Home » » Pimpinan DPRD, Bantah Terima Gratifikasi Dari Sengketa PT. TIA

Pimpinan DPRD, Bantah Terima Gratifikasi Dari Sengketa PT. TIA

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 13 November 2012 | 07.46

*** Hermanuddin: Atas Nama Pengurus Desa Sebamban Baru, Ketua BPD lakukan Pemotongan Rp 44 Juta sd Rp 49 Juta perbulan***


Ketua DPRD H. Burhanuddin S.Sos melalui Wakilnya H. Sufiansyah ZE, membantah keras adanya tudingan sejumlah pihak yang mengatakan pihak DPRD Tanbu melalui orang orang kepercayaannya menerima uang potongan 5% atau 10% dari pembayaran lahan oleh pihak PT.TIA kepada warga Desa Sebamban Baru, seperti diberitakan sejumlah media massa belum lama tadi.

H Upi, panggilan Wakil Ketua DPRD ini, menambahkan tudingan tersebut sangat tidak beralasan. Selama ini pihaknya hanya memfailitasi kedua belah pihak, baik dari PT.TIA maupun masyarakat Sebamban Baru. Karena mana, Masyarakat pemilik lahan maupun perusahaan Pertambangan itu mengaku tidak percaya kepada Aparat Desa yang sebelumnya berupaya memfasilitasi kedua belah pihak. Sehingga dengan adanya lembaga DPRD, kedua berseteru diharapkan mampu menjembatani hingga membuahkan hasil.

"kenapa DPRD dipilih mereka, karena mereka menganggap apapun keputusannya, dan bagaimana proses penyaluran pembayaran, tetap berada di bawah pengawasan DPRD, dan itu bisa dipertanggungjawabkan. Jika melalui pihak ke tiga, mereka terutama masyarakat sebamban, merasa ragu dengan pertanggung jawabannya. Apalagi ini urusan uang milyaran rupiah. Meski kami mampu mencairkan dana tersebut, kami tidak pernah melakukan pemotongan, itu sama sekali tidak benar" kata H Upi.

Saat ditanya kenapa pembayaran PT.TIA harus melalui Rekening Pribadi H. Upi, dan hitung hitungan anggotanya, H Upi mengatakan, hal itu semata mata mengawal semua proses transaksi benar benar tersalurkan tepat pada sasaran, tanpa adanya potongan dari pihak manapun. Sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan oleh pihak perusahaan. Belum lagi, jika ada masalah, warga selalu merongrongi DPRD. Itu sebabnya H. Upi memilih terus mengawasi pencairan tali asih tersebut, hingga saat sekarang ini.

Sementara Hermanuddin, salah seorang anggota DPRD yang juga terlibat dalam pencairan itu, membeberkan, jika ada pemotongan, tudingan itu lebih tepat jika diarahkan kepada aparat Desa Sebamban Baru. Dimana dari keterangan Hermanudin, selama dua kali pencairan belakangan, untuk penarikan bulan September maupun Oktober, atas nama pengurus Desa, melalui Ketua BPD desa Sebamban Baru, Sahidin. Dengan kisaran antara 5% sampai 10%.

"Memang mereka meminta secara lisan. Akan tetapi ini bisa kita buktikan dengan adanya kuitansi yang kita pegang selama dua bulan pencairan ini. Dari Rp 700 juta lebih tali asih yang dikeluarkan pihak perusahaan untuk pemilik lahannya yang sedang di tambang, Pengurus Desa Meminta potongan dari masing masing pemilik, berkisar antara 5 sampai 10 persen. Jadi sebenarnya bukan DPRD yang melakukan pemotongan, tetapi pengurus Desa. Dan inipun juga difasilitasi oleh DPRD. Karena segala proses pencairan harus sepengetahuan kami" ucap Hermanudin.

Dari bukti kuitansi yang diperlihatkan Hermanuddin, terlihat pada pemotongan bulan September lalu, melalui Ketua BPD pemilik lahan mengeluarkan sedikitnya Rp 44. 367. 000,. Kemudian pemotongan pada bulan Oktober sebesar Rp 49. 759.664,.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved