli diatas nominal Rp 100 ribu, ini sudah jelas pilih kasih, hanya dengan harga jual berbeda dari oknum petugas SPBU, kalau umum di jual Rp 4800 perliter, kalau pelangsir itu Rp 6000" beber H. Armuni Halul warga Kecamatan Simpang Empat, Pelajau.

H. Armuni Halul mengungkapkan, sepertinya ada kejahatan kelompok yang berada disetiap areal SPBU hingga para pelangsir seolah jadi raja dan selalu dilayani dan dinomor-satukan oleh pengelola SPBU dengan ratusan liter bbm solar yang mereka kehendaki.

Menurut H Armuni Halul, diduga ada keterlibatan oknum anggota yang ikut bermain dan memungut setoran hingga aktivitas pelangsiran berjalan lancar.
"Masa petugas tidak tahu adanya aktivitas tersebut, nyata didepan mata dan bahkan itu sudah melanggar aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan", ungkapnya sewot.

Polres Tanah Bumbu melalui Kasubbag Humas nya, AKP Ana Setiani menjelaskan selama ini sulit tuk menjerat para pelangsir dengan UU Migas karena mereka tertangkap hanya terkena pasal Undang Undang Lalu Lintas dikarenakan kurang perlengkapan dan bukan peruntukkannya sebab telah dimodifikasi.

Sementara itu, Armuni warga Plajau Simpang Empat ini mengharapkan adanya perhatian dari petugas berwajib, dengan mensterilkan SPBU dari Pelangsir, dan memberi hak masyarakat umum untuk menikmatinya, bukan di langsir dan dilarikan ke Tambang. " bahwa bisnis BBM industri di SPBU ada modus lama, banyak pihak yang bermain, bahkan menurutnya ada juga oknum polisi yang bermain. Ini modus lama, melibatkan banyak pihak, operator SPBU, pelangsir, bahkan ada oknum polisi juga," beber Armuni.

Jika lebih jeli, para pelangsir solar ini sangat mudah dikenali. Terutama dari tingkat kehadirannya di SPBU dengan Plat Polisi mobil yang ia kenakan saat melakukan pengisian, serta jumlah solar yang terisi kedalam tangki mobilnya. Menurut salah seorang pengawas SPBU di Tanah Bumbu, yang enggan dikorankan namanya, menjelaskan pihaknya hanya bertugas melayani semua pembeli yang datang, dan tidak ada kewajiban memberikan larangan bagi mereka yang membeli dalam jumlah besar ataupun kecil, melarang mereka membeli BBM sesering mungkin. Akan tetapi untuk memenuhi azas kepatutan maka pihaknya pun terpaksa memberlakukan aturan jumlah kuota pengisian.

" Kita hanya berusaha mematuhi aturan pemerintah. Meskipun dengan pembatasan itu, kerap membuat kami menuai masalah, dari ancaman sampai dengan hal lainnya" ucap, pengawas SPBU di Bilangan Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin ini.

Menurutnya, jika polisi bersungguh sungguh ingin memberantas pelangsir, pelangsir ini sangat mudah untuk dikenali. Terutama dari tingkat kehadirannya di SPBU setiap hari, serta mobil yang dikenakannya. Jika pelangsir, sudah bisa dipastikan akan datang ke SPBU setiap hari untuk membeli solar. Karena, kalau untuk memenuhi kebutuhan pribadi, sopir baru akan mengisi BBM untuk mobil pribadi tiga atau empat hari sekali.

"Jika setiap hari terlihat mengisi, itu pasti melangsir" terangnya lagi.

Anehnya lagi, bagi pelangsir yang kerap nongkrong di SPBU-SPBU ini, terlihat tak pernah takut jika aksinya tertangkap polisi. Kenapa tidak, aksi bongkar muat BBM hasil langsirannya dari mobil ke dalam tong-tong penyimpanan mereka, dilakukan secara terbuka tidak jauh dari lokasi SPBU.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved