Home » » Kantongi Surat Sakti, Pelangsir Leluasa di SPBU

Kantongi Surat Sakti, Pelangsir Leluasa di SPBU

Written By Fokus Batulicin on Senin, 28 Januari 2013 | 20.01

Lebih sebulan ini, puluhan pick up maupun mobil pribadi lainnya hilir mudik dengan leluasa di SPBU Pelajau Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, untuk mengangkut ratusan liter perhari. Keleluasaan pelangsir BBM jenis Premium ini bukan tanpa alasan. Hanya mengantongi Surat Sakti berupa Kartu Anggota Pedagang Bensin Tanah Bumbu yang dicetak Dinas Perindusterian dan Perdagangan ( Disperindagkop )  setempat. Masing masing pelangsir sudah bisa membeli Premium sebanyak 600 liter per hari. Terdaftar di SPBU ini, puluhan pelangsir sudah resmi mengambil Premium dalam jumlah besar setiap hari.

Menurut Keterangan pengawas SPBU Pelajau, Ami (45) pihak SPBU selama ini berani menjual ke pelangsir dengan jumlah besar bukan tanpa dasar yang jelas. Selain harus wajib mengantongi rekomendasi dari Disperindagkop Tanah Bumbu berupa kartu anggota pengecer bensin. Pembeli dalam jumlah besar seperti itu adalah merupakan penduduk yang memiliki domisili yang cukup jauh dari SPBU. Seperti di kawasan kecamatan yang tidak memiliki Stasiun Pengisian BBM Umum baik di kecamatan Mentewe, Kuranji maupun Karang Bintang. Untuk dijual lagi ke masyarakat umum. Agar premium bisa dengan mudah ditemukan di tingkat pengecer.

"Kalau yang dari luar dengan mengantongi ijin itu. Kita berikan mereka membeli sampai 600liter perorang perhari. Sementara yang dalam kota kita hanya mengijinkan mereka membeli sebanyak 100liter saja. Itupun surat surat mereka kita samoaikan kepada pihak Pertamina di Banjarmasin. Selama ini tidak ada larangan dari pertamina. Inipun sebelumnya semua sudah melalui proses hearing di meja DPRD Tanah Bumbu" beber Ami.

Meski demikian mudahnya para pelangsir membeli Premium di SPBU tetap saja pengecer menjual bensin ini dengan harga relatif tinggi. Rata rata harga jual mencapai harga Rp 6.500- Rp 7.000,. Perliter untuk wilayah perkotaan. Sementara ditingkat pengecer di wilayah kecamatan Mentewe Premium dijual di tingkat pengecer mencapai Rp 8.500 perliter. Setidaknya ini ditemukan Wartawan belum lama ini untuk melacak penjualan premium di kawasan terpencil di Tanah Bumbu.

Menurut pengakuan pedagang bensin di tempat ini, mereka terpaksa menjual premium dengan harga seperti itu. Lantaran mereka membeli premium dari pelangsir yang mengantarkan BBM ke tempatnya sudah melepas harga jual senilai Rp 7000 perliter. "mau gimana lagi. Belinya juga sudah harga tinggi dari pelangsir pak" ujar pedagang di bilangan kilometer 23 Mantewe ini, yang meminta jatidirinya tidak diberitakan kepada media.

Sementara dari pantauan di lapangan. Dengan adanya kegiatan pelangsir bensin ini, pemandangan sumpek, semeraut dan selalu ramai bak pasar inipun terjadi setiap hari. Bukan itu saja. Sebelah timur SPBU Pelajau ini juga terlihat puluhan mobil pelangsir Solarpun membeludak setiap hari. Belum lagi pemandangan yang sudah tak aneh itu membuat para pembeli premium dari masyarakat umum maupun penikmat solar subsidi terpaksa harus rela mengantri lantaran takut kehabisan stok BBM. Maklum dengan meningkatnya aktifitas ratusan pelangsir solar dan premium di SPBU ini membuat SPBU cepat tutup karena stok BBM mereka cepat habis terkuras.

Jika sudah begini. Apakah benar BBM yang disubsidi milyaran bahkan triliunan rupiah tiap tahun oleh pemerintah bagi masyarakat tidak mampu di daerah sudah bisa dikatakan tepat sasaran. Premium dijual dengan harga yang tinggi di tingkat pengecer. Sementara solar yang dilangsir kebanyakan dilarikan ke kawasan pertambangan. Lalu, masyarakat mana yang bisa menikmati BBM subsidi yang dimaksud.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved